Oleh : Faizuddin FM
Ketua PAC PERGUNU Kecamatan Tembelang
Nasionaldetik.com.– 30 Mei 2026 Hari Lahir Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Juni dan merupakan hari libur nasional di Indonesia. Penetapan tanggal ini merujuk pada momen bersejarah dalam sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada tahun 1945.
Pertama kalinya lima prinsip dasar negara yang dinamai “Pancasila” diusulkan pada tanggal 1 Juni 1945, Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, menyampaikan pidato di depan sidang BPUPKI. Pancasila” berasal dari bahasa Sanskerta, yakni panca yang berarti lima dan sila yang berarti prinsip atau asas.
Walaupun ide awal ini dicetuskan pada 1 Juni 1945, penetapan resminya sebagai Hari Lahir Pancasila baru dituangkan puluhan tahun kemudian melalui Keppres Nomor 24 Tahun 2016.
Penerapan nilai-nilai Pancasila di lingkungan kampus atau sekolah dapat melalui sikap toleransi antarumat beragama, solidaritas sosial, musyawarah untuk mufakat dalam organisasi, serta menjunjung tinggi hak dan kewajiban. Hal ini dalam rangka membangun karakter pelajar dan mahasiswa yang berakhlak mulia dan peduli terhadap sesama.
Membangun karakter khusunya pada pelajar melalui peringatan Hari Lahir Pancasila adalah proses internalisasi nilai-nilai luhur bangsa. Peringatan tahun ini harus menjadi momentum edukatif, bukan sekadar seremonial, untuk membentuk Profil Pelajar
Pancasila yang religius, toleran, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. 4 Strategi implementasi yang efektif untuk pelajar di sekolah maupun madrasah antara lain :
1. Melibatkan siswa dalam kegiatan bakti sosial atau penghijauan lingkungan untuk mengaplikasikan nilai gotong royong dan kepedulian sosial secara langsung.
2. Mengadakan gelar wicara (talkshow) menghadirkan tokoh inspiratif untuk memicu nalar kritis siswa dalam membedah isu sosial terkini.
3. Menyelenggarakan perlombaan seperti mading 3D bertema Pancasila, pidato kebangsaan, atau pentas seni nusantara untuk mengasah kreativitas dan kebinekaan global.
4. Memberikan ruang bagi siswa untuk merefleksikan makna perjuangan pahlawan, didampingi dengan keteladanan sikap dari tenaga pendidik itu sendiri.
Tim Redaksi







































