Jateng Bakal Miliki Mega Farm Sapi Perah Terbesar di Indonesia, Seluas 710 Hektare dan 30.000 Ekor

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Kamis, 16 April 2026 - 20:20 WIB

5050 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semarang, nasionaldetik.com

Jawa Tengah bersiap mencatat lompatan besar dalam sektor ketahanan pangan nasional melalui rencana pembangunan peternakan sapi perah terpadu berskala besar di Kabupaten Brebes. Proyek strategis ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.

Investasi yang digarap PT Global Dairy Bersama (GDB), bagian dari Djarum Group, tersebut diyakini tidak hanya akan meningkatkan produksi susu nasional, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian daerah secara signifikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya sebagai gubernur sangat mendukung. Kita harus support agar Brebes menjadi kabupaten yang berdaya saing,” ujar Ahmad Luthfi saat menerima audiensi Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian bersama jajaran GDB di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Kamis (16/4/2026).

Menurutnya, Jawa Tengah saat ini menjadi salah satu tujuan utama investasi, baik dari dalam maupun luar negeri. Kondisi keamanan yang kondusif, kepastian hukum, kemudahan perizinan, serta tenaga kerja yang kompetitif menjadi faktor utama daya tarik tersebut.

Lebih lanjut, Ahmad Luthfi menegaskan, pemerintah daerah membuka ruang luas bagi investasi yang mendukung swasembada pangan, termasuk sektor peternakan sapi perah.

“RPJM 2026 kita fokus pada swasembada pangan, termasuk susu. Maka investasi seperti ini sangat strategis,” tegasnya.

Direktur Jenderal PKH Kementerian Pertanian, Agung Suganda, mengungkapkan, proyek ini berpotensi menjadi mega farm sapi perah terbesar di Indonesia, dengan kapasitas lebih dari 30.000 ekor sapi.

“Jika terwujud, ini akan menjadi yang terbesar. Saat ini, peternakan terbesar dalam satu hamparan baru sekitar 20.000 ekor,” ujarnya.

Ia menjelaskan, mega farm tersebut diproyeksikan mampu menyumbang hingga 18 persen produksi susu nasional. Saat ini, produksi susu dalam negeri baru mencapai sekitar 1 juta ton per tahun, jauh dari kebutuhan nasional sebesar 4,7 juta ton.

“Artinya, sekitar 80 persen masih impor. Kehadiran proyek ini akan sangat membantu menekan ketergantungan tersebut,” jelasnya.

Selain itu, proyek ini juga berpotensi mendongkrak posisi Jawa Tengah dalam peta produksi susu nasional. Saat ini, Jawa Tengah berada di peringkat ketiga setelah Jawa Timur dan Jawa Barat.

“Ke depan, Jawa Tengah bisa naik ke peringkat dua, bahkan menyamai Jawa Timur,” tambah Agung.

Pemerintah pusat, lanjutnya, telah menyiapkan berbagai dukungan, mulai dari penyediaan bibit sapi impor dari sejumlah negara hingga penguatan sistem kesehatan hewan guna mencegah penyakit seperti PMK dan LSD.

Sementara itu, perwakilan PT GDB, Ihsan Mulia Putri, menyampaikan, proyek ini dirancang sebagai peternakan modern berbasis teknologi dengan konsep berkelanjutan dan terintegrasi.

“Ini bukan sekadar peternakan, tetapi ekosistem dari hulu ke hilir,” ujarnya.

Mega farm yang akan dibangun di atas lahan seluas 710 hektare ini mengusung konsep close loop system, di mana limbah ternak diolah menjadi biogas sebagai sumber energi, dan residunya dimanfaatkan sebagai pupuk. Sistem daur ulang air juga akan diterapkan untuk efisiensi sumber daya.

Proyek ini ditargetkan memiliki populasi sekitar 28.000 sapi perah dengan produksi mencapai 180.000 ton susu per tahun. Selain itu, akan dibangun fasilitas pengolahan susu, pabrik pakan, serta kawasan perkebunan jagung untuk mendukung kebutuhan pakan ternak.

