Nasional detik.com,Pesawaran Lampung– Perayaan Idul Fitri tinggal menghitung hari, namun kecemasan justru menggelayuti warga Desa Hanau Berak, Kabupaten Pesawaran. Dua jembatan gantung yang menjadi urat nadi aktivitas warga kini kondisinya kian kritis dan mengancam keselamatan jiwa.
Bukan sekadar sarana mobilitas, jembatan ini adalah penyambung napas sosial dan ritual warga. Satu jembatan menghubungkan Dusun Induk dengan Dusun Keroya Baru, sementara lainnya merupakan akses tunggal menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU).

Fondasi Menggantung, Maut Mengintai
Kondisi paling mengkhawatirkan terlihat pada jembatan penghubung Dusun Keroya Baru. Erosi sungai yang dipicu banjir bandang telah mengikis tebing penyangga. Akibatnya, konstruksi beton yang seharusnya menjadi tumpuan beban kini tampak “menggantung” di atas tanah yang longsor.

Jika tidak segera ditangani, jembatan ini terancam ambruk total, memutus akses antar-dusun, dan mengisolasi ratusan warga.
“Kaki Saya Terperosok”
Di titik lain, jembatan menuju pemakaman umum yang baru berusia dua tahun justru menunjukkan tanda-tanda kerusakan dini. Kayu-kayu penyangga mulai melapuk, sementara papan pijakan banyak yang retak dan patah.
Abil, salah satu warga setempat, menjadi saksi bisu betapa berbahayanya fasilitas umum ini. Ia sempat mengalami kecelakaan saat melintas.
“Waktu menginjak papan jembatan, tiba-tiba patah. Kaki saya langsung terperosok dan luka-luka,” kenang Abil dengan nada getir.
Menanti Ketegasan Pemerintah
Keresahan warga kian memuncak menjelang momen Lebaran. Tradisi ziarah makam yang biasanya melibatkan kerumunan orang dikhawatirkan akan memicu beban berlebih pada jembatan yang sudah rapuh tersebut.
“Kami hanya ingin lewat dengan rasa aman. Jangan sampai menunggu ada korban jiwa yang lebih parah atau jembatan putus baru ada perbaikan,” tambah warga lainnya.
Warga Desa Hanau Berak kini sangat berharap adanya langkah nyata dari Pemerintah Kecamatan maupun Pemerintah Kabupaten Pesawaran untuk:
* Melakukan renovasi darurat pada papan pijakan yang patah.
* Memperkuat tebing penyangga (talud) guna mencegah robohnya pondasi jembatan.
* Audit kelayakan struktur secara menyeluruh demi keselamatan jangka panjang.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih berupaya swadaya memperbaiki kerusakan kecil, namun kerusakan struktural pada fondasi membutuhkan campur tangan teknis dari dinas terkait.
Tim/red.







































