DAIRI, Nasionaldetik.com
— Aroma khas biji kakao yang dijemur di bawah terik matahari menyambut kedatangan Sertu Sparman Latif di Desa Polling Anak-Anak, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Kabupaten Dairi, Sabtu (22/8/2026). Babinsa Koramil 03/Parongil, Kodim 0206/Dairi, itu memilih duduk bersama warga di atas terpal plastik, menemani Inka Tamba dan suaminya, Celcius Silalahi, yang tengah membersihkan dan mengupas biji kakao hasil panen.
Di sela aktivitas tersebut, Sertu Sparman berbincang dengan kedua warga sambil membantu melihat dan memilah biji kakao yang akan dikeringkan di halaman rumah. Sekitar 20 kilogram biji kakao disiapkan untuk proses pengeringan. Suasana sederhana itu menjadi ruang bagi Babinsa untuk mendengarkan langsung cerita warga mengenai aktivitas pertanian dan kondisi harga komoditas kakao.
Dalam perbincangan tersebut, Inka dan Celcius menyampaikan bahwa biji kakao kering saat ini dijual kepada pengepul dengan harga sekitar Rp70.000 per kilogram. Bagi petani, harga jual menjadi salah satu hal penting karena berkaitan langsung dengan pendapatan yang diperoleh dari hasil kebun. Kualitas biji dan proses pengeringan pun menjadi bagian penting dalam menjaga nilai jual komoditas tersebut.
Kegiatan yang dilakukan Sertu Sparman merupakan bagian dari komunikasi sosial (Komsos) Babinsa dengan warga di wilayah binaannya. Melalui interaksi secara langsung, Babinsa dapat mengetahui aktivitas serta kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Pendekatan seperti ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.
Terpisah, Danramil 03/Parongil Kapten Inf Yusri mengatakan, Babinsa akan terus membangun komunikasi dengan masyarakat di wilayah binaan. Menurutnya, kehadiran Babinsa di tengah warga bukan hanya untuk menjaga hubungan silaturahmi, tetapi juga untuk menyerap berbagai informasi dan mengetahui perkembangan kehidupan masyarakat. “Babinsa harus selalu hadir di tengah masyarakat, termasuk bersama para petani, sehingga dapat mengetahui secara langsung kondisi dan berbagai kendala yang mereka hadapi,” ujarnya.
(Nur Kennan Tarigan)
Sumber: Prajurit Pena





























