Nasionaldetik.com–19 Agustus
2026. Program bantuan pemerintah
melalui revitalisasi satuan pendidikan tahun anggaran 2026 mulai dikerjakan di SDN 262/VI Sukorejo, Kecamatan Margo Tabir, Kabupaten Merangin. Proyek yang bersumber dari dana APBN itu dilaksanakan oleh Tim
P2SP dengan total anggaran Rp819.321.600
Berdasarkan papan informasi proyek, kegiatan revitalisasi meliputi rehabilitasi ruang kelas dan toilet senilai Rp387.427.000. Selain itu, ada juga pembangunan ruang administrasi dan ruang UKS senilai Rp431.894.600. Waktu pelaksanaan proyek ditetapkan selama 150 hari kalender. Tim pelaksana P2SP di sekolah tersebut terdiri dari Restu Jumiarti, Musril, Arry Amanda, Sujati, Hepi Kurniawan, dan Edi Suhendra.
Informasi yang dihimpun nasionaldetik.com di lapangan, pengerjaan proyek revitalisasi tersebut diduga dikerjakan oleh pihak ketiga. Dugaan itu muncul setelah nama “Aris” disebut-sebut sebagai pelaksana di lapangan dan adanya pekerja yang diberhentikan olehnya selama proses pengerjaan.
Padahal, sesuai aturan Kemendikbud, program P2SP wajib dikerjakan secara swakelola oleh tim sekolah, bukan diborongkan ke pihak ketiga.
Berdasarkan pantauan tim media di SDN 262/VI Sukorejo pada 29 Juli 2026, Aris terlihat berada di lokasi proyek. Akan tetapi, ketika dikonfirmasi, Aris membantah terlibat sebagai pelaksana dan mengaku hanya sebagai pengawas yang ditunjuk ketua komite.
“Saya juga kerja di sini Bang, sebagai pengawas,” ujar Aris.
Untuk mendapatkan perimbangan berita, media melakukan konfirmasi kepada Kepala SDN 262/VI Sukorejo melalui pesan WhatsApp pada 10 Agustus 2026. Pesan yang dikirim berbunyi: “Bu, mohon izin.
Terkait proyek revitalisasi di SD Ibu, apakah benar yang mengerjakan adalah Aris? Mohon Ibu berkenan menjelaskan untuk perimbangan berita.”
Hingga berita ini diterbitkan, pihak sekolah belum memberikan tanggapan. Media nasionaldetik.com tetap membuka ruang hak jawab seluas-luasnya kepada Kepala SDN 262/VI Sukorejo untuk memberikan klarifikasi terkait dugaan keterlibatan pihak ketiga dalam pelaksanaan program revitalisasi tersebut.
Reporter: Gondo Irawan



































