14 Rakit Dompeng PETI Beroperasi di Bawah Jembatan Gantung Tanjung Lamin, Warga Resah Sempat Adu Mulut dengan Penambang

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:37 WIB

5047 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com – MERANGIN
Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin atau PETI kembali memicu keresahan di Desa Tanjung Lamin, Kecamatan Pamenang Barat, Kabupaten Merangin, Jambi. Berdasarkan informasi yang dihimpun nasionaldetik.com dari warga, sebanyak 14 set rakit dompeng beroperasi tepat di bawah Jembatan Gantung di tepian Sungai Merangin, Desa Tanjung Lamin, pada Sabtu, 22 Agustus 2026.

Menurut sumber, deretan rakit tambang emas tersebut berjejer di sepanjang aliran sungai. Jaraknya hanya puluhan meter dari pemukiman warga. Suara bising mesin dompeng dan kepulan asap diesel dikeluhkan warga sudah terdengar hingga ke rumah-rumah sejak pagi hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi ini membuat warga resah. Pasalnya, aktivitas PETI yang sebelumnya berada di kawasan “Mudik Pulau” atau hulu sungai yang jauh dari pemukiman, kini dalam sekitar 3 minggu terakhir sudah merambah dan beroperasi sangat dekat dengan area tempat tinggal warga.

Berdasarkan informasi yang dihimpun nasionaldetik.com, pergeseran titik aktivitas PETI ini terjadi secara bertahap sejak awal Agustus 2026.

“Sebelum ini aktivitas PETI itu di Mudik Pulau. Jauh dari rumah warga. Tapi sekarang sudah sampai di tengah pemukiman. Dari Jembatan Gantung itu sudah nampak jelas rakit-rakitnya berjejer,” ujar salah seorang warga kepada nasionaldetik.com, Sabtu.

Warga mengaku khawatir dengan dampak lingkungan yang ditimbulkan. Sungai Merangin yang selama ini menjadi sumber air untuk mandi, cuci, dan kebutuhan sehari-hari dikhawatirkan tercemar limbah merkuri dan lumpur sisa penambangan.

Selain itu, warga juga khawatir terjadi pendangkalan sungai dan erosi tebing yang bisa mengancam rumah mereka.

Keresahan warga memuncak setelah sempat terjadi adu mulut antara sekelompok penambang dengan warga setempat pada Sabtu sore, sekitar pukul 15.30 WIB atau setelah Ashar.

Menurut keterangan warga, insiden itu dipicu karena salah satu rakit milik penambang merapat dan menambang terlalu dekat dengan tebing sungai. Padahal di atas tebing tersebut berdiri rumah-rumah warga.

“Tentulah warga protes. Rakit mereka sudah sampai ke tebing, sedangkan di atas tebing itu ada rumah warga. Jadi warga negur penambang karena takut tebing longsor atau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelas sumber tersebut.

“Keributannya tadi sore bang, sekitar sudah Ashar lah,” ungkap sumber itu.
Menurutnya, adu mulut tersebut tidak sampai berujung pada aksi fisik.

Informasi lain yang dihimpun, dari 14 rakit dompeng yang beroperasi tersebut, salah satunya diduga milik suami dari Ketua BPD Desa Tanjung Lamin.

“Kami dengar salah satu rakit itu punya suami Ketua BPD. Makanya warga takut dan tidak berani menegur,” ujar sumber lain.

Hingga berita ini diturunkan, pihak nasionaldetik.com masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala Desa Tanjung Lamin dan Ketua BPD terkait kebenaran informasi tersebut serta langkah apa yang akan diambil pemerintah desa.

Warga menilai keberadaan PETI yang semakin dekat dengan pemukiman sangat berbahaya. Selain merusak lingkungan dan mengancam keselamatan, aktivitas itu juga berpotensi menimbulkan konflik horizontal yang lebih besar.

Masyarakat Desa Tanjung Lamin berharap aparat terkait segera turun tangan. Penertiban diharapkan tidak hanya dilakukan oleh pemerintah desa, tetapi juga melibatkan Pemerintah Pamenang Barat hingga Polres Merangin.

“Jangan sampai menunggu ada korban jiwa atau sungai kami rusak total baru ditertibkan. Kami minta segera ditindak,” tegas sumber tersebut.

Warga juga meminta agar proses hukum berjalan tanpa pandang bulu, siapa pun pemilik rakit tersebut.

Reporter: Gondo Irawan

Berita Terkait

538 KPM Terima 30 Kg Beras Bulog di Kecamatan PGGS, Babinsa Monitoring Penyaluran hingga Tuntas
BPD Maholida Resmi Dilantik, Babinsa Hadir Bawa Pesan Penting untuk Kepentingan Masyarakat
Danramil 04/Tigalingga Hadiri Lokakarya Lintas Sektor, Sinergi Kesehatan Masyarakat Diperkuat
Ketika Seragam Loreng Duduk Bersila, Babinsa 03/Parongil Dengarkan Cerita Petani Kakao di Pelosok Dairi
Sinergi Tanpa Henti Melawan Api, Kodam XIX/Tuanku Tambusai Bersama Tim Gabungan Kendalikan Karhutla di Bengkalis
Sinergi Tanpa Henti Melawan Api, Kodam XIX/Tuanku Tambusai Bersama Tim Gabungan Kendalikan Karhutla di Bengkalis
“Bukti Serangan Pasca-Ijazah Kubro Diserahkan: Uji Keberanian Polres Jombang Seret Pelaku Penyerangan Pagar Nusa”
Rehab SMP Negeri 7 Susua di Hiliwaebu Terus Dikebut, Progres Capai 79 Persen

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:37 WIB

14 Rakit Dompeng PETI Beroperasi di Bawah Jembatan Gantung Tanjung Lamin, Warga Resah Sempat Adu Mulut dengan Penambang

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:18 WIB

538 KPM Terima 30 Kg Beras Bulog di Kecamatan PGGS, Babinsa Monitoring Penyaluran hingga Tuntas

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:05 WIB

BPD Maholida Resmi Dilantik, Babinsa Hadir Bawa Pesan Penting untuk Kepentingan Masyarakat

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:13 WIB

Ketika Seragam Loreng Duduk Bersila, Babinsa 03/Parongil Dengarkan Cerita Petani Kakao di Pelosok Dairi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 21:41 WIB

Sinergi Tanpa Henti Melawan Api, Kodam XIX/Tuanku Tambusai Bersama Tim Gabungan Kendalikan Karhutla di Bengkalis

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 21:19 WIB

Sinergi Tanpa Henti Melawan Api, Kodam XIX/Tuanku Tambusai Bersama Tim Gabungan Kendalikan Karhutla di Bengkalis

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 21:06 WIB

“Bukti Serangan Pasca-Ijazah Kubro Diserahkan: Uji Keberanian Polres Jombang Seret Pelaku Penyerangan Pagar Nusa”

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 21:03 WIB

Rehab SMP Negeri 7 Susua di Hiliwaebu Terus Dikebut, Progres Capai 79 Persen

Berita Terbaru