“Di Balik Deru Si Benteng: Menelusuri Isu ‘Upeti’ Bulanan dan Beban Berat Fiskal PT TNG”

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Kamis, 12 Maret 2026 - 00:38 WIB

5086 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com, –12 Maret 2026 Di balik deru mesin Bus Tayo dan lincahnya angkutan feeder Si Benteng yang membelah kemacetan Kota Tangerang, tersimpan aroma kegelisahan di meja-meja birokrasi. Isu mengenai “bagi-bagi amplop” hingga diksi “bakar uang” mencuat ke permukaan, memicu pertanyaan besar: Sehatkah manajemen keuangan PT Tangerang Nusantara Global (TNG)?

Isu “Daftar 88”: Benarkah ada aliran dana bulanan? Informasi yang dihimpun dari laporan masyarakat menyebutkan adanya dugaan distribusi dana rutin bulanan oleh PT TNG kepada puluhan nama. Tak tanggung-tanggung, nominal yang beredar berkisar antara Rp500 ribu hingga Rp5 juta. Yang lebih mengejutkan, daftar “88 nama” tersebut disinyalir mencatut sejumlah oknum pejabat hingga anggota legislatif berdasarkan pengaruh dan kewenangan mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat dikonfirmasi mengenai kabar burung yang kian kencang ini, Ketua DPRD Kota Tangerang, Rusdi, memberikan respons singkat namun penuh tanda tanya. “Gue baru tau kabarnya, bro…” ujar Rusdi saat dihubungi, Rabu (11/3/2026).

Meski belum memberikan tanggapan lebih jauh, jawaban normatif tersebut mengindikasikan bahwa isu ini belum menjadi pembahasan resmi di tingkat pimpinan dewan, meski bola panas kini berada di tangan PT TNG untuk memberikan klarifikasi transparan demi menghindari fitnah di tengah publik.

Polemik diksi “Bakar Uang” dan tabir transparansi. Kegaduhan tidak berhenti di isu aliran dana. Kesehatan finansial operasional transportasi publik di Kota Tangerang kini juga berada di bawah mikroskop. Istilah “bakar uang” mencuat dari internal Pemerintah Kota, menggambarkan beratnya beban fiskal yang harus dipikul APBD untuk menyubsidi tarif murah warga.

Menariknya, Kepala Dinas Kominfo sekaligus Komisaris PT TNG, Dr. Mugiya Wardhany, SE, M.Si., secara eksplisit memperingatkan agar diksi tersebut tidak dikonsumsi publik. “Kalimat bakar uang bisa disalahartikan, Pak. Nanti dipelintir lagi,” tulis Mugi dalam pesan singkatnya.

Namun bagi para pengamat, peringatan tersebut justru menjadi sinyal adanya masalah pada rasio keterisian penumpang (load factor) dibandingkan dengan biaya operasional per unit (BOP).

Menakar efektivitas subsidi: Investasi atau kegagalan sistemik? Praktisi hukum, Irwansyah S.H., menegaskan bahwa subsidi transportasi seharusnya dipandang sebagai “investasi sosial”. Namun, ia memberikan catatan kritis bahwa investasi tersebut harus terukur dan transparan.

Setidaknya ada tiga poin krusial yang kini dituntut publik untuk dibuka secara transparan oleh PT TNG:

– Audit Operasional: Berapa biaya riil APBD untuk menyubsidi satu tiket penumpang?

– Efektivitas Rute: Apakah armada berkeliling menjemput kebutuhan mobilitas, atau hanya “membuang solar” dalam kondisi kosong?

– Kemandirian Fiskal: Sejauh mana upaya PT TNG mencari pendapatan non-tiket (non-farebox revenue) seperti iklan untuk mengurangi

ketergantungan pada APBD?
Ujian bagi PT TNG sebagai operator, PT TNG memikul beban moral dan profesional untuk membuktikan bahwa setiap rupiah dari pajak warga dikelola dengan akuntabel. Upaya “menjaga stabilitas persepsi” dengan menutupi istilah tertentu tidak akan menyelesaikan masalah jika pada kenyataannya terjadi inefisiensi anggaran.

Publik kini menanti langkah nyata Pemkot Tangerang untuk membedah laporan keuangan PT TNG secara terbuka. Tanpa transparansi, asumsi mengenai adanya “sesuatu yang tidak beres” di dapur transportasi kota akan terus menggelinding liar.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya mendapatkan rincian data resmi terkait daftar penerima dana yang diisukan serta laporan audit operasional terbaru dari pihak manajemen PT TNG.

Tim Redaksi Prima

Berita Terkait

Warga Lingkungan IX Geruduk Kantor Walikota
Kendaraan Dinas Harus Prima! Kodim Boyolali Jalani Pemeriksaan Ketat dari Paldam Diponegoro
Cara Jurnalistik TMMD Reg 128 Kodim Sragen Dapat Berita di Lokasi TMMD Reg Kodim Sragen. 
Atasi Krisis Air Bersih di Bengkalis, Satgas TMMD Berjibaku Bikin Sumur Bor
Pengadilan Tinggi Diminta Tegas Usut Hakim Subai,Putusan Prapid 41 Melanggar Aturan
*Talud Sepanjang 150 M Telah Rampung Dikerjakan*
Hangat Dan Penuh Kebersamaan, Babinsa Pracimantoro Perkuat Sinergi Dengan Warga Desa Glinggang
Diduga ada setoran ke Oknum APH,PETI di sungai Landak desa pak manyam Beroperasi tanpa Hambatan

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 05:59 WIB

Oknum Aparat Diduga “Bekingi” Penambangan Ilegal, Nama Baik Institusi TNI dan Polri Dipertaruhkan!

Rabu, 29 April 2026 - 13:02 WIB

SKANDAL BBM ILEGAL: Oknum TNI Korem 042/Gapu Diduga Menjadi “Tameng” Bisnis Gelap di Rupit & Pantai

Rabu, 29 April 2026 - 10:06 WIB

Sejak Pasca-Lebaran Cuma Masuk 1 Kali, PLT Kepsek SDN 54 Merangin Ditegur dan Akan Dicopot

Selasa, 28 April 2026 - 07:54 WIB

Polres Merangin dan Brimob Jambi Salurkan Bantuan dan Gelar Kerja Bakti Pascabanjir di Desa Pulau Bayur

Minggu, 26 April 2026 - 05:10 WIB

Teguh Ungkap Polemik Kerjasama Media Diskominfo Merangin: Syarat Rumit Jadi Penghalang

Rabu, 22 April 2026 - 06:04 WIB

Kejanggalan “Data”, Angka Kerjasama Media Diskominfo Merangin Beda Antara 2025 dan 2026, Ada Apa?

Sabtu, 18 April 2026 - 23:29 WIB

Kadisdik Merangin Panggil Kepala Sekolah SD Negeri 54 Terkait Dugaan Minim Absensi

Sabtu, 11 April 2026 - 17:13 WIB

Bandara Muara Bungo Dikepung PETI: Pemerintah dan APH Dituding “Buta dan Tuli” di Balik Bencana Merkuri

Berita Terbaru