Patroli Resmi KPH Mandau di Bandar Jaya Diduga Diadang, Oknum Wartawan dan Kelompok PSHD Muara Dua Disorot

NUR KENNAN BR TARIGAN

- Redaksi

Jumat, 8 Mei 2026 - 22:00 WIB

5036 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SIAK KECIL – BENGKALIS, Nasionaldetik.com

Kegiatan patroli pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang dilakukan tim Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Mandau bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) Panca Warga di Desa Bandar Jaya, Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis, Rabu (6/5/2026), memicu ketegangan di lapangan.

Patroli resmi yang dijalankan berdasarkan Surat Perintah Tugas (SPT) KPH Mandau itu disebut mendapat penolakan dan perdebatan dari kelompok PSHD Desa Muara Dua bersama seorang oknum wartawan yang berada di lokasi kegiatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan tersebut meliputi patroli pencegahan Karhutla, pengawasan illegal logging, serta sosialisasi calon kawasan Perhutanan Sosial (PS) di wilayah Desa Bandar Jaya.

Ketua tim patroli KPH Mandau, Damas, S.IP, menegaskan bahwa kegiatan itu merupakan agenda resmi pemerintah sekaligus tindak lanjut atas permohonan bantuan patroli dari masyarakat melalui KTH Panca Warga.

“KPH Mandau melaksanakan kegiatan menghadiri permohonan bantuan petugas untuk melaksanakan kegiatan patroli pencegahan Karhutla, illegal logging, dan sosialisasi tentang Perhutanan Sosial di Desa Bandar Jaya sesuai Surat Perintah Tugas dari KPH Mandau, ”ujar Damas.

Namun di tengah patroli berlangsung, rombongan KPH Mandau bersama KTH Panca Warga mengaku didatangi kelompok PSHD Desa Muara Dua bersama seorang oknum wartawan yang kemudian mempertanyakan kegiatan patroli tersebut.

Berdasarkan keterangan dalam Berita Acara Patroli KTH Panca Warga, pihak PSHD Desa Muara Dua menolak apabila kawasan Hutan Produksi yang dapat Dikonversi (HPK) dimasukkan ke wilayah Desa Bandar Jaya. Mereka juga disebut berencana menggugat Pemerintah Kabupaten Bengkalis terkait perubahan peta tapal batas wilayah.

Situasi memanas ketika oknum wartawan yang berada bersama kelompok tersebut diduga ikut mempertanyakan tugas patroli yang sedang dijalankan petugas kehutanan di lapangan.

Padahal, pihak KPH Mandau telah menegaskan bahwa kegiatan itu murni patroli Karhutla, pengawasan illegal logging, dan sosialisasi calon Perhutanan Sosial, bukan kegiatan verifikasi teknis maupun penetapan izin kawasan.

Personel KPH Mandau juga menegaskan bahwa proses verifikasi teknis lapangan terhadap usulan Hutan Kemasyarakatan (HKM) KTH Panca Warga hingga kini masih menunggu tahapan resmi pemerintah.

Ketua KTH Panca Warga, Susiono, menyayangkan munculnya pihak-pihak yang dinilai mencoba menghambat kegiatan patroli serta pendampingan pemerintah kepada masyarakat.

“Kami hanya meminta pendampingan patroli dan sosialisasi dari KPH Mandau terkait pencegahan Karhutla dan Perhutanan Sosial. Namun di lapangan justru ada pihak-pihak yang mencoba menggiring persoalan dan mempertanyakan kegiatan resmi pemerintah, ”ujar Susiono, Kamis (7/5/2026), di kediamannya.

Menurut Susiono, apabila terdapat keberatan terkait batas wilayah maupun kawasan hutan, seharusnya ditempuh melalui mekanisme hukum dan administrasi yang berlaku, bukan dengan mendatangi langsung kegiatan patroli pemerintah di lapangan.

“Kami berharap semua pihak bisa menahan diri dan menghormati proses yang sedang berjalan. Jangan sampai kegiatan pencegahan Karhutla dan pengawasan hutan malah dijadikan polemik yang memicu konflik antar masyarakat, ”tegasnya.

