Kolom Abu GAK Capai 14,6 Km, BPBD Lamsel Perkuat Kesiapsiagaan

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Sabtu, 5 September 2026 - 21:51 WIB

50144 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nasionaldetik.com – Lampung Selatan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan mengimbau masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan menyusul aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) yang masih berlangsung hingga Sabtu (5/9/2026).

Gunung Anak Krakatau yang berada di perairan Selat Sunda tersebut saat ini berstatus Level III (Siaga). Aktivitas erupsi mulai meningkat sejak Jumat (4/9/2026) malam dan berlangsung secara menerus. BNPB juga melaporkan aktivitas tersebut disertai suara dentuman dan gemuruh yang terdengar dari Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Pasauran.

Erupsi tersebut disertai fenomena lava fountain atau semburan lava pijar. Berdasarkan informasi yang diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Selatan, kolom abu vulkanik terpantau mencapai sekitar Flight Level (FL) 480, atau sekitar 14,6 kilometer di atas permukaan laut. Abu bergerak ke arah barat mengikuti pola angin di lapisan atmosfer atas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Pelaksana BPBD Lampung Selatan, Maturidi, mengatakan hingga saat ini aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau belum berdampak terhadap aktivitas masyarakat di wilayah Lampung Selatan.

“Dapat kami laporkan bahwa kondisi saat ini Gunung Anak Krakatau aman. Walaupun terkadang masih melakukan erupsi, akan tetapi tidak memengaruhi warga masyarakat untuk beraktivitas di luar rumah,” kata Maturidi, Sabtu (5/9/2026).

Meski demikian, BPBD terus memperkuat pemantauan dan kesiapsiagaan bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa serta petugas vulkanologi di Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Hargo Pancuran.

Desa Tangguh Bencana di Desa Rajabasa dan Pulau Sebesi juga terus diaktifkan sebagai bagian dari upaya mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan dampak erupsi.

Maturidi mengingatkan masyarakat, terutama nelayan dan wisatawan, agar tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.

“Diimbau kepada seluruh warga masyarakat, nelayan, wisatawan untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau radius tiga kilometer, serta untuk selalu tenang dan waspada, serta tidak terpancing oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Masyarakat yang berada di wilayah yang terdampak abu vulkanik juga diminta menggunakan masker penutup hidung dan mulut serta pelindung mata saat beraktivitas di luar ruangan.

Warga juga dianjurkan menutup sumur dan sumber air terbuka untuk mencegah kontaminasi debu vulkanik.

BPBD mengingatkan masyarakat agar mengikuti informasi resmi dari PVMBG, BMKG, Syahbandar dan BPBD serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Untuk kondisi darurat atau membutuhkan penanganan kebencanaan, masyarakat dapat menghubungi Call Center BPBD Lampung Selatan di 0823-5892-4600.

Pemkab Lampung Selatan meminta masyarakat tetap beraktivitas secara normal, namun meningkatkan kewaspadaan dan disiplin menjalankan langkah-langkah mitigasi sesuai arahan instansi berwenang. (*ML)

Berita Terkait

Bapenda Tulungagung Buka Ruang Konsultasi Bersama PPAT, Dorong Validasi BPHTB Lebih Cepat
Desa Sungai Langka Dicanangkan sebagai Desa Tapis, Perkuat Pemberdayaan Keluarga dan Perempuan
DPP FOKAL Resmi Lantik DPD FOKAL Kota Metro, Pagi Untoro Dipercaya Pimpin Periode 2026–2031
Ketua DPD PWRI Lampung Desak KPK–PPATK Telusuri Aliran Dana Ajudan Sekda Tanggamus: Iuran Jutaan Rupiah, Dasar Hukumnya di Mana?
Diduga Perintah Sekda Tanggamus Ajudan Tarik Iuran Wajib Kesemua Mengalir , Bukti Transfer DANA Terkuak: Gotong Royong atau Pungutan Berkedok Kegiatan?
Ketua PCNU Batang Hari Hadiri Peringatan Hari Santri Nasional di Pondok Pesantren Ummul Masakin
Polsek Kemuning Gelar KRYD Gabungan, Antisipasi Peredaran Narkoba
PCNU Kota Jambi Gelar Apel Hari Santri Nasional 2026 di Ponpes Al Jauharen Seberang*

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:10 WIB

Dinilai Janggal, Kuasa Hukum Kades Sontang Surati Kapolri Minta Gelar Perkara Khusus dan SP3 di Mabes Polri

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Diduga Berselingkuh Dengan Mantan nya Yang Udah sah menjadi Istri Orang Lain oknum Kades Di laporkan Ke Polres Sintang

Jumat, 23 Oktober 2026 - 01:23 WIB

Tim Wasev TMMD ke-130 Kodim 0206/Dairi Didampingi Dansatgas Salurkan Bantuan Sembako

Jumat, 23 Oktober 2026 - 01:10 WIB

Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat, Satgas TMMD ke-130 Berbagi Sembako di Sibongkaras

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:31 WIB

Tim Wasev Tinjau TMMD ke-130 Kodim 0206/Dairi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:53 WIB

Dandim 0206/Dairi Sambut Tim Wasev TMMD ke-130 di Poskotis

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:33 WIB

Jalan Baru Mulai Terbuka, Satgas TMMD ke-130 Kodim Dairi Percepat Pembangunan di Sibongkaras

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:57 WIB

Satgas TMMD Ke-130 Kodim 0206/Dairi Terus Buka Akses Jalan Sibongkaras

Berita Terbaru