Diduga Kembali Digelar Lebih Meriah, Aktivitas Adu Ayam di Jembrana Picu Pertanyaan Publik: Siapa yang Membekingi?

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Rabu, 24 Juni 2026 - 23:03 WIB

5065 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com,– Beredarnya undangan kegiatan adu ayam melalui berbagai grup WhatsApp dan pesan pribadi kembali memantik perhatian publik di Kabupaten Jembrana. Kegiatan yang disebut akan berlangsung pada 24–25 Juni 2026 di kawasan perbatasan Desa Pohsanten dan Desa Mendoyo Dauh Tukad, Kecamatan Mendoyo, itu kini menjadi perbincangan hangat masyarakat.

Pasalnya, berdasarkan informasi yang diterima redaksi, kegiatan serupa sebelumnya pernah berlangsung pada 26 Mei 2026 dan dikabarkan sempat dibubarkan aparat penegak hukum. Namun yang menjadi tanda tanya besar di tengah masyarakat, kegiatan tersebut disebut-sebut akan kembali digelar dengan skala yang lebih besar dan lebih meriah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahkan dalam undangan yang beredar, nama seorang yang dikenal dengan inisial ST alias Sute disebut sebagai sponsor kegiatan. Fakta ini memunculkan berbagai spekulasi dan pertanyaan di tengah masyarakat. Sebagian warga mempertanyakan mengapa kegiatan yang sebelumnya sempat mendapat perhatian aparat kini justru dikabarkan kembali digelar secara terbuka.

“Kalau memang sebelumnya sudah pernah dibubarkan, kenapa sekarang muncul lagi dengan persiapan yang lebih besar? Ini yang membuat masyarakat bertanya-tanya,” ungkap salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Tidak hanya soal dugaan aktivitas perjudian, warga juga mengeluhkan dampak yang ditimbulkan terhadap ketertiban umum. Sejumlah kendaraan pengunjung disebut kerap memadati kawasan sekitar lokasi hingga menggunakan bahu jalan sebagai area parkir.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas dan membahayakan pengguna jalan lainnya. Apalagi lokasi kegiatan berada di jalur yang cukup ramai dilalui kendaraan masyarakat.

“Bahu jalan dipenuhi kendaraan parkir. Kalau dua kendaraan besar berpapasan, ruang geraknya jadi sempit. Risiko kecelakaan tentu meningkat,” ujar seorang pengguna jalan yang mengaku pernah melintas saat kegiatan berlangsung.

Situasi ini memunculkan harapan masyarakat agar aparat penegak hukum dan instansi terkait tidak hanya fokus pada aspek lalu lintas, tetapi juga menelusuri kebenaran informasi yang beredar mengenai dugaan adanya aktivitas yang melanggar hukum.

Masyarakat juga menyoroti pentingnya konsistensi penegakan hukum. Sebab apabila benar kegiatan tersebut pernah ditindak namun kembali berlangsung tanpa hambatan, kondisi itu berpotensi menimbulkan persepsi negatif dan menggerus kepercayaan publik terhadap supremasi hukum.

Hingga berita ini diterbitkan, media ini masih berupaya memperoleh konfirmasi resmi dari pihak penyelenggara, pihak yang namanya disebut dalam undangan, maupun aparat berwenang terkait kebenaran informasi tersebut.

Sesuai prinsip keberimbangan dan asas praduga tak bersalah, media ini membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan. Setiap dugaan pelanggaran hukum tetap menjadi kewenangan aparat penegak hukum untuk dibuktikan melalui proses penyelidikan dan penegakan hukum sesuai peraturan yang berlaku.

(Robby/Tim/Red)

Berita Terkait

Brigjen TNI Mukhamad Albar Lepas 368 Bintara Muda, Pesan Tegas Mengawal Kehormatan Prajurit
Soroti Keracunan Masal di Jombang, Ir. Edi Supriadi Tuntut Pembubaran Program MBG dan SPPG
LBHAM: USUT TUNTAS DUGAAN KERACUNAN MBG DI SMPN 1 KABUH DAN STOP OPERASIONAL SPPG
Dugaan Keracunan Massal MBG di Sidoarjo: Pemred Nasionaldetik.com Desak Program Segera Dihentikan Total!
PNIB: Ratusan Santri Kembali Keracunan MBG, Jangan Sampai Keselamatan Anak Bangsa Dikorbankan Demi Ambisi Makan Bergizi Gratis
Warga Desa Tenggor Geruduk Polres Gresik, Protes Salah Tangkap dan Dugaan Penganiayaan Oknum Polisi
MANA SUARA KH. MIFTAKHUL AKHYAR SAAT RATUSAN SANTRI DIDUGA KERACUNAN MBG?
Selain H. Chaidir, Ada 2 Rekanan Lain di Pasar Bawah. Masih Diburu Konfirmasi.

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 19:31 WIB

Brigjen TNI Mukhamad Albar Lepas 368 Bintara Muda, Pesan Tegas Mengawal Kehormatan Prajurit

Kamis, 3 September 2026 - 18:00 WIB

LBHAM: USUT TUNTAS DUGAAN KERACUNAN MBG DI SMPN 1 KABUH DAN STOP OPERASIONAL SPPG

Kamis, 3 September 2026 - 15:56 WIB

Dugaan Keracunan Massal MBG di Sidoarjo: Pemred Nasionaldetik.com Desak Program Segera Dihentikan Total!

Kamis, 3 September 2026 - 12:57 WIB

PNIB: Ratusan Santri Kembali Keracunan MBG, Jangan Sampai Keselamatan Anak Bangsa Dikorbankan Demi Ambisi Makan Bergizi Gratis

Kamis, 3 September 2026 - 10:48 WIB

Warga Desa Tenggor Geruduk Polres Gresik, Protes Salah Tangkap dan Dugaan Penganiayaan Oknum Polisi

Kamis, 3 September 2026 - 10:24 WIB

MANA SUARA KH. MIFTAKHUL AKHYAR SAAT RATUSAN SANTRI DIDUGA KERACUNAN MBG?

Kamis, 3 September 2026 - 10:13 WIB

Selain H. Chaidir, Ada 2 Rekanan Lain di Pasar Bawah. Masih Diburu Konfirmasi.

Kamis, 3 September 2026 - 10:06 WIB

MARAKNYA PETI DI BUNGO: AKSI TAMBANG EMAS ILEGAL DI BERINGIN DIWARNAI INTIMIDASI DAN ANCAMAN PEMBUNUHAN WARTAWAN

Berita Terbaru