Nasionaldetik.com,— 5 Desember 2025 Pemerintah Kabupaten Merangin menggencarkan penertiban aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Dam Betuk, Desa Tambang Baru, Kecamatan Tabir Lintas, Rabu (3/12/2025). Hasilnya, puluhan rakit penambang ditinggalkan pemiliknya dalam kondisi tanpa mesin, pasca operasi gabungan yang melibatkan berbagai unsur pemerintahan dan aparat keamanan.
Penertiban yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Merangin, H. Abdul Khafied, ini dilakukan menyusul meningkatnya aktivitas PETI di lokasi tersebut. Sebelum operasi, tercatat lebih dari 60 rakit beroperasi di kawasan Dam Betuk. Namun, saat operasi berlangsung, hanya tersisa sekitar 24 rakit dalam kondisi ditinggalkan pemiliknya, tanpa mesin.
“Penertiban ini merupakan komitmen pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mengamankan aset daerah dari kerusakan akibat PETI,” tegas Wakil Bupati. Ia juga mengungkapkan rencana pemerintah untuk mengembangkan kawasan tersebut sebagai lokasi budidaya ikan, yang akan memberikan manfaat bagi lima desa di sekitar Dam Betuk.
Operasi gabungan yang turut dihadiri Kapolres Merangin, AKBP Kiki Firmansyah, Dandim 0420, Izhar Majid (anggota DPRD Provinsi Jambi Dapil Merangin – Sarolangun), serta unsur Satpol PP, DLH Merangin, dan Brimob, berjalan lancar. Kapolres Merangin, AKBP Kiki Firmansyah, menyatakan apresiasinya terhadap kesadaran para pelaku PETI yang memilih meninggalkan lokasi sebelum operasi berlangsung.
“Alhamdulillah operasi berjalan lancar. Kami berharap tidak perlu ada tindakan represif ke depan. Fokus kami adalah pelestarian lingkungan. Kegiatan ini akan berkelanjutan, dan kami mohon dukungan masyarakat untuk menjaga wilayah kita bersama,” ujar Kapolres.
Tim gabungan awalnya menemukan dua rakit yang langsung dievakuasi ke pinggir menggunakan perahu karet. Penyisiran lebih lanjut menggunakan kendaraan roda empat selama satu jam berhasil menemukan 22 rakit lainnya yang ditinggalkan oleh penambang, juga tanpa mesin.
Anggota DPRD Provinsi Jambi, Izhar Majid, yang turut hadir dalam operasi, menekankan pentingnya penertiban PETI yang menyeluruh di seluruh wilayah Merangin, tidak hanya terbatas pada kawasan Dam Betuk. Ia menyoroti dampak kerusakan lingkungan yang semakin meluas, dengan mengkeruhnya air Sungai Merangin yang kini menyamai kondisi Sungai Masumai.
Apakah razia ini sudah bocor, mungkin bocor tu ungkap warga, kan gak mungkin bisa ditinggalkan begitu saja rakit itu..
Penertiban ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menghentikan kerusakan lingkungan akibat aktivitas PETI dan mendorong terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Merangin.
Reporter: Gondo irawan







