“Kontribusinya terhadap produksi nasional bisa mencapai 18 persen, dan untuk Jawa Tengah bisa meningkatkan produksi hingga dua kali lipat,” ungkap Ihsan.

Dari sisi sosial ekonomi, proyek ini diproyeksikan melibatkan sekitar 5.000 petani untuk penyediaan pakan di lahan 2.000 hektare, serta menggandeng sekitar 8.000 peternak dalam pengembangan sapi perah.

“Ini juga bentuk pemberdayaan masyarakat,” tegasnya.

Persiapan lahan akan dimulai pada Juni 2026, sementara pembangunan ditargetkan rampung pada akhir 2027. Produksi perdana (first milking) dijadwalkan berlangsung pada Desember 2027.

Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, menyambut baik investasi tersebut dan menyebutnya sebagai peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Ini kebanggaan bagi kami. Investasi ini berskala nasional dan bisa menjadi solusi pengentasan kemiskinan di Brebes,” ujarnya.

Ia berharap proyek ini mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan warga, serta memperkuat sektor peternakan sebagai pilar ketahanan pangan daerah.

“Kami siap mendukung penuh sesuai kewenangan dan regulasi yang berlaku,” ungkapnya.

Mrs.

Berita Terkait

Langkah Damai di Bumi Panipahan: Kapolda Riau Minta maaf Pasca Unjuk Rasa Hadir Dengarkan dan Pulihkan Kepercayaan Publik
PELANTIKAN PENGURUS PPDI KECAMATAN PANGKAH MASA BAKTI 2026–2029 BERLANGSUNG KHIDMAT
Kapolres Kendal Silaturahmi dengan PTPN IX Merbuh, Bahas Pengamanan dan Kondusivitas Wilayah
Babinsa Ajak Warga: Kebersihan Sungai Cerminan Kesehatan Masyarakat
TERKAM DPP LSM MAUNG: Jeritan Warga Sintang, Minta KDM Hadiahkan Musik Buat Resmikan Jalan
Konsistensi dan Komitmen Berantas Narkoba, Pungli dan Hp, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Bandar Lampung Pimpin Langsung Deteksi Dini di Blok Hunian
Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran Dampingi Gubernur Tinjau Pelebaran Jalan Wisata Pesisir, Dorong Akses Pariwisata Lebih Optimal
Polda Lampung Gelar Simulasi Rayonisasi Polres dan Penanganan Unjuk Rasa dalam Rangka Antisipasi May Day 2026

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 18:54 WIB

PELAKU PELANGGARAN HAM BERAT JABAT KABAG WASIDIK POLDA SULSEL

Kamis, 16 April 2026 - 18:09 WIB

Bentuk Upaya Ketahanan Pangan, Satgas Yonif 643/Wns Tanam Jagung

Kamis, 16 April 2026 - 17:54 WIB

*Dandim 0209/LB Jalin Silaturahmi dengan Tokoh Masyarakat di NA IX-X, Perkuat Sinergi dan Kebersamaan*

Kamis, 16 April 2026 - 17:43 WIB

Refleksi Hari Seni dan Budaya Internasional, Menjaga Warisan Luhur di Tengah Arus Modernisasi

Kamis, 16 April 2026 - 14:24 WIB

Ratusan Massa FOKAL Luwu Raya Kepung Pengadilan Negeri Palopo, Putusan Ditunda Dua Pekan

Kamis, 16 April 2026 - 13:17 WIB

Pedagang Gelar Aksi Damai di Pemkab OKU, Tuntut Pencopotan Direktur Perumda Pasar Dan kepala Unit Pasar Lama

Kamis, 16 April 2026 - 10:15 WIB

PT Sawindo Diduga “Rampok” Lahan Desa Masing Lewat Pintu Tetangga,Hermanius Burunaung,Polisi Jangan Jadi Tameng Pembungkaman!

Kamis, 16 April 2026 - 08:47 WIB

SKANDAL ‘SIPLAH FIKTIF’: Tim Rambo dan Garuda Perkasa Desak Presiden Bongkar Sindikat Dana BOS di Kabupaten Tangerang!

Berita Terbaru