Proyek Kementan Dipertanyakan, Pemdes Tamping Mojo dan Gapoktan Dinilai Tutup Mata

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:16 WIB

50163 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com,— 20 Agustus 2026 Keresahan warga Desa Tamping Mojo, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang kian memuncak terkait minimnya transparansi pengelolaan bantuan proyek pertanian dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI. Ketertutupan informasi serta sikap pasif pimpinan desa memicu kritik keras dari berbagai pihak, termasuk Pemimpin Redaksi nasionaldetik.com.

Dugaan ketertutupan publik dan penyimpangan teknis/pengelolaan bantuan proyek pertanian dari Kementerian Pertanian RI, termasuk penguasaan alat mesin pertanian (alsintan) serta indikasi pengerjaan proyek fisik yang tidak sesuai spesifikasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengurus Gapoktan (disebutkan figur bernama Rokim), Kepala Desa/Pemerintah Desa Tamping Mojo, warga/petani lokal, serta Pemred nasionaldetik.com yang menegaskan perlunya tindakan tegas.

Desa Tamping Mojo, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang.
Berlangsung hingga saat ini dan terus menjadi bahan perbincangan hangat warga.

Tidak adanya keterbukaan terkait Rancangan Anggaran Biaya (RAB), alsintan (seperti traktor) yang disimpan/dikuasai secara sepihak tanpa kemanfaatan bagi petani, serta tidak adanya ketegasan dari Kepala Desa untuk membenahi tata kelola tersebut.

Proyek dikerjakan secara tertutup dan diduga manual/tidak sesuai standar teknis (misalnya campur spesi/molen), sementara bantuan alsintan tidak dirasakan warga secara luas. Hal ini memicu kecurigaan publik serta dorongan agar aparat penegak hukum dan dinas terkait turun tangan melakukan pemeriksaan.

Tata kelola bantuan proyek pertanian dari Kementerian Pertanian (Kementan) di Desa Tamping Mojo, Kecamatan Tembelang, mendadak jadi sorotan tajam. Pasalnya, pengurus Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) setempat dinilai tertutup dan enggan terbuka kepada masyarakat penerima manfaat.

Kondisi ini diperparah dengan sikap Kepala Desa Tamping Mojo yang terkesan mengulur waktu dan tidak memberikan tindakan tegas untuk menyelesaikan polemik yang berkembang di tengah warga.
Pemimpin Redaksi nasionaldetik.com menegaskan bahwa transparansi anggaran dan kemanfaatan bantuan negara adalah hak mutlak warga. Pihaknya menyayangkan keterbukaan informasi publik yang seolah tersumbat di tingkat desa.

“Bantuan dari Kementerian Pertanian itu dana publik untuk menyejahterakan petani, bukan untuk dikuasai atau dikelola secara sembunyi-sembunyi. Kepala Desa harus tegas, jangan terkesan membiarkan ketertutupan ini terus berlarut-larut,” tegas Pemred nasionaldetik.com

Alsintan Mangkrak / Dikuasai Sepihak: Bantuan alat pertanian seperti traktor diduga kuat hanya dikuasai oknum pengurus dan disimpan tanpa memberikan dampak langsung bagi operasional petani luas.

Minim Transparansi Anggaran (RAB): Anggota dan warga tidak pernah diberikan akses informasi mengenai Rancangan Anggaran Biaya (RAB) serta rincian pengerjaan proyek fisik pendukung pertanian.

Dugaan Pengerjaan Tak Sesuai Spesifikasi: Pengerjaan fisik di lapangan indikatif dilakukan secara asal-asalan dan diduga tidak memenuhi standar teknis mutu bangunan yang dipersyaratkan.

Warga mendesak Dinas Pertanian Kabupaten Jombang serta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera turun ke lokasi mengaudit pengelolaan bantuan Kementan di Desa Tamping Mojo agar tidak ada pihak yang dirugikan.

Tim Redaksi

Berita Terkait

Anjangsana ke Rumah Kadus, Babinsa Koramil 06/Kerajaan Serap Informasi Warga dari Teras Rumah
Babinsa 04/Tigalingga Bentuk Karakter Pelajar Lewat Latihan PBB
Bantuan PKH Terputus, Babinsa Turun Tangan Bantu Warga Cari Kejelasan
Pasis Dikreg Seskoad LXVIII Laksanakan KKL Binsat di Yonif 132 Bima Sakti, Penanganan dan Mitigasi Karhutla di Kabupaten Kampar
BARISAN UTARA, BENTENG STRATEGIS NUSANTARA: KOMISI I DPR RI DORONG KODAERAL I PERKUAT LOGISTIK DAN PATROLI LAUT
*TNI AD Tuntaskan Investigasi Jembatan Garuda Pangandaran, Temukan Faktor Teknis dan Overload*
TNI AD Kebut Pembangunan Jembatan Gantung Bolatan Paluta, Progres 85%
Pengabdian Kepada Rakyat,Pasis Dikreg LXVIII Seskoad Berikan Penyuluhan Pencegahan Karhutla Kepada Poktan

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 22:38 WIB

Anjangsana ke Rumah Kadus, Babinsa Koramil 06/Kerajaan Serap Informasi Warga dari Teras Rumah

Jumat, 4 September 2026 - 22:22 WIB

Bantuan PKH Terputus, Babinsa Turun Tangan Bantu Warga Cari Kejelasan

Jumat, 4 September 2026 - 22:07 WIB

Pasis Dikreg Seskoad LXVIII Laksanakan KKL Binsat di Yonif 132 Bima Sakti, Penanganan dan Mitigasi Karhutla di Kabupaten Kampar

Jumat, 4 September 2026 - 21:59 WIB

BARISAN UTARA, BENTENG STRATEGIS NUSANTARA: KOMISI I DPR RI DORONG KODAERAL I PERKUAT LOGISTIK DAN PATROLI LAUT

Jumat, 4 September 2026 - 21:46 WIB

*TNI AD Tuntaskan Investigasi Jembatan Garuda Pangandaran, Temukan Faktor Teknis dan Overload*

Jumat, 4 September 2026 - 21:30 WIB

TNI AD Kebut Pembangunan Jembatan Gantung Bolatan Paluta, Progres 85%

Jumat, 4 September 2026 - 21:15 WIB

Pengabdian Kepada Rakyat,Pasis Dikreg LXVIII Seskoad Berikan Penyuluhan Pencegahan Karhutla Kepada Poktan

Jumat, 4 September 2026 - 21:09 WIB

Kodam XIX/Tuanku Tambusai Perkuat Penanganan Karhutla di Wilayah Indragiri Hilir

Berita Terbaru