Dugaan Ada Keterlibatan Oknum Aparat dalam Penolakan Gereja di Lampung, PNIB Turunkan Tim Investigasi

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Senin, 27 April 2026 - 20:43 WIB

5032 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nasional detik.com  — ‎Organisasi kemasyarakatan Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) mengecam keras dugaan aksi intoleransi terkait penolakan pembangunan Gereja (GPI) di Jalan Turi Raya, Tanjung Senang, Bandar Lampung.

‎PNIB mensinyalir adanya keterlibatan oknum aparat dan pembiaran oleh otoritas setempat dalam kasus ini.

‎Ketua Umum PNIB, AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal) beserta tim menyatakan pihaknya telah terjun langsung menemui panitia pembangunan gereja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Berdasarkan investigasi awal, ditemukan surat penolakan tertanggal 3 November 2025 yang baru diserahkan kepada pihak gereja pada 27 Maret 2026.

‎”Kami menemukan fakta dugaan keterlibatan oknum polisi aktif berinisial AA dalam surat penolakan yang ditandatangani 91 warga tersebut.

‎Selain itu, tanda tangan warga diduga hanya ditulis oleh beberapa orang saja,” kata Gus Wal, dalam keterangan tertulisnya Senin (27/4/2026).

‎PNIB menyayangkan kasus intoleransi kembali berulang di Bandar Lampung.

‎Gus Wal mendesak adanya sanksi berat jika terbukti ada keterlibatan oknum aparat hukum maupun pemerintah dalam menghambat pendirian rumah ibadah.

‎Hingga saat ini, PNIB menyebut belum ada klarifikasi resmi maupun tindakan tegas dari pihak Polda Lampung terkait keterlibatan oknum anggotanya.

‎PNIB menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama di hadapan undang-undang untuk menjalankan ibadah sesuai kepercayaan masing-masing.

‎ “Tidak ada alasan bagi masyarakat maupun aparatur untuk menolak pendirian rumah ibadah selama panitia sudah memenuhi syarat dalam Peraturan Bersama (PB) 2 Menteri.

‎Kami minta kasus ini diusut tuntas demi menjaga kerukunan di Lampung,” pungkasnya.

Berita Terkait

Tinjau SMPN 2 Tirtayasa, Bupati Serang Pastikan 3 Ruang Kelas Direvitalisasi Tahun Ini
Judi Tembak Ikan Cici GBM99 ‘Dipelihara’ Menjamur di Belawan, Warga Resah Aparat Dinilai Tutup Mata
MAHKAMAH KONSTITUSI DISERET, PRAPERADILAN 41 JADI TAMENG, 7 OKNUM POLRI TERSERET SKANDAL ISHAK HAMZAH
Satres Narkoba Gerebek Dua Sarang Narkoba Bantaran Rel
Dilema Swasembada Pangan di Balik Dentuman Peluru,Warga Desak Modernisasi Safety Lapangan Tembak
Selamat Milad ke 46 Tahun Bupati Sambas, RAJAWALI Panjatkan Doa Agar Senantiasa Sehat dan Berjaya Memimpin Daerah
PERUBAHAN STRUKTUR ORGANISASI, RIDWAN DIKUKUHKAN PIMPIN LSM MAUNG SANGGAU
Dies Natalis GMNI ke-72, Mahasiswa Nyatakan Dukungan untuk Program Polda Riau dan Stabilitas Daerah

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 09:46 WIB

JALAN RAKYAT DIHANCURKAN DEMI CUAN TAMBANG, PEMKAB MALANG TUTUP MATA?

Rabu, 22 April 2026 - 06:11 WIB

Malang “Kota Pelajar” atau “Kota Terbiar”? Tim Investigasi GPN Kecam Buruknya Tata Ruang dan Pembiaran Fasilitas Publik

Selasa, 21 April 2026 - 18:38 WIB

Taruna Akmil & Prajurit Divisi 2 Lari Pagi Gembira

Minggu, 19 April 2026 - 02:12 WIB

Respon Cepat Laporan Masyarakat, Polsek Kedungkandang Bubarkan Aksi Balap Liar di Kawasan Buring

Jumat, 17 April 2026 - 14:51 WIB

Saksi Kasus Bendungan Lahor “Serang Balik” Penyidik: Sebut Laporan Mengada-ada dan Tuntut Jembatan Gratis

Kamis, 16 April 2026 - 21:19 WIB

JEJARING KEKUASAAN DI KABUPATEN MALANG : “Bupati Sanusi Lantik Anak Kandung Kepala DLH, Publik Soroti Praktik KKN”

Selasa, 14 April 2026 - 19:11 WIB

PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG POLINDES-POSYANDU MANDUL, PEMDES SUMBERMANJING WETAN KILAH TUNGGU HASIL INSPEKTORAT

Sabtu, 11 April 2026 - 06:19 WIB

KELALAIAN KEAMANAN? RUMAH WARGA DI RINGIN KEMBAR DI BOBOL SAAT PENGHUNI SALAT SUBUH

Berita Terbaru

ACEH BARAT DAYA

Pembangunan Rumah Nurhabibah Terus Dikebut, Kini Capai 13,3 Persen

Senin, 27 Apr 2026 - 20:44 WIB

ACEH BARAT DAYA

Letkol Rana Ajak Prajurit Bersungguh-sungguh Sukseskan TMMD

Senin, 27 Apr 2026 - 19:59 WIB