Madiun Darurat Integritas: Wali Kota Terpilih dan Jejaring Birokrasi Terjaring Operasi KPK

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Senin, 19 Januari 2026 - 19:59 WIB

50112 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com,– 19 Januari 2026 Integritas birokrasi di Kota Madiun berada di titik nadir. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan tindakan tegas dengan mengamankan 15 orang dalam sebuah operasi yang mengungkap dugaan praktik lancung di lingkaran kekuasaan tertinggi kota tersebut.

Skandal ini menyeret Wali Kota Madiun periode 2025–2030, Dr. Drs. H. Maidi, sebagai aktor sentral. Tidak sendirian, ia “ditemani” oleh gerbong birokrasinya, mulai dari level strategis hingga teknis, termasuk Kepala Dinas PUPR (Thariq Megah), ajudan, staf Satpol PP, hingga perwakilan Disparpora. Keterlibatan pihak swasta/kontraktor mempertegas adanya simbiosis mutualisme ilegal dalam proyek-proyek daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan suap dan gratifikasi. Penangkapan ini bukan sekadar pengamanan individu, melainkan pembongkaran paksa terhadap “kotak pandora” tata kelola pemerintahan yang diduga korup, di mana jabatan publik dijadikan komoditas transaksi dengan pihak kontraktor.

Operasi dilakukan di wilayah Kota Madiun, namun eskalasi penanganan langsung ditarik ke pusat. Sebanyak 9 orang utama langsung digelandang ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, untuk pemeriksaan mendalam, sementara pejabat tinggi lainnya seperti Sekda (Soeko Dwi Handiarto) diperiksa di Madiun.

Penangkapan dilakukan di tengah masa transisi atau awal periode kepemimpinan baru (2025–2030). Hal ini menjadi ironi besar, mengingat mandat rakyat baru saja diberikan, namun justru dinodai oleh dugaan praktik rasuah di awal masa jabatan.

Kuat dugaan adanya pengaruh besar dari sektor infrastruktur (PUPR) dan pariwisata yang menjadi celah bancakan. Masuknya nama-nama dari Dinas PUPR dan pihak kontraktor mengindikasikan bahwa proyek fisik daerah masih menjadi “lahan basah” utama untuk praktik setoran dan komitmen fee.

Penangkapan ini melumpuhkan kepercayaan publik terhadap Pemkot Madiun. Dengan diamankannya Wali Kota, Kepala Dinas, hingga Sekda yang diperiksa, roda pemerintahan terancam pincang. KPK kini memiliki waktu krusial untuk membuktikan seberapa dalam akar korupsi ini merayap di birokrasi Madiun.

Keterlibatan berbagai elemen—mulai dari pimpinan, dinas teknis, hingga pengamanan (Satpol PP)—menunjukkan adanya indikasi korupsi sistemik. Ini bukan sekadar oknum, melainkan sebuah pola yang melibatkan lintas sektoral.

Publik kini menunggu keberanian KPK untuk tidak hanya berhenti pada penangkapan, tetapi juga menelusuri aliran dana hingga ke akar-akarnya.

Tim investigasi Redaksi

 

Berita Terkait

Prajurit Kavaleri TNI AD di Madiun Raya Tunjukkan Soliditas Lewat Aksi Sosial
Setelah Tertutup Longsor, Akses Dusun Ngukir Kembali Terbuka Berkat Gotong Royong TNI dan Warga
MENYEDIHKAN KEMBALI TERCORENG :”Kemenangan Rakyat”: Wali Kota Madiun Terjaring OTT KPK di Awal Masa Jabatan
Korem 081/DSJ Targetkan 2.145 Koperasi Merah Putih Terbangun di Jajarannya
ADA APA PEMERINTAHAN MADIUN TUTUP MATA TELINGA: Cafe Aries Madiun: Simbol Lemahnya Penegakan Hukum dan Pengabaian Ketenangan Warga
DARURAT TATA KELOLA DESA Menguak Tabir Kebocoran Anggaran dan Politisasi Dana Desa di Kabupaten Madiun Tahun 2025
Olahraga Bersama, Persit KCK Koorcab Rem 081 Rawat Kebugaran dan Kebersamaan

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 18:54 WIB

PELAKU PELANGGARAN HAM BERAT JABAT KABAG WASIDIK POLDA SULSEL

Kamis, 16 April 2026 - 18:09 WIB

Bentuk Upaya Ketahanan Pangan, Satgas Yonif 643/Wns Tanam Jagung

Kamis, 16 April 2026 - 17:54 WIB

*Dandim 0209/LB Jalin Silaturahmi dengan Tokoh Masyarakat di NA IX-X, Perkuat Sinergi dan Kebersamaan*

Kamis, 16 April 2026 - 17:43 WIB

Refleksi Hari Seni dan Budaya Internasional, Menjaga Warisan Luhur di Tengah Arus Modernisasi

Kamis, 16 April 2026 - 14:24 WIB

Ratusan Massa FOKAL Luwu Raya Kepung Pengadilan Negeri Palopo, Putusan Ditunda Dua Pekan

Kamis, 16 April 2026 - 13:17 WIB

Pedagang Gelar Aksi Damai di Pemkab OKU, Tuntut Pencopotan Direktur Perumda Pasar Dan kepala Unit Pasar Lama

Kamis, 16 April 2026 - 10:15 WIB

PT Sawindo Diduga “Rampok” Lahan Desa Masing Lewat Pintu Tetangga,Hermanius Burunaung,Polisi Jangan Jadi Tameng Pembungkaman!

Kamis, 16 April 2026 - 08:47 WIB

SKANDAL ‘SIPLAH FIKTIF’: Tim Rambo dan Garuda Perkasa Desak Presiden Bongkar Sindikat Dana BOS di Kabupaten Tangerang!

Berita Terbaru