Dairi, Nasionaldetik.com
– Perselisihan yang berujung perkelahian antara dua warga di Desa Pardomuan, Kecamatan Siempat Nempu Hilir, Kabupaten Dairi, berhasil diselesaikan secara kekeluargaan melalui mediasi yang melibatkan Babinsa, Bhabinkamtibmas, kepala desa, dan perangkat desa. Penyelesaian dilakukan di Kantor Desa Pardomuan pada Sabtu (30/5/2026).
Peristiwa tersebut bermula dari adu mulut yang dipicu saling ejek saat kedua warga, yakni Adi Naibaho dan B. Siringo-ringo, berada di sebuah kedai kopi milik J. Simbolon yang berlokasi di Dusun VII (Pardomuan III), Desa Pardomuan. Ketegangan yang semula hanya berupa saling sindir kemudian berkembang menjadi perkelahian, sehingga memerlukan campur tangan aparat dan pemerintah desa untuk mencegah konflik berkepanjangan.
Dalam proses penyelesaian, Kepala Desa Pardomuan, Darto Parman Tambah, bersama Bhabinkamtibmas Aiptu Pahala Simamora, Babinsa Koramil 03/Parongil Serka Supriyadi, serta perangkat desa mempertemukan kedua belah pihak. Setelah dilakukan musyawarah dan mendengarkan keterangan masing-masing pihak, keduanya sepakat menyelesaikan persoalan secara damai dan menandatangani surat pernyataan yang berisi komitmen untuk tidak mengulangi perbuatan serupa di kemudian hari.
Kepala Desa Pardomuan, Darto Parman Tambah, menyampaikan bahwa penyelesaian secara musyawarah merupakan langkah terbaik untuk menjaga keharmonisan masyarakat. Menurutnya, setiap persoalan yang terjadi di tengah warga sebaiknya diselesaikan dengan kepala dingin dan mengedepankan komunikasi agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar. Sementara itu, Bhabinkamtibmas Aiptu Pahala Simamora mengimbau seluruh masyarakat untuk bijak dalam bertutur kata serta menghindari tindakan yang dapat memancing emosi dan merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Danramil 03/Parongil Kapten Inf Hernandez melalui Babinsa Serka Supriyadi menegaskan bahwa sinergi antara TNI, Polri, dan pemerintah desa akan terus dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Ia berharap perdamaian yang telah disepakati menjadi pelajaran berharga bagi kedua pihak maupun warga lainnya agar lebih mengutamakan penyelesaian masalah melalui dialog dan kekeluargaan, sehingga situasi kondusif di Desa Pardomuan tetap terjaga.
(Nur Kennan Tarigan)
Sumber: Prajurit Pena







































