Menjaga Marwah Abad Kedua: Mengapa Penolakan LPJ PBNU Harus Dihindari dalam Muktamar

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Rabu, 19 Agustus 2026 - 00:32 WIB

5066 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Cirebon, 18 Agustus 2026
Oleh KH Imam Jazuli Lc., MA.

Nasionaldetik.com,— Muktamar Nahdlatul Ulama yang menandai gerbang abad kedua bukan sekadar forum elektoral rutin lima tahunan. Ini adalah momen monumental sejarah tempat jam’iyah menunjukkan kematangan bertindak dan kedalaman berpikir. Di tengah persidangan tertinggi ini, muktamirin memikul amanah besar untuk menjaga martabat organisasi agar tidak terjebak dalam dinamika politik pragmatis jangka pendek.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sayangnya, berembus desas-desus mengenai wacana penolakan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan PBNU di bawah kepemimpinan Rais Aam dan Ketua Umum Gus Yahya. Wacana ini disinyalir muncul bukan atas dasar evaluasi objektif terhadap kinerja organisasi, melainkan sebagai manuver taktis demi kepentingan tertentu.

Penolakan LPJ membawa konsekuensi yang sangat sistemik dan merusak. Secara organisatoris, jika LPJ ditolak oleh PWNU dan PCNU sebagai pemegang suara sah, seluruh kerja keras, program keumatan, serta tata kelola keuangan selama satu masa khidmat dianggap gagal atau tidak sah.

Lebih jauh lagi, aturan Tata Tertib (Tatib) Muktamar biasanya menegaskan bahwa figur yang LPJ-nya ditolak secara otomatis gugur hak administratif dan moralnya untuk dicalonkan kembali dalam kepengurusan inti. Menggunakan ketentuan teknis ini sebagai alat penyelesaian kontestasi adalah manuver yang mengerdilkan esensi permusyawaratan NU.

Sejarah telah memberikan pengingat yang cukup jelas. Pada Muktamar ke-33 di Jombang, munculnya sebagian kecil wacana penolakan LPJ saja sudah memicu kegaduhan yang menyita energi dan merenggangkan ukhuwah. Belajar dari dinamika tersebut, mengulang taktik serupa di perhelatan monumental abad ini justru akan melukai marwah jam’iyah dan meninggalkan beban sejarah yang kelam.

Menolak LPJ kepemimpinan tertinggi—termasuk di dalamnya Rais Aam sebagai jajaran syuriyah dan penanggung jawab tertinggi keagamaan—sama saja dengan mendegradasi kehormatan institusi puncaknya sendiri.

Muktamirin di seluruh penjuru Nusantara perlu menyikapi LPJ secara bijaksana dan proporsional. Evaluasi kritis dan masukan konstruktif tentu sangat dibutuhkan agar kepengurusan mendatang semakin kokoh, namun hal tersebut hendaknya disalurkan melalui mekanisme perbaikan (*islaah*), bukan penolakan mutlak yang bersifat destruktif.

Muktamar monumental ini harus hadir dengan suasana yang sejuk dan visioner. Energi para kiai, pengurus wilayah, dan pengurus cabang hendaknya dicurahkan untuk merumuskan arah peradaban abad kedua NU, bukannya habis dalam pertikaian prosedural. Menjaga keutuhan jam’iyah dan menghormati kepemimpinan ulama adalah fondasi utama yang tidak boleh dikorbankan demi syahwat politik sesaat.

Memasuki abad kedua, NU sudah seharusnya bertransformasi dari kekuatan lokal menjadi pemantik peradaban global. Fokus jam’iyah tidak lagi berputar pada dinamika internal, melainkan meluaskan nilai-nilai Islam *Rahmatan lil ‘Alamin* ke panggung dunia demi merajut perdamaian dan nilai kemanusiaan universal.

Visi besar ini menuntut kemandirian strategis dan tata kelola berbasis masa depan. NU abad baru harus mampu membangun ekosistem ekonomi keumatan yang independen, modernisasi organisasi yang transparan, serta penguatan pusat riset yang mampu memberikan solusi konkret atas krisis sosial dan lingkungan hidup.

Generasi muda Nahdliyin adalah tulang punggung dari transformasi tersebut. Melalui penataan cetak biru pengkaderan yang memadukan kedalaman tradisi pesantren dengan ketajaman teknologi modern, Muktamar ini harus mampu melahirkan kepemimpinan generasi baru yang adaptif dan berdaya saing global.

Warisan terbaik yang patut dipersembahkan dalam perhelatan sejarah ini adalah cerita tentang persatuan dan keberanian melangkah ke depan. Dengan merajut ukhuwah dan mengesampingkan egosentrisme pragmatis, NU menegaskan dirinya sebagai jangkar stabilitas bangsa sekaligus pionir kemajuan zaman. Wallahu’alam bishowab.

Tim Redaksi

Berita Terkait

Anjangsana ke Rumah Kadus, Babinsa Koramil 06/Kerajaan Serap Informasi Warga dari Teras Rumah
Babinsa 04/Tigalingga Bentuk Karakter Pelajar Lewat Latihan PBB
Bantuan PKH Terputus, Babinsa Turun Tangan Bantu Warga Cari Kejelasan
Pasis Dikreg Seskoad LXVIII Laksanakan KKL Binsat di Yonif 132 Bima Sakti, Penanganan dan Mitigasi Karhutla di Kabupaten Kampar
BARISAN UTARA, BENTENG STRATEGIS NUSANTARA: KOMISI I DPR RI DORONG KODAERAL I PERKUAT LOGISTIK DAN PATROLI LAUT
*TNI AD Tuntaskan Investigasi Jembatan Garuda Pangandaran, Temukan Faktor Teknis dan Overload*
TNI AD Kebut Pembangunan Jembatan Gantung Bolatan Paluta, Progres 85%
Pengabdian Kepada Rakyat,Pasis Dikreg LXVIII Seskoad Berikan Penyuluhan Pencegahan Karhutla Kepada Poktan

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 22:38 WIB

Anjangsana ke Rumah Kadus, Babinsa Koramil 06/Kerajaan Serap Informasi Warga dari Teras Rumah

Jumat, 4 September 2026 - 22:22 WIB

Bantuan PKH Terputus, Babinsa Turun Tangan Bantu Warga Cari Kejelasan

Jumat, 4 September 2026 - 22:07 WIB

Pasis Dikreg Seskoad LXVIII Laksanakan KKL Binsat di Yonif 132 Bima Sakti, Penanganan dan Mitigasi Karhutla di Kabupaten Kampar

Jumat, 4 September 2026 - 21:59 WIB

BARISAN UTARA, BENTENG STRATEGIS NUSANTARA: KOMISI I DPR RI DORONG KODAERAL I PERKUAT LOGISTIK DAN PATROLI LAUT

Jumat, 4 September 2026 - 21:46 WIB

*TNI AD Tuntaskan Investigasi Jembatan Garuda Pangandaran, Temukan Faktor Teknis dan Overload*

Jumat, 4 September 2026 - 21:30 WIB

TNI AD Kebut Pembangunan Jembatan Gantung Bolatan Paluta, Progres 85%

Jumat, 4 September 2026 - 21:15 WIB

Pengabdian Kepada Rakyat,Pasis Dikreg LXVIII Seskoad Berikan Penyuluhan Pencegahan Karhutla Kepada Poktan

Jumat, 4 September 2026 - 21:09 WIB

Kodam XIX/Tuanku Tambusai Perkuat Penanganan Karhutla di Wilayah Indragiri Hilir

Berita Terbaru