Memalukan…!!!Lurah Pasar Atas ‘Anti Kritik’? Ancam Laporkan Media ke Bupati Soal Pemberitaan Kritis,Ada Apa di Balik Proyek Rabat Beton Rp 95 Juta?

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Jumat, 5 Desember 2025 - 11:17 WIB

50138 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

​Nasionaldetik.com,– Lurah Pasar Atas, Kecamatan Bangko, Mulyati, menuai sorotan tajam setelah secara emosional menyampaikan protes keras dan bahkan mengancam akan melaporkan media kepada Bupati Merangin, hanya karena merasa “tidak nyaman” dengan pemberitaan yang secara terus-menerus menyoroti kinerja dan wilayahnya.

*Pernyataan ini sontak memicu pertanyaan besar,Mengapa seorang pejabat publik begitu alergi terhadap transparansi dan kritik media?*

​Ancaman itu disampaikan Mulyati pada 4 Desember 2025 pukul 18.06 WIB, sebagai respons atas pemberitaan yang menyebut namanya terkait desakan warga RT 15 untuk dilakukan pengecekan ulang proyek rabat beton.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​”Kalau di beritakan terus aku jadi dak nyaman, aku laporkan ke Syukur,” tegas Mulyati saat menelpon media, seolah-olah menganggap kritik pers sebagai ancaman pribadi yang harus diadukan ke penguasa tertinggi daerah.

*Dasar Apa Lurah Laporkan Media ke Bupati?*

​Langkah Lurah Mulyati untuk “melaporkan media ke Bupati” dianggap sebagai tindakan yang tidak etis, otoriter, dan melanggar prinsip kebebasan pers. Dasar apa yang digunakan? Pemberitaan media adalah bagian dari fungsi kontrol sosial, terutama ketika menyangkut penggunaan anggaran negara.

​Ancaman ini bukan hanya menunjukkan ketidakdewasaan dalam menghadapi kritik, tetapi juga menimbulkan kecurigaan serius. Apakah ancaman lapor ke Bupati ini merupakan upaya intimidasi agar media menghentikan pengawasan terhadap proyek rabat beton yang kini menjadi polemik?

​Pertanyaan yang lebih mengusik.Mungkinkah Lurah merasa begitu terlindungi hingga berani ‘menjual’ nama Bupati Merangin, Syukur, sebagai tameng?

Apakah ini mengindikasikan adanya dugaan ‘kongkalikong’ atau restu dari level atas yang membuat Mulyati merasa di atas angin dan kebal kritik?

​ *Kontroversi Rabat Beton, Dana Rp 95 Juta, Hasil Jauh dari Ekspektasi*

​Kekesalan Mulyati muncul di tengah sorotan tajam warga RT 15, terutama yang tinggal di belakang TK Pembina 1, yang meminta Lurah, konsultan, dan ormas LEMPAMARI untuk melakukan pengecekan dan penghitungan ulang volume serta anggaran proyek rabat beton.

​Warga, melalui Mujibur Rahman, telah menyuarakan keraguan yang sangat beralasan. Ia menyoroti perbedaan mencolok antara spesifikasi proyek saat ini dengan proyek yang seharusnya bisa direalisasikan dengan anggaran serupa.

​Anggaran Rp 95 Juta Saat Ini, Panjang rabat beton hanya ± 54 meter, lebar 2.5 meter, dan ketebalan 15 cm.
​Perbandingan Proyek Terdahulu (Anggaran Hampir Sama),Dapat membangun rabat beton sepanjang 100 meter lebih hingga ke sungai, dengan lebar 3 meter dan ketebalan 15 cm.
​”Jauh sekali perbedaannya,” keluh Mujibur.

“Perlu dihitung kembali apakah pekerjaan ini sudah sesuai dengan dana.”
​Jelas terlihat ada potensi mark-up atau ketidaksesuaian volume pekerjaan yang merugikan uang rakyat.

Dukungan RT’ yang Misterius dan Janji Palsu Pengecekan
​Saat dihubungi, Mulyati mengaku mendapat dukungan dari beberapa Ketua RT yang mendorongnya untuk “maju terus” melawan pihak yang dianggap “ngacau”. Namun, saat diminta menyebutkan nama-nama Ketua RT pendukung tersebut, Mulyati menolak mentah-mentah.

