Nasionaldetik.com – Lampung Selatan – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organisasi Angkutan Darat (Organda) Lampung Selatan menggelar acara halalbihalal bersama jajaran pengurus dan anggota di ruang homestay Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, Selasa (28/4/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum silaturahmi sekaligus membahas keberlangsungan operasional angkutan umum, khususnya angkutan desa (angdes) di kawasan Pelabuhan Bakauheni.
Dalam sambutannya, Ketua DPC Organda Lampung Selatan, KMS H. Ivan Rizal, mengungkapkan rencana penerapan sterilisasi kawasan pelabuhan oleh pihak ASDP. Menurutnya, sterilisasi dilakukan untuk menata pihak-pihak yang berada di area pelabuhan, baik penumpang maupun kendaraan yang telah memiliki tiket penyeberangan.
“Sterilisasi ini bertujuan untuk penataan. Ada penumpang, kendaraan, dan pihak-pihak yang memang sudah teridentifikasi berada di dalam kawasan pelabuhan,” jelasnya.
Ivan menegaskan, pihak Organda mendukung kebijakan tersebut dan tidak pernah mempersulit. Namun demikian, ia berharap adanya perhatian dan dukungan dari Dinas Perhubungan (Dishub) Lampung Selatan agar angkot dapat kembali beroperasi secara resmi di Pelabuhan Bakauheni.
Ia menyebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dishub dan mengusulkan agar para pengemudi angkot diberikan pembinaan serta akses berupa pas masuk pelabuhan melalui rekomendasi kepada ASDP.
“Kami berharap ada dukungan dari Dishub untuk pembinaan angkot. Kemudian, bisa diteruskan ke ASDP agar pengemudi mendapatkan pas masuk pelabuhan,” ujarnya.
Menurut Ivan, dengan adanya pembinaan dan legalitas tersebut, angkutan desa (angdes) dapat kembali beroperasi dengan tertib serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Lebih lanjut, ia menyoroti kondisi angkutan umum pascapandemi Covid-19 yang mengalami penurunan signifikan. Oleh karena itu, Organda mendorong adanya langkah strategis melalui kerja sama dengan pemerintah dan stakeholder terkait untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
“Ke depan, Organda harus punya formula agar bisa bertahan. Salah satunya dengan memperbaiki pelayanan, termasuk penggunaan identitas, seragam, dan atribut bagi pengemudi,” katanya.
Ia juga menambahkan, meskipun banyak angkot yang sudah tidak memiliki trayek, keberadaannya masih sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya untuk angkutan jarak dekat.
“Kita ingin angkot tetap ada dan tertib. Dengan identitas yang jelas, pelayanan bisa lebih baik dan jika terjadi sesuatu lebih mudah diketahui,” tambahnya.
Kegiatan halalbihalal tersebut dihadiri sekitar 100 pengemudi angkutan desa serta jajaran pengurus Organda Lampung Selatan, dan ditutup dengan doa bersama serta pembagian pas masuk pelabuhan kepada para pengemudi angkutan desa yang hadir.
Reporter ISM







































