Menjaga Muktamar NU Dalam Irsyad Ulama, Persatuan dan Kemandirian Forum Pengawal Muktamar NU Ke-35

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Selasa, 21 Juli 2026 - 08:10 WIB

5075 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yogyakarta, nasionaldetik.com

Nahdlatul Ulama sedang memasuki fase penting yang akan menentukan arah jam’iyyah, marwah ulama, dan mutu khidmah kepada umat, bangsa, serta dunia. Muktamar sebagai permusyawaratan tertinggi harus menjadi ruang membaca tantangan zaman, mengevaluasi organisasi, memperbarui persaudaraan, dan menetapkan arah perjuangan berdasarkan kemaslahatan, dengan hikmah, ilmu, serta tanggung jawab sejarah sebagai pijakan.
Munculnya sejumlah kandidat merupakan dinamika organisasi yang sah. Namun, kompetisi tanpa nilai bersama dapat menajamkan perbedaan, menyuburkan hoaks dan prasangka, serta menyeret jamaah dan struktur NU ke dalam spiral permusuhan. Muktamar tidak boleh direduksi menjadi perebutan kepemimpinan; amanat utamanya ialah menjaga persatuan, memperkuat kelembagaan, dan melahirkan keputusan yang menjawab persoalan internal NU, penguatan Aswaja, kehidupan kebangsaan, serta perubahan tata dunia.
Dalam keadaan ini, para kiai sepuh berkedudukan penting sebagai penjaga kebijaksanaan dan keseimbangan jam’iyyah. Rasulullah saw. bersabda, البركة مع أكابركم, ‘keberkahan bersama orang-orang tua dan para pembesar kalian,’ sebagaimana dinukil Ibn Hibban dan al-Hakim. Al-Munawi menjelaskan bahwa mereka matang oleh ilmu dan pengalaman sehingga pandangan serta petunjuknya layak dijadikan pedoman.
Imam al-Ghazali dalam Ihya Ulumiddin menegaskan, فأدلة الطريق هم العلماء الذين هم ورثة الأنبياء, ‘para penunjuk jalan adalah ulama, pewaris para nabi.’ Karena itu, kehadiran kiai sepuh dalam muktamar bukan untuk formalitas, tetapi sebagai sumber irsyad untuk membantu peserta membedakan kepentingan sesaat dari kemaslahatan jam’iyyah dan jamaah.
Atas dasar itu, Forum Pengawal Muktamar NU Ke-35 menyerukan seluruh kekuatan NU menahan diri, menghentikan politik saling meniadakan, dan mengembalikan muktamar kepada khittah permusyawaratan ulama, 20/7/26.

Muktamar harus menjadi jalan islah, penguatan kelembagaan, dan penyatuan Langkah, dalam menjawab tantangan ke depan. Forum menyampaikan tiga tuntutan pokok untuk menjaga marwah muktamar dan masa depan NU.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

1. Kiai Sepuh Nusantara Turun Gunung Memberikan Irsyad
Forum memohon dengan takzim agar para kiai sepuh dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua berkenan turun gunung, hadir bersama, dan memberikan kearifan, irsyad, serta panduan sejak persiapan, selama persidangan, hingga setelah muktamar. Pengalaman, keluasan ilmu, ketajaman batin, dan jarak dari kepentingan praktis merupakan modal moral untuk menjaga muktamar dalam koridor akhlak, ilmu, dan kemaslahatan.
Para kiai sepuh diharapkan merumuskan pedoman moral, memediasi ketegangan antarkelompok, mengingatkan para kandidat, serta memastikan keputusan organisasi lahir dari akhlak, ilmu, dan hikmah. Tanpa keterlibatan aktif mereka, kontestasi dikhawatirkan mengeras, memecah persaudaraan, dan menimbulkan spiral permusuhan hingga ke wilayah, cabang, dan jamaah. Turun gunungnya para kiai sepuh menjadi ikhtiar agar perbedaan pilihan tidak berubah menjadi keretakan jam’iyyah.

2. Pertemuan Kandidat untuk Ittihadul-Qulub dan Platform Bersama
Forum menyerukan seluruh kandidat yang telah muncul segera bertemu secara terbuka, setara, dan penuh persaudaraan untuk membangun ittihadul-qulub (kesatuan hati), ittihadul-afham wal-afkar (kesatuan pemahaman dan gagasan), serta ittihadul-harakah (kesatuan gerak). Pertemuan harus melahirkan platform bersama mengenai pembenahan tata kelola, supremasi ulama, kemandirian ekonomi, integrasi pendidikan NU, kaderisasi, pelayanan jamaah, advokasi kebijakan publik, penguatan masyarakat sipil, diplomasi keadilan, dan pembelaan terhadap Palestina.
Platform tersebut menjadi akad moral yang dijalankan siapa pun penerima mandat. Dengan demikian, muktamar melampaui logika kalah-menang: pemenang memimpin pelaksanaan agenda, sedangkan kandidat lain tetap menjadi kekuatan kolektif NU. Kepemimpinan berikutnya harus rekonsiliatif, merangkul seluruh unsur jam’iyyah, menutup politik balas dendam, dan berkomitmen melakukan pembenahan menyeluruh.

