Skandal Paket MBG Hambar dan Basi, Siswa Ramai-Ramai Mengembalikan Makanan ke Dapur Penyedia!

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Senin, 18 Mei 2026 - 09:29 WIB

5035 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com— 18 Mei 2026 Program penyediaan paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang menjadi solusi pemenuhan gizi anak sekolah, kini justru menuai kritik tajam dan protes keras dari para siswa di lapangan. Alih-alih mendapatkan asupan nutrisi yang layak, sejumlah siswa di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut beramai-ramai mengembalikan paket makanan yang mereka terima karena dinilai tidak layak konsumsi.

Aksi penolakan massal ini mencuat setelah investigasi dilapangan keluhan para siswa viral di jagat media sosial
Siswa SMPN 1 Dayeuhkolot (Kabupaten Bandung)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengembalian massal paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) oleh para siswa. Makanan yang dibagikan terindikasi tidak higienis dan tidak layak konsumsi—mengeluarkan aroma tidak sedap, hambar, bahkan dalam kondisi basi (tercium bau asam pada nasi).

Peristiwa ini terjadi di dua wilayah di Jawa Barat, yaitu di lingkungan sekolah SMPN 1 Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung

Inspeksi mendadak (sidak) dan aksi pengembalian ini terjadi segera setelah investigasi Redaksi protes para siswa viral di media sosial pada Mei 2026.

Diduga kuat akibat lemahnya kontrol kualitas (quality control) dalam proses pengolahan di dapur produksi SPPG, serta manajemen distribusi yang lambat sehingga makanan sampai ke tangan siswa dalam kondisi sudah rusak/basi. Hal ini memicu kekhawatiran besar akan risiko keracunan dan gangguan kesehatan pada anak-anak.

Merespons gejolak dan viralnya dilapangan  tersebut, aparat pemerintah kecamatan bersama aparat kepolisian setempat langsung bergerak melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dapur SPPG terkait. Petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap proses pengolahan, higienitas bahan baku, hingga jalur distribusi makanan. Sementara itu, pihak sekolah langsung mengambil langkah tegas dengan melarang siswa mengonsumsi makanan tersebut demi menghindari risiko kesehatan yang lebih fatal.

Program nasional yang menggunakan anggaran negara dalam jumlah besar ini seharusnya dikelola dengan transparansi dan standar operasional (SOP) yang ketat. Kejadian di Bandung dan Garut ini menjadi alarm keras bagi pemerintah dan instansi terkait untuk mengevaluasi total kinerja vendor penyedia makanan (SPPG). Jangan sampai program pemenuhan gizi ini justru berubah menjadi ancaman kesehatan bagi generasi penerus bangsa akibat kelalaian dan buruknya pengawasan di lapangan!

Tim Redaksi Prima

Berita Terkait

SKANDAL APERATUR DESA PEMASOK SABUN CAIR BERACUN: Industri Kosmetik Ilegal di Majalengka Gurita ke Distributor MBG, APH Membisu?
Gandeng Dinkes dan Disdukcapil, Yudha Puja Turnawan Gelar Reses Khusus Bersama Perempuan Kepala Keluarga di Tarogong Kidul
Dandim 0617/Majalengka Hadiri Peresmian Operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Melalui Vicon
SND Perangkat Desa Mindi, Diduga Pasok Sabun Tanpa Izin Edar ke Program MBG: Keselamatan Anak Sekolah Terancam!
Bobroknya Tata Kelola Anggaran Majalengka: Pertemuan Tokoh Kritik Keras Pejabat yang Hanya Pentingkan Proyek “Bagi-Bagi Jatah”
Gus Rosikh : KH Imam Jazuli, Gus Ipang Wahid, Gus Yusuf Chudlori dan Gus Miftah, Kyai Muda NU Progresif Visioner Yang Ahli Tirakat
Sinyal Kuat Regenerasi PBNU: Gus Yusuf, KH Imam Jazuli, Gus Ipang Wahid dan Gus Miftah ‘Satu Shaf’ di PMKNU Cirebon
Miris..!! Hendak Pulang Kerja Pengendara Motor Dibegal di Cikarang Selatan, Motor Raib Dibawa Pelaku

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 11:45 WIB

Moda Ferry Kian Diminati, ASDP Layani Ratusan Ribu Penumpang Saat Libur Panjang

Senin, 18 Mei 2026 - 09:17 WIB

GPN Kecam Serbuan Tenaga Kerja Asing di Bandara Tanggetada: Sebut APH ‘Tutup Mata’ dan Sengsarakan Warga Lokal

Senin, 18 Mei 2026 - 00:40 WIB

Tersinggung Korban Ingin Nikahi Ibunya, Remaja 17 Tahun di Luwu Nekat Bunuh Temannya di Kebun Durian

Minggu, 17 Mei 2026 - 23:12 WIB

Ketua DPD IWO-I Kota Bekasi Meninta :Evaluasi menyeluruh Terhadap Pelaksanaan Proyek Pemasangan Box Culver di Jl Jend Sudirman.

Minggu, 17 Mei 2026 - 21:03 WIB

Tak Sekadar Monitoring Kegiatan Ibadah, Babinsa Koramil 07/Salak Juga Bantu Kelancaran Arus Kendaraan Jemaat di GMI Salak

Minggu, 17 Mei 2026 - 20:59 WIB

Viral Hina Wartawan: Meski Ken Ken Sepatan Minta Maaf, Proses Hukum Tetap Berjalan

Minggu, 17 Mei 2026 - 20:53 WIB

TNI Hadir untuk Rakyat, Babinsa Koramil 06/Kerajaan Monitoring Kegiatan Ibadah Minggu

Minggu, 17 Mei 2026 - 20:44 WIB

Babinsa 04/Tigalingga Laksanakan Pengamanan dan Monitoring Ibadah Minggu di GSJA Kedeberek

Berita Terbaru