Sementara itu, August, warga Bandar Jaya, menilai polemik yang muncul tidak seharusnya terjadi karena masyarakat Bandar Jaya selama ini tidak pernah mengganggu aktivitas kelompok PSHD Desa Muara Dua di kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT).

“Secara garis besar tata letak wilayah atau tapal batas desa, HPT juga masuk wilayah Desa Bandar Jaya. Namun kami sebagai masyarakat tidak keberatan dan tidak pernah mengganggu kawan-kawan HPT Desa Muara Dua, ”kata August.

Ia mempertanyakan alasan kelompok PSHD Desa Muara Dua mempersoalkan proses yang sedang ditempuh KTH Panca Warga di kawasan HPK.

“Tapi kenapa ketika masyarakat Bandar Jaya sedang berproses di HPK melalui skema HKM justru dipersoalkan dan diganggu, ”ujarnya.

Masyarakat berharap polemik kawasan hutan dan batas wilayah dapat diselesaikan melalui jalur resmi tanpa adanya tekanan, provokasi, maupun intervensi yang berpotensi memperkeruh situasi di lapangan.

*Redaksi

Berita Terkait

Sengkarut Dugaan Mark-up HPP Pupuk Bersubsidi, Relawan Rakyat Membela Prabowo Desak Kemenkeu Audit Investigatif PT PSP
Mafia PETI Bukit Hitam Aman Tak Tersentuh Hukum, Di Duga Ada Setoran dan Diduga Ada Keterlibatan Oknum APH
MAUNG Rangkul Kejari Landak, Wujudkan Sinergi Pengawasan Aparatur dan Good Governance
Dugaan Aliran Dana Tambang ke PWI Hal-Sel Picu Sorotan Publik
Wabup ERANI BUKA PINTU LEBAR! Sambut Kedatangan Ketum LSM MAUNG, Bangun Sinergi Kuat
DPRD Kabupaten Sekadau Angkat Bicara Terkait Dana Pajak 19,7 Miliar Belum di Bayarkan PT.MAKMUR PRIMA LESTARI ( MPL )
IWO Indonesesia Banten Kecam Praktik Titip – Menitip SPMB 2026 Uji Nyata Komitmen Gubernur Andra Soni.
Tambang Emas Ilegal Menggurita di Ulu Rawas, Lingkungan Rusak dan Negara Dinilai Mulai Kehilangan Wibawa

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:57 WIB

Sengkarut Dugaan Mark-up HPP Pupuk Bersubsidi, Relawan Rakyat Membela Prabowo Desak Kemenkeu Audit Investigatif PT PSP

Jumat, 8 Mei 2026 - 11:18 WIB

Mafia PETI Bukit Hitam Aman Tak Tersentuh Hukum, Di Duga Ada Setoran dan Diduga Ada Keterlibatan Oknum APH

Jumat, 8 Mei 2026 - 10:26 WIB

MAUNG Rangkul Kejari Landak, Wujudkan Sinergi Pengawasan Aparatur dan Good Governance

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:59 WIB

Dugaan Aliran Dana Tambang ke PWI Hal-Sel Picu Sorotan Publik

Kamis, 7 Mei 2026 - 20:03 WIB

Wabup ERANI BUKA PINTU LEBAR! Sambut Kedatangan Ketum LSM MAUNG, Bangun Sinergi Kuat

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:51 WIB

DPRD Kabupaten Sekadau Angkat Bicara Terkait Dana Pajak 19,7 Miliar Belum di Bayarkan PT.MAKMUR PRIMA LESTARI ( MPL )

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:02 WIB

IWO Indonesesia Banten Kecam Praktik Titip – Menitip SPMB 2026 Uji Nyata Komitmen Gubernur Andra Soni.

Kamis, 7 Mei 2026 - 07:26 WIB

Tambang Emas Ilegal Menggurita di Ulu Rawas, Lingkungan Rusak dan Negara Dinilai Mulai Kehilangan Wibawa

Berita Terbaru