PPTQ As-sahil Gelar Seminar : Menjadi Santri Masa Depan, Menyatukan Ilmu, Nasionalisme, Relasi, dan Jiwa Kepemimpinan

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Senin, 27 Juli 2026 - 09:29 WIB

5031 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nasional detik.com,Lampung Timur, 26 Juli 2026 –Sebuah pesan mendalam tentang jati diri, perjuangan, dan masa depan santri mengiringi sebuah kegiatan yang penuh inspirasi bersama keluarga besar PPTQ Assahil. Momentum ini menjadi pengingat bahwa santri bukan hanya mereka yang belajar di pesantren, tetapi generasi yang dipersiapkan untuk membawa perubahan, menebarkan manfaat, dan melanjutkan estafet perjuangan ulama.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Dr. H. Abdurroohman, M.Ed. selaku Direktur Litbang, H. Ahmad Tsauban, S.Ag. selaku Kasi PAPKI, para kakak pengabdian, serta keluarga besar PPTQ Assahil dan para santri.

Mengawali penyampaiannya, Gus Muhammad Latif Mukti, Lc., M.A. menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh hadirin dengan penuh keakraban.

“Selamat datang di gubuk kita,” ungkap beliau.

Dalam pesannya, Gus Latif menyampaikan bahwa perjalanan seseorang tidak hanya ditentukan oleh apa yang ia ketahui, tetapi juga oleh bagaimana ia membangun hubungan dan relasi dengan orang lain.

“Terkadang kita itu tidak hanya bisa dilihat dari apa yang kita ketahui, tetapi juga dari siapa yang kita kenal. Karena perjalanan kita tidak lepas dari relasi yang kita bangun,” tutur beliau.

Beliau menjelaskan bahwa seseorang mungkin memiliki banyak ilmu dan kemampuan, tetapi tanpa hubungan yang baik dengan orang lain, potensi tersebut belum tentu dapat memberikan manfaat secara luas.

“Jangan hanya menjadi pribadi yang memiliki isi, tetapi tidak memiliki relasi. Ilmu harus berjalan bersama dengan silaturahmi dan akhlak yang baik,” tambah beliau.

Gus Latif juga mengingatkan para santri dengan pesan Rasulullah ﷺ:

الدِّينُ النَّصِيحَةُ

“Agama adalah nasihat.”

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa seorang santri harus senantiasa menjaga kepedulian, saling mengingatkan dalam kebaikan, serta menghadirkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan.

Sementara itu, Gus AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal) menyampaikan pesan yang menggugah tentang sejarah dan peran besar santri dalam perjalanan bangsa Indonesia. Beliau mengingatkan bahwa perjuangan Indonesia tidak dapat dilepaskan dari kontribusi para santri dan ulama yang telah berjuang dengan penuh keikhlasan.

“Santri memiliki jejak perjuangan yang luar biasa. Sejarah Indonesia tidak bisa dilepaskan dari peran santri, karena perjuangan para santri telah menjadi bagian dari perjalanan bangsa ini,” ungkap beliau.

Gus Wal mengajak para santri untuk tidak hanya memahami teks, tetapi juga mampu membaca konteks. Seorang santri harus mampu memahami ilmu, keadaan zaman, serta kebutuhan masyarakat agar mampu menghadirkan solusi yang bermanfaat.

Beliau menegaskan bahwa hakikat seorang santri adalah ketulusan dalam mengabdi kepada guru dan perjuangan.

“Santri yang mengabdi kepada kiai dengan tulus, insya Allah akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan dunia maupun akhirat,” jelas beliau.

Dalam penyampaiannya, Gus Wal juga mengingatkan pentingnya menjaga persaudaraan sesama muslim sebagaimana firman Allah:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ

“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara.” (QS. Al-Hujurat: 10)

Lebih lanjut, beliau mengajak para santri agar bangga dengan identitasnya sebagai santri. Santri harus memiliki keberanian untuk berdiri dalam menegakkan kebenaran dan keadilan, serta membawa nilai-nilai pesantren dalam setiap bidang kehidupan.