*3. Meneguhkan Kemandirian dan Kedaulatan Muktamar*Forum mendesak Muktamar NU Ke-35 menegaskan kemandirian NU dalam menentukan arah perjuangan berdasarkan ideologi Aswaja, hikmah, ilmu, Qonun Asasi, Khittah, dan pengalaman sejarah jam’iyyah. NU memiliki tradisi keilmuan, mekanisme permusyawaratan, dan otoritas ulama untuk menentukan kepemimpinannya secara merdeka serta bertanggung jawab.
Karena itu, Forum menolak intervensi otoritas struktural, kekuatan politik, permainan uang, dan jaringan kekuasaan dari luar NU yang memengaruhi pencalonan, pilihan muktamirin, atau keputusan persidangan. Relasi NU dengan negara serta kekuatan sosial-politik harus konstruktif, kritis, bermartabat, berbasis kemitraan strategis, dan tetap menjaga jarak yang sehat.
Kemandirian muktamar harus dijamin melalui tata kelola transparan, pendanaan yang dapat dipertanggungjawabkan, kebebasan suara muktamirin, pencegahan transaksi politik, dan pengawasan bersama terhadap intervensi. Muktamar yang merdeka, berintegritas, serta dipandu ulama akan melahirkan kepemimpinan berlegitimasi moral, mampu mengemban amanat jamaah, dan menjawab tantangan zaman saat ini dan ke depan.

*Forum Pengawal Muktamar NU Ke-35*
_Menjaga Hikmah, Merawat Persatuan, Meneguhkan Kemandirian NU_

Nur Choliq Ridwan
Koordinator.

Red.

Berita Terkait

Kolom Abu GAK Capai 14,6 Km, BPBD Lamsel Perkuat Kesiapsiagaan
Muara Bahari CUP 2026 Resmi Dibuka, 16 TIM Siap Berkompetisi
Penguatan Koperasi Merah Putih di Jambi Jadi Bagian dari Implementasi Asta Cita
“Plt Bupati Tulungagung Resmikan Gempita, Perkuat Promosi Produk UMKM Lokal”
Pemkot Lubuklinggau Bantu Petani 25.000 Bibit Karet
Babinsa Turun Tangan, 15.000 Liter Air Bersih Digelontorkan untuk Warga Poleng yang Dilanda Kekeringan
Tingkatkan Kondusivitas Daerah, Plt. Bupati Ahmad Baharudin Ajak Warga Jaga Ketentraman Lewat Sinergi Jogo Tulungagung
LPAKN RI PROJAMIN Tanggamus Desak PPK ,BMBK PUPR Lampung ,Ukur Ulang Ketebalan Aspal Ruas Kuripan – Simpang Kota Agung

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 22:41 WIB

Laporan dan Imbauan Pers: Erupsi Gunung Anak Krakatau

Sabtu, 5 September 2026 - 21:55 WIB

IWOI Kabupaten Serang Pertanyakan Keseriusan Penerapan K3: Jangan Sampai Proyek Pendidikan Mengabaikan Keselamatan Pekerja

Sabtu, 5 September 2026 - 21:17 WIB

TNI di Puhpelem Berikan Pelatihan Ketarunaan kepada Siswa SMKN 1 Puhpelem

Sabtu, 5 September 2026 - 20:59 WIB

Wapres Gibran Tinjau Huntap di Sibolga, Laskar Gibran Sumut Tegaskan Komitmen Kawal Program Kepemudaan

Sabtu, 5 September 2026 - 20:29 WIB

*Sinergi TNI-Polri Gagalkan Penyelundupan 4 Kg Sabu Jaringan Internasional di Labuhanbatu*

Sabtu, 5 September 2026 - 17:25 WIB

Kodam XIX/Tuanku Tambusai Intensifkan Pendinginan Karhutla Pelalawan, 966,4 Hektare Lahan Telah Dipadamkan

Sabtu, 5 September 2026 - 15:23 WIB

Mengangkangi Instruksi Presiden dan Kapolri, Perjudian Sabung Ayam dan Dadu Beroperasi Bebas di Kota Santri Jombang

Sabtu, 5 September 2026 - 15:07 WIB

Penindakan Setengah Hati di Tulungagung: Mengapa Arena Judi Kembali Menjamur Ada Apa Dibalik Hukum????

Berita Terbaru

NASIONAL

Laporan dan Imbauan Pers: Erupsi Gunung Anak Krakatau

Sabtu, 5 Sep 2026 - 22:41 WIB