Sikap tertutup ini justru memperkuat dugaan bahwa klaim dukungan tersebut hanyalah narasi pembelaan diri yang rapuh dan tak berdasar.
​Selain itu, Mulyati juga berjanji akan “turun ke lapangan” untuk mengecek persoalan setelah ia kembali dari acara keluarga di Jambi. Janji ini terasa hambar, mengingat desakan warga sudah disampaikan langsung ke kantor lurah.

​LSM Siap Kawal Kasus,untuk menantang Lurah agar segera Melaporbke Bupati,
​Menanggapi arogansi Lurah, Rama Sanjaya dari LSM Sapurata memberi peringatan keras.

​”Jangan gampang nian nyebut nak melaporkan ke Syukur bupati, jangan cak itulah dikit dikit bupati, dikit dikit lapor bupati,” sindir Rama, menegaskan bahwa jabatan Bupati bukan kartu truf untuk membungkam kebenaran.

​LSM Sapurata menyatakan kesiapan penuh untuk mendampingi warga RT 15 dan media nasionaldetik.com serta Tim Perkumpulan Pimpinan Redaksi Indonesia Maju (Prima) jika Lurah Mulyati benar-benar nekat menempuh jalur pelaporan ke Bupati.
​”Sayo tunggu, kalau perlu kito buek heboh Merangin ini,” tegas Rama.

​Ancaman Lurah Pasar Atas terhadap media justru menjadi bumerang. Bukan hanya isu proyek rabat beton yang kini semakin disorot, tetapi juga sikap anti-kritik pejabat publik yang patut dipertanyakan.

Publik menanti, apakah Lurah Mulyati benar-benar akan membuktikan ancamannya atau hanya gertak sambal yang membuktikan ia tidak siap diawasi.

Tim Redaksi Prima

Berita Terkait

Dugaan Pungli di RSUD Adjidarmo, King Naga Menagih Janji Bupati: “Buktikan Pemecatan Sesuai Pernyataan”
Warga Lingkungan IX Geruduk Kantor Walikota
Kendaraan Dinas Harus Prima! Kodim Boyolali Jalani Pemeriksaan Ketat dari Paldam Diponegoro
Cara Jurnalistik TMMD Reg 128 Kodim Sragen Dapat Berita di Lokasi TMMD Reg Kodim Sragen. 
Atasi Krisis Air Bersih di Bengkalis, Satgas TMMD Berjibaku Bikin Sumur Bor
Pengadilan Tinggi Diminta Tegas Usut Hakim Subai,Putusan Prapid 41 Melanggar Aturan
*Talud Sepanjang 150 M Telah Rampung Dikerjakan*
Hangat Dan Penuh Kebersamaan, Babinsa Pracimantoro Perkuat Sinergi Dengan Warga Desa Glinggang

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 08:50 WIB

SKANDAL DANA PKBM KEBUMEN: Anggaran Membengkak Rp58 Miliar: Antara “Dana Gaib”, Alamat Fiktif, dan Lemahnya Pengawasan Disdikpora

Selasa, 21 April 2026 - 08:55 WIB

​Ketua Umum Prima,Hermanius Burunaung ‘Kecam’ Penulis Berita Pesanan,Jurnalisme Tanpa Verifikasi Adalah Pelacuran Profesi!

Selasa, 21 April 2026 - 07:49 WIB

Menguji Akuntabilitas Hibah PKBM Kebumen: Alamat Fiktif dan Celah Maladministrasi Belasan Miliar

Selasa, 14 April 2026 - 06:44 WIB

Borok IPAL Dapur Gizi Sruweng: Limbah Meluber, Drainase Tersumbat Puing dan Sampah

Minggu, 5 April 2026 - 17:49 WIB

Skandal Kredit Sindikasi Bank Kebumen: ‘Warisan’ Macet di Luar Daerah atau Lemahnya Pengawasan?

Sabtu, 4 April 2026 - 12:52 WIB

Selesaikan Kasus Kehilangan Paket, Pihak Ekspedisi Ganti Rugi Penuh kepada Pelanggan di Kebumen

Jumat, 13 Maret 2026 - 22:56 WIB

DUGAAN SKENARIO ‘AIR MATA BUAYA’ DI KEBUMEN: KETUM PRIMA DAN WAKETUM IWO INDONESIA DESAK APH TINDAK OKNUM WARTAWAN PENYEBAR HOAKS

Sabtu, 14 Februari 2026 - 18:58 WIB

KRISIS ETIKA DAN INTELEKTUAL, OKNUM LSM DI KEBUMEN LECEHKAN PROFESI PERS DENGAN MAKIAN “BODOH”

Berita Terbaru