Menghidupkan Kearifan Lokal Melalui Sumur Kultur: Inisiatif ITB untuk Ketahanan Air Bersih di Pulau Rinca

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Senin, 24 November 2025 - 07:41 WIB

50131 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com,—- Di tengah tantangan ketersediaan air bersih yang dihadapi masyarakat Pulau Rinca, Desa Pasir Panjang, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, kini mereka memiliki harapan baru dengan dibuatnya Sumur Kultur, sebuah bentuk inovasi pengelolaan air yang menggabungkan nilai budaya lokal dengan pendekatan ekologis. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh tim Kelompok Keahlian Literasi Budaya Visual, Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB berkolaborasi dengan Kelompok Keahlian Petrologi, Volkanologi, dan Geokimia, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB. Program ini didanai oleh Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK) ITB serta mendapat dukungan sponsor dari Mind. ID dan bekerja sama dengan Wakaf Salman ITB.

Pulau Rinca yang menjadi bagian dari kawasan strategis pariwisata nasional Labuan Bajo masih menghadapi keterbatasan akases air bersih bagi kebutuhan sehari-hari. Mereka sangat bergantung pada sumber air sumur gali yang memiliki kedalaman 8-9 meter dan jumlahnya terbatas serta jauh dari permukiman penduduk. Masyarakat mengalami kekurangan air terutama di musim kemarau. Mereka harus membeli air dari Labuan Bajo menggunakan jerigen yang diangkut dengan kapal. Dari sinilah gagasan Sumur Kultur muncul sebagai solusi yang tidak hanya teknis, tetapi juga sosial-kultural.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program ini berawal dari pemahaman bahwa air bukan sekadar sumber kehidupan, tetapi juga bagian penting dari identitas dan tradisi masyarakat setempat. Dalam pembangunan sumur, tim ITB yang diketuai oleh Dr. Tri Sulistyaningtyas, M.Hum. dengan anggota Dr. Eng. Ir. Very Susanto, M.T., Prof. Dr. Acep Iwan Saidi, M.Hum., Yani Suryani, M.Hum., dan Harifa Ali Albar Siregar, Ph.D. melibatkan masyarakat, mulai dari diskusi, penentuan lokasi, proses pembangunan, hingga memaknai kembali hubungan antara manusia dan sumber daya alam, terutama karena Pulau Rinca merupakan tempat habitat asli Komodo.

“Sumur Kultur tidak hanya menyelesaikan persoalan ketersediaan air, tetapi juga mengajak masyarakat untuk melihat kembali warisan budaya dalam bermasyarakat.” ujar Dr. Tri Sulistyaningtyas, M.Hum. Pendekatan ini dianggap mampu memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap infrastruktur yang dibangun sehingga keberlanjutan dan pemeliharaannya dapat terjaga.

Pembangunan sumur kultur juga menjadi bukti bahwa pengabdian masyarakat ITB tidak hanya berfokus pada teknologi modern, tetapi juga pada penguatan nilai, budaya, serta kolaborasi lintas pihak. Kehadiran Mind.ID sebagai sponsor dan Wakaf Salman sebagai mitra memperlihatkan sinergi multilembaga yang efektif untuk pemberdayaan wilayah 3T.

Warga Desa Pasir Panjang menyambut baik program ini. Mereka sangat antusias karena bagi mereka, sumur tersebut bukan hanya tempat mengambil air, melainkan juga ruang pembelajaran bersama tentang cara memahami alam dan bermasyarakat dengan cara yang lebih bijaksana. Selain bermanfaat untuk kebutuhan harian, keberadaan sumur ini juga mendukung aktivitas pariwisata berbasis komunitas karena banyak warga yang bekerja sebagai pemandu wisata di Pulau Rinca.
Dengan terbangunnya sumur kultur, Desa Pasir Panjang kini memiliki infrastruktur air yang lebih berkelanjutan seraya memperkuat hubungan masyarakat dengan kearifan lokal yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan mereka. Program ini menjadi contoh bahwa perguruan tinggi dapat berperan nyata dalam menciptakan solusi berbasis budaya untuk tantangan lingkungan di Indonesia.

Tim Redaksi

Berita Terkait

Warga Lingkungan IX Geruduk Kantor Walikota
Kendaraan Dinas Harus Prima! Kodim Boyolali Jalani Pemeriksaan Ketat dari Paldam Diponegoro
Cara Jurnalistik TMMD Reg 128 Kodim Sragen Dapat Berita di Lokasi TMMD Reg Kodim Sragen. 
Atasi Krisis Air Bersih di Bengkalis, Satgas TMMD Berjibaku Bikin Sumur Bor
Pengadilan Tinggi Diminta Tegas Usut Hakim Subai,Putusan Prapid 41 Melanggar Aturan
*Talud Sepanjang 150 M Telah Rampung Dikerjakan*
Hangat Dan Penuh Kebersamaan, Babinsa Pracimantoro Perkuat Sinergi Dengan Warga Desa Glinggang
Diduga ada setoran ke Oknum APH,PETI di sungai Landak desa pak manyam Beroperasi tanpa Hambatan

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 05:59 WIB

Oknum Aparat Diduga “Bekingi” Penambangan Ilegal, Nama Baik Institusi TNI dan Polri Dipertaruhkan!

Rabu, 29 April 2026 - 13:02 WIB

SKANDAL BBM ILEGAL: Oknum TNI Korem 042/Gapu Diduga Menjadi “Tameng” Bisnis Gelap di Rupit & Pantai

Rabu, 29 April 2026 - 10:06 WIB

Sejak Pasca-Lebaran Cuma Masuk 1 Kali, PLT Kepsek SDN 54 Merangin Ditegur dan Akan Dicopot

Selasa, 28 April 2026 - 07:54 WIB

Polres Merangin dan Brimob Jambi Salurkan Bantuan dan Gelar Kerja Bakti Pascabanjir di Desa Pulau Bayur

Minggu, 26 April 2026 - 05:10 WIB

Teguh Ungkap Polemik Kerjasama Media Diskominfo Merangin: Syarat Rumit Jadi Penghalang

Rabu, 22 April 2026 - 06:04 WIB

Kejanggalan “Data”, Angka Kerjasama Media Diskominfo Merangin Beda Antara 2025 dan 2026, Ada Apa?

Sabtu, 18 April 2026 - 23:29 WIB

Kadisdik Merangin Panggil Kepala Sekolah SD Negeri 54 Terkait Dugaan Minim Absensi

Sabtu, 11 April 2026 - 17:13 WIB

Bandara Muara Bungo Dikepung PETI: Pemerintah dan APH Dituding “Buta dan Tuli” di Balik Bencana Merkuri

Berita Terbaru