TULUNGAGUNG ,Nasionaldetik.com– Kepedulian terhadap sesama berpadu dengan semangat memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kegiatan pengajian rutin dan santunan anak yatim yang digelar di Masjid Nurul Iman, Desa Kepuh, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung.
Sebelum pengajian dimulai, panitia menyerahkan santunan kepada 25 anak yatim dengan total dana Rp17.800.000,00. Penyaluran bantuan tersebut berlangsung penuh kehangatan dan menjadi wujud nyata kepedulian masyarakat terhadap anak-anak yang membutuhkan.
Kegiatan tersebut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin, M.M., bersama Muspika, tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus masjid, perangkat desa, dan ratusan jamaah yang memadati Masjid Nurul Iman.
Dalam sambutannya, Ahmad Baharudin mengajak masyarakat untuk terus memakmurkan masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan pembinaan umat. Menurutnya, keberadaan masjid tidak hanya menjadi tempat melaksanakan salat berjamaah, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi serta membangun karakter generasi muda.
“Alhamdulillahirabbil ‘alamin, kita patut bersyukur karena masih diberi kesehatan dan kesempatan menghadiri majelis ilmu ini. Semoga kegiatan seperti ini terus istiqamah dan menjadi amal jariyah bagi kita semua,” ujar Ahmad Baharudin.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus masjid, tokoh masyarakat, pengurus RT, serta warga Desa Kepuh yang selama ini konsisten menghidupkan masjid melalui pengajian dan berbagai kegiatan keagamaan.
Plt Bupati juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter anak sejak usia dini. Ia berharap para orang tua senantiasa mengajak dan membimbing anak-anak untuk mencintai masjid, rajin mengikuti pengajian, serta membiasakan diri menjalankan ibadah.
“Jika anak-anak kita tumbuh dekat dengan masjid dan terbiasa mengikuti pengajian, insyaallah akan lahir generasi yang saleh, berakhlak mulia, serta mampu memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan negara,” katanya.
Selain mengajak masyarakat memakmurkan masjid, Ahmad Baharudin juga mengimbau agar warga terus menjaga kerukunan, memperkuat persaudaraan, serta menjadikan ilmu yang diperoleh dari pengajian sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
“Jangan sampai ilmu hanya berhenti sebagai pengetahuan. Ilmu harus dipahami, diamalkan, dan diwujudkan dalam perilaku sehari-hari sehingga membawa manfaat bagi diri sendiri maupun lingkungan,” pesannya.
Pengajian kemudian dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh Gus Dr. Aladin Ali Raja, M.H.I. Dalam ceramahnya, ia mengajak jamaah untuk memperkuat keimanan, memperbanyak amal saleh, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama, terutama kepada anak-anak yatim yang menjadi tanggung jawab bersama.
Melalui kegiatan tersebut, nilai ibadah dan kepedulian sosial berjalan beriringan. Santunan kepada anak yatim menjadi simbol nyata semangat berbagi, sementara pengajian menjadi sarana memperkuat keimanan dan ukhuwah Islamiyah demi mewujudkan masyarakat Tulungagung yang religius, harmonis, dan penuh kepedulian.
Reporter : Ev
Editor : Admin


























