Nasional detik.com,TIOM, PAPUA PEGUNUNGAN (04 Juli 2026) – Pendidikan bukan sekadar proses pengajaran di dalam kelas, melainkan sebuah pilar utama sekaligus investasi jangka panjang dalam membangun manusia Papua yang berkarakter jujur, polos, setia, dan takut akan Tuhan.
Hal tersebut ditegaskan oleh Angginak Sepi Wanimbo, seorang pegiat literasi asal Papua Pegunungan. Menurutnya, pendidikan di tanah Papua memiliki peran strategis untuk membekali masyarakat dengan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai keadilan guna menghadapi tantangan perubahan zaman.
“Dengan pendidikan yang baik, merata, dan berkualitas, generasi muda Papua akan lahir sebagai generasi emas yang cerdas, berkarakter, berilmu, dan mampu berkontribusi positif bagi pembangunan daerah maupun nasional,” ujar Angginak dalam keterangannya di Tiom, Sabtu (4/7/2026).
Meskipun pendidikan merupakan hak dasar setiap warga negara, Angginak menyoroti bahwa implementasi di lapangan masih menghadapi tantangan besar. Ketimpangan akses bagi masyarakat marginal, keterbatasan fasilitas, hambatan ekonomi, serta stigma sosial masih menjadi kerikil dalam mewujudkan prinsip
Untuk mengatasi hal tersebut, ia menekankan pentingnya intervensi dari berbagai pihak melalui beberapa langkah strategis:
Pemerintah diharapkan hadir tanpa diskriminasi dalam menyediakan sarana dan prasarana pendidikan, khususnya menjangkau wilayah-wilayah terpencil.
Peningkatan kualitas pembelajaran perlu mengadopsi kurikulum yang relevan dengan kebutuhan daerah, salah satunya adalah penguatan penggunaan bahasa ibu.
Mengoptimalkan pemenuhan kebutuhan dasar para guru di setiap wilayah pelayanan agar mereka dapat menjalankan tugas transfer ilmu secara fokus dan penuh tanggung jawab.
Lebih lanjut, Angginak menyerukan kepada pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota di seluruh tanah Papua, untuk memberikan prioritas penuh pada anggaran dan kebijakan pendidikan, mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, hingga Perguruan Tinggi.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa beban ini tidak bisa hanya ditumpukan kepada pemerintah dan sekolah formal semata. Peran aktif orang tua serta pergerakan komunitas literasi independen di akar rumput memegang peranan yang tidak kalah krusial.
“Mewujudkan pendidikan yang baik di tanah Papua tidak bisa dengan satu cara saja. Langkah nyata dari setiap komunitas literasi yang sedang bergerak di negeri ini merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya memajukan manusia Papua demi masa depan gereja dan bangsa,” tutupnya.

























