MENYEDIHKAN KEMBALI TERCORENG :”Kemenangan Rakyat”: Wali Kota Madiun Terjaring OTT KPK di Awal Masa Jabatan

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Senin, 19 Januari 2026 - 18:21 WIB

50135 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com, – Belum genap seumur jagung setelah dilantik kembali pasca-Pilkada 2024, Wali Kota Madiun, Maidi, justru tersandung skandal memuakkan. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang membongkar tabir gelap di balik pengelolaan dana publik dan CSR di Kota Madiun.

Wali Kota Madiun, Maidi, beserta 14 orang lainnya (termasuk pejabat pemkot dan pihak swasta). Maidi, yang baru saja memenangkan mandat rakyat pada November 2024, kini justru menjadi simbol pengkhianatan terhadap amanah tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan suap “uang jatah” (fee proyek) dan penyelewengan dana Corporate Social Responsibility (CSR). Praktik ini mengindikasikan adanya sistem “upeti” yang terstruktur dalam birokrasi Madiun.

Operasi dilakukan di beberapa titik di Kota Madiun, Jawa Timur, sebelum akhirnya sembilan orang diboyong ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, untuk pemeriksaan mendalam.

Senin, 19 Januari 2026. Penangkapan dilakukan di saat publik menaruh harapan besar pada kepemimpinan periode kedua yang baru saja dimulai.

Diduga kuat sebagai upaya memperkaya diri melalui “pajak ilegal” atas proyek-proyek daerah. Lebih miris lagi, dana CSR yang seharusnya menjadi hak sosial masyarakat justru diduga dikelola secara koruptif untuk kepentingan segelintir elite.

KPK bergerak setelah memantau adanya transaksi mencurigakan. Dalam operasi tersebut, tim menyita barang bukti uang tunai senilai ratusan juta rupiah yang diduga sebagai bagian dari komitmen fee proyek yang telah diatur.

“CSR Bukan Celengan Pribadi”
Kasus ini menunjukkan betapa rapuhnya sistem pengawasan internal di Pemerintah Kota Madiun. Dana CSR, yang merupakan kewajiban perusahaan untuk pembangunan masyarakat, kerap menjadi “lahan basah” karena pengelolaannya yang sering kali kurang transparan dibandingkan APBD.

Maidi bukan hanya menghadapi ancaman penjara, tetapi juga telah mencoreng legitimasi hasil Pilkada 2024. Rakyat Madiun kini dihadapkan pada kenyataan pahit: pemimpin yang mereka pilih justru terjaring dalam skandal “uang jatah” di hari-hari pertama masa jabatannya.

Tim investigasi Redaksi

Berita Terkait

Prajurit Kavaleri TNI AD di Madiun Raya Tunjukkan Soliditas Lewat Aksi Sosial
Setelah Tertutup Longsor, Akses Dusun Ngukir Kembali Terbuka Berkat Gotong Royong TNI dan Warga
Madiun Darurat Integritas: Wali Kota Terpilih dan Jejaring Birokrasi Terjaring Operasi KPK
Korem 081/DSJ Targetkan 2.145 Koperasi Merah Putih Terbangun di Jajarannya
ADA APA PEMERINTAHAN MADIUN TUTUP MATA TELINGA: Cafe Aries Madiun: Simbol Lemahnya Penegakan Hukum dan Pengabaian Ketenangan Warga
DARURAT TATA KELOLA DESA Menguak Tabir Kebocoran Anggaran dan Politisasi Dana Desa di Kabupaten Madiun Tahun 2025
Olahraga Bersama, Persit KCK Koorcab Rem 081 Rawat Kebugaran dan Kebersamaan

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 18:54 WIB

PELAKU PELANGGARAN HAM BERAT JABAT KABAG WASIDIK POLDA SULSEL

Kamis, 16 April 2026 - 18:09 WIB

Bentuk Upaya Ketahanan Pangan, Satgas Yonif 643/Wns Tanam Jagung

Kamis, 16 April 2026 - 17:54 WIB

*Dandim 0209/LB Jalin Silaturahmi dengan Tokoh Masyarakat di NA IX-X, Perkuat Sinergi dan Kebersamaan*

Kamis, 16 April 2026 - 17:43 WIB

Refleksi Hari Seni dan Budaya Internasional, Menjaga Warisan Luhur di Tengah Arus Modernisasi

Kamis, 16 April 2026 - 14:24 WIB

Ratusan Massa FOKAL Luwu Raya Kepung Pengadilan Negeri Palopo, Putusan Ditunda Dua Pekan

Kamis, 16 April 2026 - 13:17 WIB

Pedagang Gelar Aksi Damai di Pemkab OKU, Tuntut Pencopotan Direktur Perumda Pasar Dan kepala Unit Pasar Lama

Kamis, 16 April 2026 - 10:15 WIB

PT Sawindo Diduga “Rampok” Lahan Desa Masing Lewat Pintu Tetangga,Hermanius Burunaung,Polisi Jangan Jadi Tameng Pembungkaman!

Kamis, 16 April 2026 - 08:47 WIB

SKANDAL ‘SIPLAH FIKTIF’: Tim Rambo dan Garuda Perkasa Desak Presiden Bongkar Sindikat Dana BOS di Kabupaten Tangerang!

Berita Terbaru