TULUNGAGUNG,,Nasionaldetik.com – Upaya membangun pemerintahan yang bersih dan berintegritas terus dilakukan Inspektorat Kabupaten Tulungagung. Salah satunya melalui Safari Integritas “Jumat Bersepeda KK” yang kembali digelar untuk memperkuat pemahaman aparatur terhadap nilai-nilai antikorupsi.
Edisi kedua kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tulungagung, Jumat (21/8/2026), dengan diikuti sebanyak 58 pegawai.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi forum penyampaian materi antikorupsi, tetapi juga diarahkan untuk membangun kesadaran bahwa integritas harus menjadi bagian dari perilaku dan budaya kerja sehari-hari.
Sekretaris Inspektorat Kabupaten Tulungagung, Ekna, dalam arahannya menekankan pentingnya aparatur memahami batas antara kewenangan kedinasan dengan kepentingan pribadi.
Menurutnya, ASN harus mampu menjalankan tugas secara jujur, bertanggung jawab, peduli terhadap kepentingan masyarakat, serta menghindari berbagai bentuk penyalahgunaan kewenangan.
“Integritas harus dibangun dari kebiasaan dan kemudian menjadi budaya dalam menjalankan tugas,” menjadi salah satu penekanan dalam kegiatan tersebut.
Safari Integritas edisi kedua ini juga memiliki pendekatan berbeda dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Inspektorat melibatkan Penyuluh Antikorupsi (Paksi) sekaligus dua calon Paksi yang sedang mengikuti tahapan bimbingan teknis menuju asesmen.
Kedua calon tersebut adalah Master Supriyadi dari Pemerintah Desa Karanganom, Kecamatan Kauman, dan Master Yuni Sunarti dari SD Negeri 1 Karangrejo, Kecamatan Boyolangu.
Keterlibatan calon Paksi menjadi bagian dari proses pembelajaran langsung. Mereka tidak hanya memperoleh kesempatan menyampaikan materi mengenai sembilan nilai integritas antikorupsi, tetapi juga dapat mempraktikkan kemampuan penyuluhan di lingkungan pemerintahan.
Di sisi lain, kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk mengumpulkan data dan melengkapi portofolio sebagai salah satu bagian persiapan menghadapi asesmen Paksi.
Agenda Safari Integritas berlangsung secara interaktif. Setelah sambutan dari Dewi yang mewakili Kepala BKPSDM sebagai tuan rumah, kegiatan dilanjutkan dengan pengarahan Inspektorat serta pemaparan materi oleh Paksi dan calon Paksi.
Peserta juga diberikan ruang untuk berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang berpotensi muncul dalam pelaksanaan tugas aparatur, termasuk bagaimana menerapkan nilai integritas ketika memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Antusiasme pegawai terlihat dari keaktifan peserta mengikuti diskusi dan memberikan tanggapan terhadap materi yang disampaikan.
Inspektorat Kabupaten Tulungagung menilai upaya pencegahan korupsi harus dilakukan secara berkelanjutan. Penindakan terhadap pelanggaran memang penting, namun membangun kesadaran dan budaya antikorupsi sejak awal dinilai tidak kalah strategis.
Melalui Safari Integritas “Jumat Bersepeda KK”, Inspektorat berharap pesan antikorupsi dapat semakin menyebar ke berbagai perangkat daerah dan menjadi bagian dari pola kerja aparatur.
Penguatan jejaring Paksi dan calon Paksi juga diharapkan mampu memperluas jangkauan edukasi integritas di lingkungan pemerintahan hingga masyarakat.
Dengan langkah tersebut, Pemkab Tulungagung terus mendorong terciptanya birokrasi yang transparan, akuntabel, berintegritas, serta mampu memberikan pelayanan publik yang semakin dipercaya masyarakat.
Reporter : Ev
Editor : Admin





























