GROMBOLAN BERAKSI…!!!  Anggaran Rp2,4 Miliar Dipertanyakan Proyek Rumput Stadion Cibodas Dituding “Asal Jadi” dan Tabrak Standar Konstruksi

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Kamis, 4 Desember 2025 - 18:14 WIB

50136 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com,— Integritas proyek renovasi Stadion Mini Cibodas, Kota Tangerang, kini berada di ujung tanduk. Dengan gelontoran dana fantastis mencapai Rp2.425.970.631,00 dari APBD Tahun Anggaran 2025, publik justru disuguhkan pemandangan proyek yang dinilai jauh dari kata layak.

Alih-alih melihat hamparan rumput sintetis yang menjadi item utama dalam kontrak, progres di lapangan justru nihil. PT. Anak Nusantara Deco Indonesia sebagai kontraktor pelaksana, yang hanya memiliki waktu 30 hari kalender, hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda pengerjaan inti tersebut. Fokus pekerjaan justru “melenceng” ke pemasangan paving block yang kualitas teknisnya diragukan banyak pihak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

*Konstruksi Amatiran: Paving Tanpa Pondasi*

Sorotan tajam tertuju pada metode konstruksi yang dinilai menabrak standar teknis dasar (SOP). Berdasarkan pantauan di lokasi, pemasangan paving block pada jalur jogging dilakukan secara sembrono.
– Tanpa Galian & Pemadatan: Paving dipasang langsung di atas lapisan makadam tanpa proses galian awal (cutting), pengurugan (fill), maupun pemadatan tanah yang layak.

– Risiko Kerusakan Dini: Metode “instan” ini dinilai fatal karena sangat rentan membuat paving bergelombang, amblas, atau bergeser hanya dalam hitungan bulan, terutama saat menghadapi curah hujan tinggi dan pergerakan tanah.

Keanehan berlanjut pada instalasi drainase (U-Ditch). Komponen beton ini dipasang begitu saja di atas permukaan jogging track, sebuah langkah konstruksi yang tidak lazim dan justru berpotensi menciptakan genangan air atau bahkan membuat saluran tersebut tenggelam saat tanah di bawahnya melunak akibat hujan.

*Keselamatan Kerja Diabaikan, Dinas Diduga “Tutup Mata”*

Selain cacat mutu konstruksi, proyek ini juga memperlihatkan pengabaian total terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Para pekerja terlihat beraktivitas tanpa Alat Pelindung Diri (APD), sebuah pelanggaran mencolok terhadap regulasi jasa konstruksi yang mewajibkan standar keamanan di lokasi proyek.

Namun, yang paling mengejutkan adalah pengakuan dari pihak pelaksana di lapangan. Dikutip dari laman berita jurnalkota.com, mandor proyek, Yanto, secara terang-terangan menyebut bahwa pejabat dinas terkait telah mengetahui kondisi ini dan tidak memberikan teguran.

> “Sudah dilihat oleh pihak dinas dan tidak ada komentar. Tadi Pak Kamto dari Dispora Kota Tangerang sudah melihat dan katanya tidak apa-apa,” ungkap Yanto, menyiratkan adanya dugaan pembiaran dari pihak pengawas.

Hingga berita ini diturunkan, pihak-pihak yang bertanggung jawab seolah menghilang. Pejabat Pembuat Teknis Kegiatan (PPTK) sulit dihubungi untuk dimintai pertanggungjawaban mengenai spesifikasi teknis yang dilanggar. Setali tiga uang, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang, Kaunang, juga belum memberikan klarifikasi resmi terkait ancaman kegagalan proyek bernilai miliaran rupiah ini.

Saat dikonfirmasi kembali ke Dispora, ‘Helmiati’ (Sekdis) Kamis 4 November 2025, dirinya meminta konfirmasi tersebut bersurat secara resmi. Masyarakat kini mendesak aparat penegak hukum dan inspektorat untuk segera turun tangan mengaudit proyek yang berpotensi merugikan keuangan negara tersebut sebelum terlambat.

Tim Redaksi Prima

Berita Terkait

Warga Lingkungan IX Geruduk Kantor Walikota
Kendaraan Dinas Harus Prima! Kodim Boyolali Jalani Pemeriksaan Ketat dari Paldam Diponegoro
Cara Jurnalistik TMMD Reg 128 Kodim Sragen Dapat Berita di Lokasi TMMD Reg Kodim Sragen. 
Atasi Krisis Air Bersih di Bengkalis, Satgas TMMD Berjibaku Bikin Sumur Bor
Pengadilan Tinggi Diminta Tegas Usut Hakim Subai,Putusan Prapid 41 Melanggar Aturan
*Talud Sepanjang 150 M Telah Rampung Dikerjakan*
Hangat Dan Penuh Kebersamaan, Babinsa Pracimantoro Perkuat Sinergi Dengan Warga Desa Glinggang
Diduga ada setoran ke Oknum APH,PETI di sungai Landak desa pak manyam Beroperasi tanpa Hambatan

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 05:59 WIB

Oknum Aparat Diduga “Bekingi” Penambangan Ilegal, Nama Baik Institusi TNI dan Polri Dipertaruhkan!

Rabu, 29 April 2026 - 13:02 WIB

SKANDAL BBM ILEGAL: Oknum TNI Korem 042/Gapu Diduga Menjadi “Tameng” Bisnis Gelap di Rupit & Pantai

Rabu, 29 April 2026 - 10:06 WIB

Sejak Pasca-Lebaran Cuma Masuk 1 Kali, PLT Kepsek SDN 54 Merangin Ditegur dan Akan Dicopot

Selasa, 28 April 2026 - 07:54 WIB

Polres Merangin dan Brimob Jambi Salurkan Bantuan dan Gelar Kerja Bakti Pascabanjir di Desa Pulau Bayur

Minggu, 26 April 2026 - 05:10 WIB

Teguh Ungkap Polemik Kerjasama Media Diskominfo Merangin: Syarat Rumit Jadi Penghalang

Rabu, 22 April 2026 - 06:04 WIB

Kejanggalan “Data”, Angka Kerjasama Media Diskominfo Merangin Beda Antara 2025 dan 2026, Ada Apa?

Sabtu, 18 April 2026 - 23:29 WIB

Kadisdik Merangin Panggil Kepala Sekolah SD Negeri 54 Terkait Dugaan Minim Absensi

Sabtu, 11 April 2026 - 17:13 WIB

Bandara Muara Bungo Dikepung PETI: Pemerintah dan APH Dituding “Buta dan Tuli” di Balik Bencana Merkuri

Berita Terbaru