Potensi Kelambi Duri Kota Banjar, Perlu Pehatian dan Regulasi Pemerintah Setempat

NUR KENNAN BR TARIGAN

- Redaksi

Rabu, 15 April 2026 - 11:52 WIB

5094 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANJAR, Nasionaldetik.com

Kapas Sutra Penyerap Minyak Laut dan Bahan Tekstil Ekspor

Potensi ekonomi kerakyatan yang belum tersentuh maksimal oleh dukungan pembiayaan kembali menjadi sorotan seorang pegiat pemberdayaan di Kota Banjar, Jawa Barat. Ir. Oswan Kurniawan, sosok yang dikenal memiliki jiwa pantang menyerah dan peduli terhadap lingkungan, menyoroti besarnya peluang yang dimiliki tanaman asli Indonesia, yaitu pohon Kelambi Duri atau yang dikenal menghasilkan Kapas Sutra.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kunjungan awak media ke kediamannya pada Senin (13/04/2026), Oswan memaparkan berbagai hasil kreasi dan penelitiannya. Salah satu fokus utamanya saat ini adalah pengembangan budidaya Kelambi Duri beserta produk pendukungnya berupa media tanam Kompos Plus yang cocok untuk berbagai jenis tanaman hortikultura maupun sayuran.

Permintaan Tinggi, Terhambat Modal

Menurut Oswan,yang benar berkebun ini,minat pasar terhadap produk Kelambi Duri sebenarnya sangat besar. Dirinya mengaku sudah menerima banyak permintaan hingga tawaran kontrak kerja sama. Namun, realisasi bisnis tersebut belum bisa berjalan maksimal lantaran keterbatasan modal usaha.

“Sebenarnya sudah banyak yang pesan, bahkan ada yang minta kontrak. Tapi sayangnya belum bisa terwujud karena kita kekurangan modal,” ungkap Oswan dengan nada prihatin tapi tetap terpancar semangatnya.

Ia menilai, tanaman Kelambi Duri sebenarnya sangat mudah dibudidayakan di tanah Indonesia. Hanya saja, menurutnya, diperlukan kepastian regulasi dan perhatian lebih dari pemerintah agar komoditas ini bisa dikembangkan secara massal dan terstruktur dan terukur

Pengalaman Sebelumnya,Sulit Dapat Tindak Lanjut

Dalam perbincangannya, Oswan yang telah lebih dari 10 tahun mendalami potensi tanaman ini mengaku enggan untuk terus meminta-minta bantuan ke pemerintah. Hal ini bukan tanpa alasan, melainkan berdasarkan pengalaman di masa lalu.

Diceritakannya, sebelumnya dirinya pernah didatangi atau melaporkan potensi ini ke dinas terkait. Namun sayang, kunjungan dan diskusi tersebut tidak berlanjut pada bentuk dukungan nyata atau tindak lanjut yang konkret.

“Saya agak tabu untuk minta-minta. Pernah dulu didatangi dinas terkait, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya. Padahal kalau ini dikembangkan serius, bisa jadi sumber devisa negara yang besar,” tegasnya.

Multifungsi: Penyerap Tumpahan Minyak hingga Tekstil

Keunikan dan keunggulan Kelambi Duri tidak main-main. Menurut penelitian dan uji coba yang pernah dilakukan Oswan, serat kapas sutra dari tanaman ini memiliki daya serap yang sangat tinggi. Salah satu fungsi krusialnya adalah sebagai alat alternatif untuk mengantisipasi dan menangani tumpahan minyak di laut.

“Saat ada limpahan atau tumpahan minyak di lautan lepas, kapas sutra ini bisa dihamparkan. Bahannya mampu menyedot minyak dengan efektif. Ini sudah pernah kami uji coba,” jelasnya.

Selain fungsi lingkungan, hasil olahan Kelambi Duri juga memiliki nilai ekonomi tinggi di sektor tekstil. Seratnya dapat diolah menjadi kain dengan kualitas yang sangat baik dan memenuhi standar ekspor, sehingga berpotensi menembus pasar mancanegara.

Di tengah potensi yang luar biasa tersebut, harapan Oswan semata agar komoditas asli Indonesia ini tidak mati suri dan bisa benar-benar dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat serta kemajuan ekonomi daerah.

(Reporter : Gilang dan Tim)

Editor.       :Nur Kennan Tarigan

Berita Terkait

Warga Lingkungan IX Geruduk Kantor Walikota
Kendaraan Dinas Harus Prima! Kodim Boyolali Jalani Pemeriksaan Ketat dari Paldam Diponegoro
Cara Jurnalistik TMMD Reg 128 Kodim Sragen Dapat Berita di Lokasi TMMD Reg Kodim Sragen. 
Atasi Krisis Air Bersih di Bengkalis, Satgas TMMD Berjibaku Bikin Sumur Bor
Pengadilan Tinggi Diminta Tegas Usut Hakim Subai,Putusan Prapid 41 Melanggar Aturan
*Talud Sepanjang 150 M Telah Rampung Dikerjakan*
Hangat Dan Penuh Kebersamaan, Babinsa Pracimantoro Perkuat Sinergi Dengan Warga Desa Glinggang
Diduga ada setoran ke Oknum APH,PETI di sungai Landak desa pak manyam Beroperasi tanpa Hambatan

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 05:59 WIB

Oknum Aparat Diduga “Bekingi” Penambangan Ilegal, Nama Baik Institusi TNI dan Polri Dipertaruhkan!

Rabu, 29 April 2026 - 13:02 WIB

SKANDAL BBM ILEGAL: Oknum TNI Korem 042/Gapu Diduga Menjadi “Tameng” Bisnis Gelap di Rupit & Pantai

Rabu, 29 April 2026 - 10:06 WIB

Sejak Pasca-Lebaran Cuma Masuk 1 Kali, PLT Kepsek SDN 54 Merangin Ditegur dan Akan Dicopot

Selasa, 28 April 2026 - 07:54 WIB

Polres Merangin dan Brimob Jambi Salurkan Bantuan dan Gelar Kerja Bakti Pascabanjir di Desa Pulau Bayur

Minggu, 26 April 2026 - 05:10 WIB

Teguh Ungkap Polemik Kerjasama Media Diskominfo Merangin: Syarat Rumit Jadi Penghalang

Rabu, 22 April 2026 - 06:04 WIB

Kejanggalan “Data”, Angka Kerjasama Media Diskominfo Merangin Beda Antara 2025 dan 2026, Ada Apa?

Sabtu, 18 April 2026 - 23:29 WIB

Kadisdik Merangin Panggil Kepala Sekolah SD Negeri 54 Terkait Dugaan Minim Absensi

Sabtu, 11 April 2026 - 17:13 WIB

Bandara Muara Bungo Dikepung PETI: Pemerintah dan APH Dituding “Buta dan Tuli” di Balik Bencana Merkuri

Berita Terbaru