PNIB : Waspada Agenda Asing Memecah Belah Persatuan Indonesia Melalui Proxy Abu Janda dan Tolak Kehadirannya di Ruang Publik yang Unfaedah

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Kamis, 12 Maret 2026 - 15:04 WIB

50156 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surabaya, Nasionaldetik.com – Pada 12 Maret 2026 Sosok penggiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda kembali viral setelah dalam tayangan acara talk show secara terang-terangan mengeluarkan pernyataan kontroversial. Permadi Arya alias Abu Janda dengan gaya arogansinya menyatakan pembelaannya pada Amerika dan Israel terkait sejarah. Pernyataan yang cenderung memutarbalikkan sejarah bangsa Indonesia dikecam keras oleh Ketua Umum Ormas Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB), AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal).

“Apapun yang disampaikan Abu Janda patut diwaspadai sebagai upaya provokasi mengadu domba rakyat Indonesia yang merusak Persatuan Indonesia dengan membelokkan dan memanipulasi sejarah bangsa Indonesia. Sejarah hubungan Indonesia Palestina, pembelaan mati-matian Abu Janda kepada Amerika dan Israel dengan menisbikan sejarah perjuangan yang dilakukan oleh pendiri bangsa sangat jelas menyimpan agenda kepentingan asing. Ini yang seharusnya bisa dihindari jika stasiun TV tidak memberinya panggung untuk sosok yang buta sejarah namun merasa paling benar” kata Gus Wal kepada awak media.

Arogansi Permadi Arya alias Abu Janda di ruang publik mendapat banyak kecaman. Gus Wal melihat fenomena kegaduhan tersebut baru awal. Masih banyak kegaduhan lain yang diprediksi akan muncul dari seorang Abu Janda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Harry Tanoe (HT) selaku pemilik grup stasiun TV sengaja mengusung sosok proxy asing untuk menunggangi isu global dengan merekayasa ulang sejarah bangsa. HT yang selama ini juga dikenal dekat dengan George Soros dan Donald Trump yang baru saja terbongkar kedok kepentingan asingnya harus bertanggungjawab. Kegaduhan memang sengaja diciptakan untuk memancing pro kontra yang unfaedah. Ingat, kita masih menyimpan banyak persoalan fundamental lain terkait ekonomi yang sedang memasuki tahapan fase paling krusial. Masyarakat jangan terpancing pengalihan isu murahan dari seorang Abu Janda” lanjut Gus Wal.

Dalam tayangan yang ditonton jutaan orang, Permadi juga melontarkan kalimat penghinaan kepada salah seorang tamu undangan. Merendahkan martabat seseorang dengan penyebutan sosok binatang di ruang publik sudah masuk kategori penghinaan yang melanggar hukum. Gus Wal dengan tegas menyatakan kecaman keras kepada Abu Janda.

“Kesucian bulan Ramadhan telah dinodai oleh sumpah serapah yang keluar dari mulut Abu Janda. Dia mengaku muslim namun yang keluar dari lidahnya beraroma simbol kebencian sama persis dengan tabiat dari corong propaganda khilafah, anarkisme radikalisme terorisme dan antek pembela koruptor. Jika itu tidak diusut dan menjadi ajang pembiaran, maka adab dan kesopanan jati diri bangsa bukan lagi menjadi sesuatu yang sakral. Permadi Arya alias Abu Janda telah menginjak-injak budaya adat istiadat, tata krama dan sopan santun di ruang publik. Dan seperti yang kita patut duga, memang begitulah karakter antek asing yang sedang bekerja” lanjut Gus Wal.

Selanjutnya Gus Wal menghimbau kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi. Menurut Gus Wal semakin dibicarakan maka misi memecah belah semakin nyata.

“Daripada hilang energi membicarakan Abu Janda lebih baik penjarakan dia saja. Pasal penghinaan sudah jelas, memecah belah dan ujaran kebohongan sudah kita saksikan bersama. Di saat puluhan mahasiswa yang ditangkap bulan Agustus atas dugaan provokasi sedang menanti vonis hakim. Abu Janda sedang melakukan hal yang sama. Aparat penegak hukum dalam hal ini Polri seharusnya bisa adil melihat pelanggaran hukum ini. PNIB dengan tegas menyatakan penolakan kepada Permadi Arya tampil di ruang publik dimanapun dan meminta kepada Polri untuk segera menyeret Abu Janda ranah hukum yang berlaku” tutup Gus Wal.

Penulis : Tim POIN

Editor : Admin

Berita Terkait

Kasus Korupsi Rp1,53 Miliar, Kuasa Hukum Kades Tanggung Bongkar Kejanggalan Audit Inspektorat.
Divif 2 Kostrad Mengadakan Acara Syukuran HUT Ke-65
JALAN RAKYAT DIHANCURKAN DEMI CUAN TAMBANG, PEMKAB MALANG TUTUP MATA?
“Merawat Semangat Dakwah Kyai Jazir”: Jambore BBM ke-3 Gelar Aksi Bersih-bersih Masjid di Tulungagung
Gotong Royong TNI dan Warga Percepat Pembangunan Jembatan Garuda di Pagerwojo
Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin Hadiri Sertijab Kalapas, Tekankan Pentingnya Pembinaan Warga Binaan
Plt. Bupati Tulungagung Dorong Pelestarian Tradisi Ulur-Ulur Telaga Buret, Kembangkan Wisata Budaya Daerah
Panen Raya Melimpah , Pemkab Tulungagung Perkuat Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 07:38 WIB

RAJAWALI GELORAKAN PROJUSTITIA: KEJARI MEMPAWAH HARUS BUKA TABIR SKYLIFT 2019 MEMPAWAH SECARA GAMBLANG

Selasa, 28 April 2026 - 08:39 WIB

RUU Perampasan Aset Disebut “Tongkat Sakti”, DPP LSM MAUNG Dukung Penuh dan Minta Segera Disahkan

Selasa, 28 April 2026 - 08:31 WIB

Massa Aliansi Pemuda dan Masyarakat Geruduk PN Palopo, Tuntut Penundaan Eksekusi Lahan

Selasa, 28 April 2026 - 07:46 WIB

Satpol PP Kota Tangerang Disorot: ‘Ganas’ di Sengketa Lahan, ‘Loyo’ Tegakkan Perda Bangunan?

Senin, 27 April 2026 - 22:33 WIB

Baznas Kota Depok Ucapkan Selamat HUT Kota Depok ke-2

Senin, 27 April 2026 - 20:43 WIB

Dugaan Ada Keterlibatan Oknum Aparat dalam Penolakan Gereja di Lampung, PNIB Turunkan Tim Investigasi

Senin, 27 April 2026 - 20:16 WIB

Tinjau SMPN 2 Tirtayasa, Bupati Serang Pastikan 3 Ruang Kelas Direvitalisasi Tahun Ini

Senin, 27 April 2026 - 20:07 WIB

Judi Tembak Ikan Cici GBM99 ‘Dipelihara’ Menjamur di Belawan, Warga Resah Aparat Dinilai Tutup Mata

Berita Terbaru