Proyek Jalan Rp 919 Juta di Losari Diduga Gunakan Material Tak Sesuai Spesifikasi

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Selasa, 14 Juli 2026 - 06:53 WIB

5067 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

​Nasionaldetik.com,– 14 Juli 2026 Proyek peningkatan jalan ruas Kalirahayu  Ambulu, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, kini tengah menjadi sorotan publik. Proyek yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Cirebon tahun 2026 senilai Rp 919.516.000 ini diduga menggunakan material yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis (bestek). (13/7/2026).

​Berdasarkan keterangan narasumber di lapangan, material yang digunakan untuk proyek tersebut berupa “batu setan” (batu dengan kualitas rendah/tidak standar) dan pasir ladu. Penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi ini dinilai berpotensi menurunkan kualitas konstruksi dan memperpendek usia pakai jalan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Sorotan Regulasi dan Tanggung Jawab Kontraktor

​Tindakan ini disinyalir melanggar ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, yang mewajibkan penyedia jasa untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan kontrak kerja konstruksi serta memenuhi standar keamanan, keselamatan, kesehatan, dan keberlanjutan.

​Dalam Pasal 52 UU Jasa Konstruksi, ditegaskan bahwa penyedia jasa wajib bekerja sesuai dengan perjanjian dalam kontrak. Jika terbukti menggunakan material yang tidak sesuai, hal ini dapat dikategorikan sebagai wanprestasi atau kegagalan konstruksi.

​Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2021 (sebagai perubahan atas PP No. 22 Tahun 2020), setiap penyedia jasa bertanggung jawab penuh atas hasil pekerjaan konstruksinya. Jika terjadi penurunan mutu akibat penggunaan material di bawah standar, kontraktor wajib melakukan perbaikan atau penggantian.

​Ancaman Sanksi dan Risiko Hukum

​Pakar hukum konstruksi menekankan bahwa jika ditemukan unsur kesengajaan dalam pengurangan kualitas material demi keuntungan pribadi, pihak kontraktor, yaitu CV. Widjaya Kontruksi, dapat dijerat dengan sanksi administratif hingga pidana.

​”Sesuai aturan, jika material yang digunakan tidak sesuai dengan yang tertuang dalam kontrak, maka ini merupakan bentuk pelanggaran serius yang merugikan keuangan negara. Pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) selaku pengguna jasa harus segera melakukan audit teknis dan pemeriksaan lapangan terhadap penggunaan material tersebut,” ujar narasumber yang memahami prosedur pengadaan barang/jasa pemerintah.

​Selain sanksi administratif berupa peringatan tertulis, denda, hingga pencabutan izin usaha, pihak terkait dapat menghadapi proses hukum pidana apabila ditemukan unsur kerugian negara dalam proyek ini, sebagaimana diatur dalam ketentuan perundang-undangan mengenai tindak pidana korupsi dalam pengadaan barang/jasa pemerintah.

​Data Proyek:
​Kegiatan: Peningkatan Jalan Kalirahayu – Ambulu
​Lokasi: Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon
​Volume: Panjang 425 meter, Lebar 4 meter
​Anggaran: Rp 919.516.000
​Sumber Dana: APBD Kabupaten Cirebon 2026
​Pelaksana: CV. Widjaya Kontruksi
​Waktu Pelaksanaan: 120 Hari Kalender

​Hingga berita ini diturunkan, pihak CV. Widjaya Kontruksi maupun DPUTR Kabupaten Cirebon belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi tersebut. Publik mendesak instansi terkait untuk melakukan pengawasan ketat agar dana rakyat tidak terbuang percuma pada proyek yang tidak berkualitas.

​Catatan: Berita ini disusun sebagai bentuk fungsi kontrol sosial masyarakat terhadap penggunaan anggaran publik sesuai dengan asas transparansi dan akuntabilitas.

Tim Redaksi

Berita Terkait

Dugaan Perselingkuhan Oknum Dokter & Perawat RSUD Sintang: Penggerebekan Menggema, Pemkab Malah Lempar Kewenangan?
SMPN 4 KOTA SERANG TERANCAM JADI LAHAN PARKIR, KOMITE PENYELAMAT MELAWAN: “JANGAN KORBANKAN SEKOLAH DEMI PARKIR”
Di Balik Loreng Kala Cakti: Kemanusiaan dan Kehangatan Danyonif 126/KC Sambut Tim Media di Batubara
Dugaan Penyimpangan Anggaran BBM Rp9,7 Miliar di Purwakarta: Kortastipidkor Polri Didesak Turun Tangan
Truk Bantuan Koperasi Desa Merah Putih Diduga Disalahgunakan Mengangkut Tebu, Pimred Nasionaldetik.com Soroti Fungsi Pengawasan Kodim
Ratusan Warga Argotirto Malang Padati Pertunjukan Campursari HUT ke-81 RI
Laporan dan Imbauan Pers: Erupsi Gunung Anak Krakatau
IWOI Kabupaten Serang Pertanyakan Keseriusan Penerapan K3: Jangan Sampai Proyek Pendidikan Mengabaikan Keselamatan Pekerja

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 09:17 WIB

Dugaan Perselingkuhan Oknum Dokter & Perawat RSUD Sintang: Penggerebekan Menggema, Pemkab Malah Lempar Kewenangan?

Minggu, 6 September 2026 - 02:01 WIB

Di Balik Loreng Kala Cakti: Kemanusiaan dan Kehangatan Danyonif 126/KC Sambut Tim Media di Batubara

Minggu, 6 September 2026 - 01:16 WIB

Dugaan Penyimpangan Anggaran BBM Rp9,7 Miliar di Purwakarta: Kortastipidkor Polri Didesak Turun Tangan

Minggu, 6 September 2026 - 01:02 WIB

Truk Bantuan Koperasi Desa Merah Putih Diduga Disalahgunakan Mengangkut Tebu, Pimred Nasionaldetik.com Soroti Fungsi Pengawasan Kodim

Minggu, 6 September 2026 - 00:38 WIB

Ratusan Warga Argotirto Malang Padati Pertunjukan Campursari HUT ke-81 RI

Sabtu, 5 September 2026 - 22:41 WIB

Laporan dan Imbauan Pers: Erupsi Gunung Anak Krakatau

Sabtu, 5 September 2026 - 21:55 WIB

IWOI Kabupaten Serang Pertanyakan Keseriusan Penerapan K3: Jangan Sampai Proyek Pendidikan Mengabaikan Keselamatan Pekerja

Sabtu, 5 September 2026 - 21:17 WIB

TNI di Puhpelem Berikan Pelatihan Ketarunaan kepada Siswa SMKN 1 Puhpelem

Berita Terbaru