“Banggalah menjadi santri. Apapun profesi kalian nanti, tanamkan dalam alam bawah sadar bahwa saya harus menjadi pemimpin,” pesan Gus Wal.

Beliau menekankan bahwa mental kepemimpinan harus dibangun sejak dini. Setiap masalah yang dihadapi jangan hanya dipandang sebagai hambatan, tetapi harus mampu diubah menjadi peluang untuk menghadirkan kemaslahatan.

“Bangun mental kalian dari sekarang. Jadikan masalah menjadi maslahat,” pungkas beliau.

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa santri bukan sekadar pencari ilmu, tetapi calon pemimpin yang dipersiapkan dengan bekal ilmu, akhlak, jaringan, dan semangat pengabdian.

Santri hari ini adalah generasi yang akan membawa cahaya perubahan dan membangun peradaban di masa depan Indonesia yang Aman Makmur Damai, Indonesia yang Berpancasila Berbhinneka Tungga ika tanpa Intoleransi, Khilafah Radikalisme Anarkisme Terorisme dan Korupsi, tegas Gus Wal.

Dari Pondok Pesantren Tahfiddzul Qur’an As-sahil lampung timur ini mari kita mulai patrikan Santri Semua Bisa dan Bisa Semua, dan dari As-sahil ini mari kita Ciptakan Pondok Pesantren Merah Putih Yang Ramah, Tenang, Damai dam Aman yang anti Intoleransi, Anti Bullying, Anti Kekerasan Seksual dan Anti segala bentuk kekerasan, Pungkas Gus Wal.

Berita Terkait

Lomba Burung Berkicau Piala Bupati Cup Semarakkan HUT ke-19 Kabupaten Pesawaran
Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Makmurkan Masjid dan Bina Generasi Qurani dalam Pengajian serta Santunan Anak Yatim
​Peringati HUT ke-2, Shaka Bahurekso Gelar Jalan Sehat Gratis di Pucuksari, Bupati Kendal Beri Apresiasi Tinggi
Gubernur Luthfi Terima Masyarakat Jateng Guyub, Aspirasi Ditindaklanjuti
Polisi Gagalkan Pengiriman Klewang 1,3 Meter ke Remaja di Kudus, Terungkap Dibeli Lewat Marketplace untuk Koleksi
Koramil 421-03/Pnh Gelar Karya Bhakti Sambut HUT Ke-1 Kodam XXI/Radin Inten
Polsek Kalidawir Amankan Terduga Pelaku Penggelapan Sepeda Motor dalam Lingkup Keluarga
Koramil 11 Pangkah Gelar Kegiatan Jum’at Berkah, Wujud Kepedulian TNI kepada Masyarakat

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 09:29 WIB

PPTQ As-sahil Gelar Seminar : Menjadi Santri Masa Depan, Menyatukan Ilmu, Nasionalisme, Relasi, dan Jiwa Kepemimpinan

Minggu, 26 Juli 2026 - 23:27 WIB

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Makmurkan Masjid dan Bina Generasi Qurani dalam Pengajian serta Santunan Anak Yatim

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:52 WIB

​Peringati HUT ke-2, Shaka Bahurekso Gelar Jalan Sehat Gratis di Pucuksari, Bupati Kendal Beri Apresiasi Tinggi

Jumat, 24 Juli 2026 - 22:10 WIB

Gubernur Luthfi Terima Masyarakat Jateng Guyub, Aspirasi Ditindaklanjuti

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:29 WIB

Polisi Gagalkan Pengiriman Klewang 1,3 Meter ke Remaja di Kudus, Terungkap Dibeli Lewat Marketplace untuk Koleksi

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:32 WIB

Koramil 421-03/Pnh Gelar Karya Bhakti Sambut HUT Ke-1 Kodam XXI/Radin Inten

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:47 WIB

Polsek Kalidawir Amankan Terduga Pelaku Penggelapan Sepeda Motor dalam Lingkup Keluarga

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:46 WIB

Koramil 11 Pangkah Gelar Kegiatan Jum’at Berkah, Wujud Kepedulian TNI kepada Masyarakat

Berita Terbaru