Berantas….!!Demi Meraup Keuntungan diduga Melanggar Kontrak Kerja Mengubah Jenis Material Jadi Pilihan

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Jumat, 5 Desember 2025 - 11:43 WIB

50131 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com,— Perusahan yang memenangkan tender pemerintah yang telah mendatangani,siap mematuhi SOP dalam perjanjian kontrak kerja, penyelesaian tepat waktu hal yang di janjikan kontraktor pada pejabat pembuat komitmen (PPK). Tapi saat pengerjaan tersebut, muncul godaan untuk “mengoptimalkan” mengubah bentuk material dari batu split menjadi batu bujang di area yang tidak terlihat, seperti yang di lakukan CV.hijrah

Dalam benak manajer CV , atau kontraktor tindakan seperti itu mungkin dianggap sebagai “fleksibilitas operasional” atau, paling buruk, sebuah pelanggaran kontrak minor yang bisa diselesaikan melalui negosiasi atau denda. Namun, realitas hukumnya jauh lebih berbahaya. Tindakan yang dianggap sebagai optimalisasi internal tersebut dapat bertransformasi menjadi suatu Perbuatan Melawan Hukum, membuka pintu bagi tuntutan ganti rugi yang melampaui nilai kontrak, dan bahkan menyeret direktur secara pribadi ke dalam pusaran tanggung jawab pidana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena jelas dalam perjanjian kontrak kerja jenis pekerjaan, bentuk pekerjaan dan jenis material yang di gunakan, dan keselamatan kerja k 3, di tuangkan dalam kontrak perjanjian kerja.tapi hal tersebut hanya di abaikan oleh cv.hijrah dalam pengerjaan Pembangunan siring induk di TPA Bukit Kancil dengan Nilai 1.484.000.000

Pantauan tim investigasi di lapangan dalam pembangunan siring induk TPA yang di lakukan oleh CV.hijrah diduga melabrak kontrak kerja menggubah salah satu jenis material.

Cakap salah satu warga saat berbincang dengan awak media Andi kami jujur tidak mengetahui pekerjaan siring induk TPA secara teknis yang di rancang oleh tim survei dinas terkait bangunan ini, “tapi setahu pengalaman kami kalau untuk coran memakai batu split bukan batu bujang”.tutupnya

Sampai terbitnya berita ini pejabat pembuat komitmen (PPK), belum berani memberikan jawan saat di konfirmasi via WhatsApp (+62 813-73××-Xxx) dan tim investigasi media akan selalu berupaya menghadirkan informasi terbaru

Tim Redaksi Prima

Berita Terkait

Dugaan Pungli di RSUD Adjidarmo, King Naga Menagih Janji Bupati: “Buktikan Pemecatan Sesuai Pernyataan”
Warga Lingkungan IX Geruduk Kantor Walikota
Kendaraan Dinas Harus Prima! Kodim Boyolali Jalani Pemeriksaan Ketat dari Paldam Diponegoro
Cara Jurnalistik TMMD Reg 128 Kodim Sragen Dapat Berita di Lokasi TMMD Reg Kodim Sragen. 
Atasi Krisis Air Bersih di Bengkalis, Satgas TMMD Berjibaku Bikin Sumur Bor
Pengadilan Tinggi Diminta Tegas Usut Hakim Subai,Putusan Prapid 41 Melanggar Aturan
*Talud Sepanjang 150 M Telah Rampung Dikerjakan*
Hangat Dan Penuh Kebersamaan, Babinsa Pracimantoro Perkuat Sinergi Dengan Warga Desa Glinggang

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 08:50 WIB

SKANDAL DANA PKBM KEBUMEN: Anggaran Membengkak Rp58 Miliar: Antara “Dana Gaib”, Alamat Fiktif, dan Lemahnya Pengawasan Disdikpora

Selasa, 21 April 2026 - 08:55 WIB

​Ketua Umum Prima,Hermanius Burunaung ‘Kecam’ Penulis Berita Pesanan,Jurnalisme Tanpa Verifikasi Adalah Pelacuran Profesi!

Selasa, 21 April 2026 - 07:49 WIB

Menguji Akuntabilitas Hibah PKBM Kebumen: Alamat Fiktif dan Celah Maladministrasi Belasan Miliar

Selasa, 14 April 2026 - 06:44 WIB

Borok IPAL Dapur Gizi Sruweng: Limbah Meluber, Drainase Tersumbat Puing dan Sampah

Minggu, 5 April 2026 - 17:49 WIB

Skandal Kredit Sindikasi Bank Kebumen: ‘Warisan’ Macet di Luar Daerah atau Lemahnya Pengawasan?

Sabtu, 4 April 2026 - 12:52 WIB

Selesaikan Kasus Kehilangan Paket, Pihak Ekspedisi Ganti Rugi Penuh kepada Pelanggan di Kebumen

Jumat, 13 Maret 2026 - 22:56 WIB

DUGAAN SKENARIO ‘AIR MATA BUAYA’ DI KEBUMEN: KETUM PRIMA DAN WAKETUM IWO INDONESIA DESAK APH TINDAK OKNUM WARTAWAN PENYEBAR HOAKS

Sabtu, 14 Februari 2026 - 18:58 WIB

KRISIS ETIKA DAN INTELEKTUAL, OKNUM LSM DI KEBUMEN LECEHKAN PROFESI PERS DENGAN MAKIAN “BODOH”

Berita Terbaru