Nasional detik.com,TULANG BAWANG – Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Swadaya Masyarakat (DPP LSM) Forum Komunikasi Pemuda Indonesia (Fortuba) mendesak Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) Kejaksaan Agung untuk memeriksa seluruh jaksa di Kejaksaan Negeri (Kejari) Tulang Bawang. Langkah ini dinilai perlu menyusul adanya dugaan intervensi dari oknum pejabat Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam penanganan kasus dugaan korupsi di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tulang Bawang.
Ketua DPP LSM Fortuba, Andika, menyampaikan bahwa penegat hukum di Kejari Tulang Bawang harus tetap profesional dan menunjukkan integritas tinggi dalam membongkar kasus yang merugikan keuangan daerah tersebut.
“Dari laporan yang kami sampaikan sejak 18 Oktober 2025 lalu, kasus dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan Direktur BUMD ini harus dibongkar secara tuntas. Sejauh ini, Kejari Tulang Bawang sebenarnya sudah berjalan baik dengan menaikkan status ke tahap penyidikan pada 13 Januari 2026, serta melakukan penggeledahan pada 24 Juni 2026,” ujar Andika saat dikonfirmasi di kediamannya, Rabu (08/07/2026).
Namun, Andika menyayangkan adanya informasi mengenai upaya pelemahan penegakan hukum dalam kasus ini. Ia membeberkan adanya dugaan intervensi dari oknum di lingkungan Kejagung berinisial SN, yang disinyalir bertujuan untuk menghentikan proses penyidikan terhadap Direktur BUMD tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Fortuba, oknum berinisial SN tersebut diduga sudah empat kali mendatangi Kejari Tulang Bawang untuk melakukan intervensi agar kasus ini dipetieskan atau dihentikan.
“Kami menerima informasi adanya tekanan dari oknum Kejagung berinisial SN. Kami berharap Kejari Tulang Bawang tidak kendor. Indikasi tindak pidana korupsinya sudah jelas, jadi kami meminta kejaksaan segera menetapkan tersangka,” tegas Andika.
Lebih lanjut, Fortuba mendesak pihak kejaksaan tidak hanya menyasar pada pemenuhan atau penyalahgunaan minyak subsidi saja, melainkan membongkar secara menyeluruh dugaan korupsi di unit usaha SPBU milik BUMD yang ditaksir mencapai puluhan miliar rupiah.
Fortuba menegaskan akan terus mengawal jalannya kasus ini demi tegaknya keadilan dan transparansi pengelolaan keuangan milik daerah di Tulang Bawang.
Red.

























