Oleh Faizuddin FM
HATI-HATI! DEMOKRASI KITA DI JOMBANG TIDAK BAIK-BAIK SAJA
Nasionaldetik.com,— 13 September 2026 Demokrasi bukan hanya tentang datang ke TPS, memilih pemimpin, lalu menyerahkan sepenuhnya nasib rakyat kepada mereka yang terpilih.
Demokrasi seharusnya hadir ketika rakyat menghadapi persoalan dan memiliki tempat untuk mengadu, didengar, dilayani, serta mendapatkan solusi.
Pemerintah sebagai eksekutif memiliki kewajiban menghadirkan pelayanan dan penyelesaian masalah publik.
Sementara DPRD sebagai lembaga legislatif memiliki fungsi representasi, pengawasan, dan memperjuangkan kepentingan rakyat.
Namun, bagaimana jika ketika rakyat datang membawa persoalan, yang mereka temukan justru jalan buntu, pintu yang tertutup, birokrasi yang berbelit, atau saling lempar tanggung jawab?
Kalau kondisi seperti ini terus terjadi, maka kita patut bertanya:
Apakah demokrasi di Jombang benar-benar sedang bekerja untuk rakyat?
Sebab demokrasi tidak cukup hanya diukur dari ada atau tidaknya pemilu.
Demokrasi harus dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari—ketika suara rakyat didengar, kritik tidak dianggap sebagai gangguan, hak rakyat dihormati, dan pemerintah hadir ketika rakyat membutuhkan.
Jangan sampai eksekutif dan legislatif menjadi lembaga yang mandul dalam menjalankan fungsi demokrasi, sementara rakyat terus mencari jalan keluar sendiri ketika menghadapi persoalan.
Rakyat bukan pengganggu pemerintah ketika menyampaikan kritik.
Rakyat bukan beban ketika menyampaikan keluhan.
Rakyat adalah pemilik kedaulatan.
Mari rawat demokrasi dengan keberanian untuk bersuara dan keberanian untuk mengawasi.
Tim Redaksi Gus Faiz





























