Kegiatan tersebut dilaksanakan di kelurahan sridadi , Kecamatan muara Bulian Kabupaten Batanghari, mulai pukul 13.00 WIB, sebagai bentuk dukungan terhadap Program Asta Cita Presiden RI dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Kapolres Batang hari ,AKBP Arya Tesa Brahmana, S.I.K.sekda Batanghari,mula p rambe SH,MH. Unsur Camat ,unsur TNI, unsur Forkopimda,dan lainnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan mengikuti Zoom Meeting nasional yang terhubung langsung dengan agenda Presiden RI bersama Kapolri dalam kegiatan groundbreaking pembangunan 10 gudang ketahanan pangan Polri, launching operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri, serta panen raya jagung serentak se-Indonesia.
Dalam arahannya, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui pembangunan ekosistem pertanian jagung yang terintegrasi, mulai dari penyiapan lahan, penyediaan bibit, perawatan tanaman hingga penyerapan hasil panen petani.
Polri juga menghadirkan berbagai inovasi teknologi pertanian modern seperti vertical dryer, mobil pemipil, soil tester, pompa tenaga surya, atmospheric water generator hingga mobile rotary dryer guna meningkatkan efisiensi hasil pertanian dan kualitas pasca-panen.
Selain itu, Kapolri menyampaikan bahwa operasional SPPG Polri menggunakan Compressed Natural Gas (CNG) yang lebih efisien, aman dan ramah lingkungan. Seluruh operasional SPPG juga telah memenuhi standar keamanan pangan melalui sertifikasi penjamah makanan, laik higienis sanitasi, jaminan produk halal serta uji laboratorium air.
Dalam mendukung kesejahteraan petani, Polri turut memfasilitasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui kerja sama dengan perbankan Himbara guna membantu permodalan para petani.
Sementara itu, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam sambutannya menekankan bahwa kedaulatan pangan merupakan fondasi utama ketahanan dan keamanan negara.
Menurut Presiden, sebuah bangsa tidak akan mampu berdiri mandiri tanpa kemampuan memproduksi pangan secara berkelanjutan. Presiden juga mengapresiasi langkah dan inovasi Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, termasuk pemanfaatan limbah pertanian dan teknologi pupuk yang membantu meningkatkan produktivitas petani.
Presiden turut menegaskan bahwa TNI dan Polri harus hadir dekat dengan masyarakat serta aktif membantu rakyat, khususnya dalam mendukung program ketahanan pangan di lapangan. Selain itu, Presiden juga menginstruksikan agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaksanakan secara tertib, bersih dan bebas dari penyimpangan.
Kegiatan nasional tersebut ditandai dengan penekanan tombol sirene sebagai simbol groundbreaking pembangunan 10 gudang ketahanan pangan Polri dan peresmian operasional 166 SPPG Polri di berbagai daerah.