Di Tengah Pesimisme Publik, Anak Muda Menolak Menyerah pada Masa Depan Indonesia

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Selasa, 21 Juli 2026 - 08:05 WIB

50103 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bantul, nasionaldetik.com

Yayasan Muda Inspirasi Indonesia sukses menyelenggarakan Dialog Publik bertajuk “Benarkah Indonesia Gelap? Membaca Arah Demokrasi, Keadilan, dan Masa Depan Bangsa” pada Sabtu (18/7/2026) di Temani Ngopi. Kegiatan ini menjadi ruang dialog bagi anak muda untuk mengkaji secara kritis kondisi demokrasi Indonesia, penegakan keadilan, serta tantangan dan harapan menuju masa depan bangsa.

Dialog berlangsung dalam suasana yang kondusif, terbuka, dan interaktif. Para peserta aktif menyampaikan pandangan, pertanyaan, serta gagasan konstruktif mengenai berbagai persoalan kebangsaan yang sedang dihadapi Indonesia. Diskusi ini juga menghadirkan narasumber yang memberikan perspektif akademis dan reflektif terhadap dinamika demokrasi nasional.

Pembina Yayasan Muda Inspirasi Indonesia, Budianto, menyampaikan apresiasinya terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan-kegiatan semacam ini. Perubahan harus dimulai dari anak muda. Semoga ini menjadi langkah awal kita untuk terus peka dan ikhtiar terhadap arah masa depan bangsa ke depannya.”

Sementara itu, Founder Yayasan Muda Inspirasi Indonesia, Yudi Sipriadi, menegaskan bahwa meskipun bangsa sedang menghadapi berbagai tantangan, optimisme harus tetap dijaga melalui kesadaran dan pergerakan generasi muda.

“Walaupun secara sadar hari ini keadaan bangsa kita sedang tidak baik-baik saja. Namun, saya meyakini dengan masih banyaknya anak muda yang sadar untuk terus bergerak dan berdiskusi terkait arah masa depan bangsa ke depan, maka harapan Indonesia Emas saya yakini dengan optimis akan menghampiri kita nantinya.”

Dalam sesi pemaparan materi, narasumber Luthfi Aziz menjelaskan bahwa demokrasi Indonesia secara prosedural telah berkembang cukup baik, meskipun masih menyisakan berbagai pekerjaan rumah.

“Ketika kita berbicara tentang tema yang kita diskusikan, secara bingkai demokrasi prosedural Indonesia sudah cukup baik. Namun tidak dipungkiri masih banyak yang harus diperbaiki. Maka, mulai dari gagasan-gagasan dan kesadaran anak muda, saya yakin arah demokrasi Indonesia akan lebih baik lagi ke depannya.”

Senada dengan itu, narasumber Fatur mengajak seluruh peserta untuk tetap optimis melihat masa depan Indonesia.

“Mungkin jika kita melihat dinamika yang terjadi di tengah-tengah masyarakat saat ini, kita akan pesimis dengan keadaan demokrasi yang semakin mundur, keadilan yang belum merata, dan arah masa depan bangsa yang belum jelas. Namun dengan kita berkumpul hari ini dan masih sadar sebagai anak muda, kita adalah tombak utama peradaban. Maka saya yakin, prediksi Indonesia bubar itu tidak akan pernah terjadi.”

Melalui forum ini, Yayasan Muda Inspirasi Indonesia berharap diskusi publik tidak berhenti sebagai ruang bertukar gagasan semata, tetapi mampu melahirkan kesadaran kolektif, kolaborasi, dan gerakan nyata yang berkontribusi bagi kemajuan demokrasi, tegaknya keadilan, serta terwujudnya masa depan Indonesia yang lebih baik.

Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama bahwa dialog ini bukan menjadi diskusi terakhir, melainkan langkah awal untuk terus menghadirkan ruang-ruang intelektual dan gerakan perubahan yang digerakkan oleh anak muda demi masa depan bangsa.

Mrs.

Berita Terkait

Verifikasi Faktual Calon Pimpinan BAZNAS Tulungagung, Pemkab Dorong Lahirnya Pengelola Zakat yang Amanah dan Profesional
Ketua DPD Hanura Lampung Serahkan SK Kepengurusan DPC Pesawaran kepada Harun Al-Rasyid
KASDIM 0210/TU MAYOR ARH A.S. BUTARBUTAR PIMPIM RAPAT LEPAS SAMBUT DANDIM 0210/TAPANULI UTARA
Brigif 4 Marinir/BS Gelar Media Gathering 2026, Perkuat Sinergi dan Fungsi Kontrol Sosial
Rapat Koordinasi Persiapan Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) HUT Ke-81 RI Kecamatan Ploso
SPAB Warnai Sangratada Pramuka MPLS di SMA Negeri 2 Kota Kediri, Kepala Sekolah: Bentuk Generasi Tangguh
Menagih Janji atau Memperpanjang Kuasa? Menimbang Kembali Niat Gus Yahya Maju di Muktamar NU ke-35
Menjaga Muktamar NU Dalam Irsyad Ulama, Persatuan dan Kemandirian Forum Pengawal Muktamar NU Ke-35

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:14 WIB

Satgas PETI Merangin Tertibkan 3 Titik Tambang di Kawasan Geopark Jelang Revalidasi UNESCO

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:00 WIB

*Kesatrian Kogabwilhan II Resmi Pindah Ke Balikpapan*

Rabu, 22 Juli 2026 - 17:49 WIB

Sengketa Lahan Saibu Bin Yali: Ahli Waris Kecewa Lurah Tello Baru Tolak Tanda Tangani Berkas Kepemilikan

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:30 WIB

KELALAIAN BEKERJA : Dinas Perumahan Pemukiman Cipta karya dan Tata Ruang Pemkab Sidoarjo Salah Tulis Papan Informasi Pembangunan Pekerjaan Jalan Paving Raya Wisma Tropodo

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:20 WIB

Seorang IRT di Majalengka Ditemukan Meninggal Gantung Diri di Rumah Orang Tuanya

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:53 WIB

Sidang Paripurna Hari Jadi Purwakarta, Teguhkan Komitmen Ajeg Budaya dan Kemajuan Daerah

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:07 WIB

Diduga Puluhan Siswa TK dan SD Swasta Bintang Pertiwi Mengalami Keracunan Usai Mengonsumsi Makanan Program MBG

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:55 WIB

Di duga ada bekingan dari oknum Polsek Dedai,MR seorang penampung dan penimbun minyak hasil curian dari PT BSL tidak tersentuh APH

Berita Terbaru

NASIONAL

*Kesatrian Kogabwilhan II Resmi Pindah Ke Balikpapan*

Rabu, 22 Jul 2026 - 18:00 WIB