Proyek Kementan Dipertanyakan, Pemdes Tamping Mojo dan Gapoktan Dinilai Tutup Mata

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:16 WIB

5045 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com,— 20 Agustus 2026 Keresahan warga Desa Tamping Mojo, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang kian memuncak terkait minimnya transparansi pengelolaan bantuan proyek pertanian dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI. Ketertutupan informasi serta sikap pasif pimpinan desa memicu kritik keras dari berbagai pihak, termasuk Pemimpin Redaksi nasionaldetik.com.

Dugaan ketertutupan publik dan penyimpangan teknis/pengelolaan bantuan proyek pertanian dari Kementerian Pertanian RI, termasuk penguasaan alat mesin pertanian (alsintan) serta indikasi pengerjaan proyek fisik yang tidak sesuai spesifikasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengurus Gapoktan (disebutkan figur bernama Rokim), Kepala Desa/Pemerintah Desa Tamping Mojo, warga/petani lokal, serta Pemred nasionaldetik.com yang menegaskan perlunya tindakan tegas.

Desa Tamping Mojo, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang.
Berlangsung hingga saat ini dan terus menjadi bahan perbincangan hangat warga.

Tidak adanya keterbukaan terkait Rancangan Anggaran Biaya (RAB), alsintan (seperti traktor) yang disimpan/dikuasai secara sepihak tanpa kemanfaatan bagi petani, serta tidak adanya ketegasan dari Kepala Desa untuk membenahi tata kelola tersebut.

Proyek dikerjakan secara tertutup dan diduga manual/tidak sesuai standar teknis (misalnya campur spesi/molen), sementara bantuan alsintan tidak dirasakan warga secara luas. Hal ini memicu kecurigaan publik serta dorongan agar aparat penegak hukum dan dinas terkait turun tangan melakukan pemeriksaan.

Tata kelola bantuan proyek pertanian dari Kementerian Pertanian (Kementan) di Desa Tamping Mojo, Kecamatan Tembelang, mendadak jadi sorotan tajam. Pasalnya, pengurus Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) setempat dinilai tertutup dan enggan terbuka kepada masyarakat penerima manfaat.

Kondisi ini diperparah dengan sikap Kepala Desa Tamping Mojo yang terkesan mengulur waktu dan tidak memberikan tindakan tegas untuk menyelesaikan polemik yang berkembang di tengah warga.
Pemimpin Redaksi nasionaldetik.com menegaskan bahwa transparansi anggaran dan kemanfaatan bantuan negara adalah hak mutlak warga. Pihaknya menyayangkan keterbukaan informasi publik yang seolah tersumbat di tingkat desa.

“Bantuan dari Kementerian Pertanian itu dana publik untuk menyejahterakan petani, bukan untuk dikuasai atau dikelola secara sembunyi-sembunyi. Kepala Desa harus tegas, jangan terkesan membiarkan ketertutupan ini terus berlarut-larut,” tegas Pemred nasionaldetik.com

Alsintan Mangkrak / Dikuasai Sepihak: Bantuan alat pertanian seperti traktor diduga kuat hanya dikuasai oknum pengurus dan disimpan tanpa memberikan dampak langsung bagi operasional petani luas.

Minim Transparansi Anggaran (RAB): Anggota dan warga tidak pernah diberikan akses informasi mengenai Rancangan Anggaran Biaya (RAB) serta rincian pengerjaan proyek fisik pendukung pertanian.

Dugaan Pengerjaan Tak Sesuai Spesifikasi: Pengerjaan fisik di lapangan indikatif dilakukan secara asal-asalan dan diduga tidak memenuhi standar teknis mutu bangunan yang dipersyaratkan.

Warga mendesak Dinas Pertanian Kabupaten Jombang serta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera turun ke lokasi mengaudit pengelolaan bantuan Kementan di Desa Tamping Mojo agar tidak ada pihak yang dirugikan.

Tim Redaksi

Berita Terkait

Jajaran Kodam XIX/Tuanku Tambusai Perkuat Sinergi Hadapi Ancaman Pertahanan Negara
Babinsa Serda Guntur Jadi Danup Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Kecamatan Sitinjo
Senyum Sumringah Ompung Esti di Dairi: Panen Melimpah Berkat Ketekunan, Dampingan TNI Kobarkan Semangat Petani
Aksi Green & Clean di Markas TNI: Koramil 06/Kerajaan Beri Contoh Nyata Pentingnya Jaga Lingkungan
Dandim 0206/Dairi Duduk Bersama Forkopimcam Tigalingga, Ada Pesan untuk Prajurit di Lapangan
563 KPM Menanti Bantuan Beras Bulog, Babinsa dan Camat Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran
Gotong Royong TNI dan Warga, Jembatan Gantung Sungai Menaula Terus Dikerjakan
*Kirim Kapal Rumah Sakit ke NTT, Kasad: Penanganan Bencana Harus Punya “Napas Panjang”*

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:29 WIB

Jajaran Kodam XIX/Tuanku Tambusai Perkuat Sinergi Hadapi Ancaman Pertahanan Negara

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:16 WIB

Proyek Kementan Dipertanyakan, Pemdes Tamping Mojo dan Gapoktan Dinilai Tutup Mata

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:14 WIB

Senyum Sumringah Ompung Esti di Dairi: Panen Melimpah Berkat Ketekunan, Dampingan TNI Kobarkan Semangat Petani

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:08 WIB

Aksi Green & Clean di Markas TNI: Koramil 06/Kerajaan Beri Contoh Nyata Pentingnya Jaga Lingkungan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:56 WIB

Dandim 0206/Dairi Duduk Bersama Forkopimcam Tigalingga, Ada Pesan untuk Prajurit di Lapangan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:51 WIB

563 KPM Menanti Bantuan Beras Bulog, Babinsa dan Camat Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran

Kamis, 20 Agustus 2026 - 09:37 WIB

Gotong Royong TNI dan Warga, Jembatan Gantung Sungai Menaula Terus Dikerjakan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 09:24 WIB

*Kirim Kapal Rumah Sakit ke NTT, Kasad: Penanganan Bencana Harus Punya “Napas Panjang”*

Berita Terbaru