DAIRI, Nasionaldetik.com
– Upaya memperkuat pelayanan dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor. Hal itu terlihat dalam Rapat Mini Lokakarya Lintas Sektoral dan Forum Konsultasi Publik (FKP) yang digelar UPT Puskesmas Tigalingga di Aula UPT Puskesmas Tigalingga, Kecamatan Tigalingga, Kabupaten Dairi, Jumat (21/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00 hingga 13.40 WIB tersebut dihadiri Danramil 04/Tigalingga Kodim 0206/Dairi Kapten Inf J. Maibang, Camat Tigalingga Saut Marganda Sinaga, Kapolsek Tigalingga Iptu P. Lumbantoruan, serta Kepala UPT Puskesmas Tigalingga dr. Antonius Marpaung. Turut hadir Kapustu dan bidan desa se-Kecamatan Tigalingga, para kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, serta perwakilan kader Posyandu dari setiap desa.
Forum tersebut menjadi ruang bersama untuk mengevaluasi capaian pelaksanaan tugas UPT Puskesmas Tigalingga sekaligus menyusun langkah ke depan. Agenda diawali dengan pembukaan dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan pemaparan capaian pelaksanaan tugas UPT Puskesmas Tigalingga, pembahasan sasaran bidang kesehatan pada Triwulan IV Tahun Anggaran 2026, serta sesi tanya jawab dan penyampaian masukan dari peserta.
Dalam sambutannya, Danramil 04/Tigalingga Kapten Inf J. Maibang menyampaikan bahwa peningkatan kesehatan masyarakat membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, bukan hanya tenaga kesehatan. Menurutnya, TNI melalui Babinsa siap mendukung program pemerintah di bidang kesehatan, termasuk membantu menyampaikan edukasi kepada masyarakat dan mendorong partisipasi warga dalam berbagai kegiatan kesehatan di wilayah.
“Peningkatan kesehatan masyarakat merupakan tanggung jawab kita bersama. Karena itu, koordinasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, TNI-Polri, pemerintah desa, tokoh masyarakat dan kader Posyandu harus terus diperkuat agar setiap persoalan kesehatan dapat ditangani secara cepat dan tepat,” ujar Kapten Inf J. Maibang.
Melalui kegiatan tersebut, seluruh unsur di Kecamatan Tigalingga diharapkan semakin solid dalam membangun komunikasi dan koordinasi hingga tingkat desa. Sinergi yang kuat diharapkan mampu memastikan berbagai program kesehatan tidak hanya tersusun dalam perencanaan, tetapi benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
(Nur Kennan Tarigan)
Sumber: Prajurit Pena




























