Polisi Ungkap 17 Kasus Narkoba di Lampung, Sita Barang Bukti Senilai Rp235 Miliar

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:38 WIB

5092 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nasionaldetik.com – Lampung Selatan – Polda Lampung berhasil mengungkap 17 kasus tindak pidana narkotika selama periode Februari hingga Juni 2026. Dari pengungkapan tersebut, polisi mengamankan 24 tersangka dan menyita berbagai jenis narkotika dengan nilai ekonomis mencapai Rp235,1 miliar.
Pengungkapan kasus tersebut dipusatkan di kawasan Seaport Interdiction Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (18/6/2026).

Kapolda Lampung, Helfi Assegaf, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang menjadi ancaman serius bagi generasi muda dan keamanan masyarakat.

“Dari 17 laporan polisi yang berhasil diungkap, kami mengamankan 24 tersangka dengan nilai ekonomis barang bukti kurang lebih Rp235.134.910.000,” kata Helfi saat konferensi pers.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, para pelaku menggunakan beragam modus untuk mengelabui petugas. Narkotika disembunyikan di dalam tas, kardus, kotak speaker kendaraan, hingga bagasi mobil yang dibawa menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum seperti bus, minibus, dan mobil boks ekspedisi.

Selain itu, pelaku juga memanfaatkan jasa kurir dengan menyamarkan narkotika ke dalam berbagai bentuk paket kiriman.

“Pelaku membawa narkotika sendiri dengan cara memasukkannya ke dalam suatu barang atau tempat seperti tas, kardus, kotak speaker kendaraan, dan bagasi kendaraan. Ada juga yang menitipkan narkotika kepada orang lain atau kurir yang telah dikemas dalam berbagai bentuk paket kiriman,” ujarnya.

Dari hasil pengungkapan tersebut, polisi menyita 179,5 kilogram sabu, 58 kilogram ganja, 44.128 butir ekstasi, 11,4 kilogram ketamine, 20.000 butir Erimin 5 atau Happy Five, 3.148 cartridge etomidate, serta 5 liter liquid etomidate.

Selain narkotika, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti lain berupa delapan unit kendaraan roda empat, enam tas, lima unit telepon genggam, dan satu lembar STNK.

Kendaraan yang disita antara lain Toyota Corolla Altis, Mitsubishi Xpander, Toyota Rush, Daihatsu Xenia, Honda Civic, Toyota Fortuner, Toyota Avanza, hingga mobil boks ekspedisi yang diduga digunakan dalam aktivitas peredaran narkotika.

Barang bukti narkotika ditemukan dalam berbagai kemasan, mulai dari kemasan teh China, paket kiriman, bungkus lakban, kemasan popcorn, hingga cartridge yang mengandung etomidate.

Kapolda menyebut jumlah barang bukti yang berhasil diamankan diperkirakan dapat menyelamatkan sekitar 948.628 jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

“Dari jumlah barang bukti yang berhasil disita, maka jiwa yang dapat diselamatkan sebanyak kurang lebih 948.628 jiwa. Ini menunjukkan besarnya ancaman peredaran narkotika yang berhasil kami cegah masuk ke tengah masyarakat,” ujarnya.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 609 ayat (2) huruf a dan b serta Pasal 612 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 yang mengatur ketentuan Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Mereka terancam hukuman penjara paling singkat lima tahun hingga 20 tahun, pidana penjara seumur hidup, bahkan pidana mati sesuai dengan peran dan keterlibatan masing-masing.

“Para tersangka terancam pidana penjara paling singkat lima tahun hingga 20 tahun, pidana penjara seumur hidup, bahkan pidana mati sesuai peran dan keterlibatan masing-masing dalam tindak pidana narkotika yang diungkap,” tegas Helfi.

Ia menegaskan bahwa Polda Lampung tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk peredaran gelap narkotika dan akan terus bertindak tegas, profesional, serta tanpa pandang bulu terhadap siapa pun yang terlibat dalam jaringan narkoba.

Kapolda juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif membantu kepolisian dengan memberikan informasi terkait penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika melalui layanan Polri 110 yang siaga selama 24 jam. (*)

Berita Terkait

HUT ke-81 TNI, Kodim 0807 Tulungagung Perkuat Sinergi Bersama Masyarakat
Plt Bupati Tulungagung Hadiri HUT ke-81 TNI, Tekankan Pentingnya Sinergi Jaga Kondusivitas Daerah
60 Mahasiswi Unila Dalami Seni Khudat dan Tari Kenui Melayang di Keratuan Darah Putih
Plt Bupati Tulungagung Ajak PKB Perkuat Sinergi, Dorong Gagasan Politik yang Menyejukkan
PKB Tulungagung Benahi Struktur hingga Ranting, Regenerasi Kader Siap Tancap Gas Menuju Target Kursi DPRD Pada 2029
Siger Sore Run Semarakkan BHC, Malam Hari Amphitheater Dipadati Ribuan Pengunjung
Jalan Rabat Beton Manding Rampung, Dandim 0807/Tulungagung Tekankan Gotong Royong dan Kesejahteraan Warga
Sosialisasi Antikorupsi diKota Metro Selesai, Hendra Apriyanes : Pencegahan Harus Menjadi Gerakan Bersama

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Babinsa dan Warga Kompak, Jembatan Garuda Huta Rakyat Kini Capai 37 Persen

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:37 WIB

Dorong Angkong, Babinsa Kalijambe Tunjukkan Gotong Royong Nyata Bersama Warga

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:59 WIB

SP2HP Terbit, Dugaan Mafia BBM Singkawang Disorot Kapolda Kalbar Diminta Bongkar Oknum

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:39 WIB

*HUT ke-81 TNI, Kasad Saksikan Peresmian Enam Kodam Baru*

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Antusiasme Pendukung Menggema di Pengundian Pilkades Wantilan, A Ramli Sidik Dapat Nomor Urut 3

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:15 WIB

Dualisme Tarif WiFi di Pamenang Merangin: Resmi Rp 200 Ribu, Warga Diminta Bayar Rp 210 Ribu ke Reseller

Selasa, 6 Oktober 2026 - 01:13 WIB

PERSONEL BABINSA KORAMIL 07/JUHAR KODIM 0205/TK BERSAMA WARGA, GOTONG ROYONG MEMBANGUN JEMBATAN GARUDA

Selasa, 6 Oktober 2026 - 01:05 WIB

Keluarga Besar Kejari Karo Sampaikan Penghormatan Khusus kepada Guru di Tanah Karo dalam Rangka World Teachers’ Day 2026

Berita Terbaru

NASIONAL

*HUT ke-81 TNI, Kasad Saksikan Peresmian Enam Kodam Baru*

Selasa, 6 Okt 2026 - 13:39 WIB