Polda Lampung Ingatkan Orang Tua Awasi Anak, Waspadai Narkoba, Pinjol hingga Ajakan Huru-hara

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:15 WIB

5049 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nasional detik.com,LAMPUNG – Polda Lampung meminta orang tua memperketat pengawasan terhadap aktivitas dan pergaulan anak, terutama di tengah maraknya pengaruh lingkungan dan aktivitas di ruang digital.

 

Pengawasan itu dinilai penting untuk mencegah anak terjerumus dalam berbagai persoalan, mulai dari penyalahgunaan narkoba, seks bebas, pinjaman online (pinjol), hingga ajakan mengikuti aksi yang berpotensi berujung kericuhan atau huru-hara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Isawandari Yuyun mengatakan, orang tua tidak cukup hanya mengetahui keberadaan anak, tetapi juga perlu memahami lingkungan pergaulan serta aktivitas yang mereka lakukan, termasuk di media sosial.

 

“Orang tua jangan hanya bertanya anaknya pergi ke mana, tetapi juga perlu mengetahui dengan siapa mereka bergaul dan kegiatan apa yang diikuti. Jangan sampai anak terjebak dalam lingkungan yang membawa mereka pada narkoba, seks bebas, pinjol atau tindakan yang dapat merusak masa depannya,” kata Yuni, Sabtu (29/8/2026).

 

*Pengawasan tidak hanya di luar rumah*

 

Menurut Yuni, perkembangan teknologi membuat pengawasan terhadap anak tidak cukup dilakukan terhadap aktivitas mereka di luar rumah.

 

Orang tua juga perlu mengetahui bagaimana anak menggunakan media sosial dan berinteraksi di dunia digital.

 

Pinjol, kata dia, menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.

 

Anak dan remaja yang belum memahami risiko utang dapat dengan mudah tergoda tawaran pinjaman atau aktivitas keuangan ilegal di internet.

 

“Sekarang pengaruh terhadap anak bukan hanya datang dari lingkungan sekitar, tetapi juga dari dunia digital. Karena itu, orang tua perlu memberikan edukasi, termasuk mengenai bahaya pinjol dan berbagai tawaran di media sosial yang dapat menjerumuskan mereka,” ujarnya.

 

Di sisi lain, Yuni mengingatkan orang tua agar tidak membiarkan anak mengikuti aksi penyampaian aspirasi yang berpotensi terjadi kericuhan.

 

Ia menegaskan, penyampaian pendapat merupakan hak masyarakat yang dilindungi.

 

Namun, anak-anak tetap perlu mendapatkan pendampingan agar tidak terseret dalam situasi yang dapat membahayakan keselamatan.

 

“Kami mengimbau orang tua memastikan anak-anak tidak berada di lokasi aksi yang berpotensi terjadi kericuhan. Jangan sampai mereka hanya ikut-ikutan, kemudian menjadi korban ketika situasi berubah menjadi tidak kondusif,” kata Yuni.

 

*Jangan mudah terbawa ajakan*

 

Yuni menilai anak dan remaja relatif mudah terpengaruh oleh ajakan lingkungan, termasuk melalui media sosial.

 

Karena itu, komunikasi terbuka antara orang tua dan anak diperlukan agar mereka memiliki kemampuan untuk menolak ajakan yang berisiko.

 

“Bangun komunikasi yang terbuka, sehingga anak tidak mencari tempat bertanya hanya dari teman atau media sosial. Berikan pemahaman mana kegiatan yang positif dan mana yang dapat membahayakan dirinya,” tuturnya.

 

Mantan Kapolres Metro itu menegaskan, pencegahan harus dilakukan sebelum persoalan muncul.

 

Orang tua diminta memperhatikan perubahan perilaku, lingkungan pergaulan serta aktivitas anak sehari-hari.

 

“Jangan sampai masa depan anak dipertaruhkan karena keputusan sesaat atau ajakan teman. Kita harus mencegah sejak awal agar mereka tidak terjerumus narkoba, seks bebas, pinjol, kekerasan maupun aksi yang berujung pada huru-hara,” tegasnya.

 

Menurut Yuni, perlindungan terhadap anak tidak dapat dibebankan hanya kepada kepolisian.

 

Keluarga menjadi benteng pertama dalam memberikan edukasi sekaligus membentuk kemampuan anak mengambil keputusan.

 

“Keselamatan dan masa depan anak merupakan tanggung jawab bersama. Mari kita jaga anak-anak kita, kita bimbing dan kita edukasi. Jangan sampai keinginan untuk ikut-ikutan atau pengaruh lingkungan justru membawa mereka pada situasi yang merugikan,” pungkasnya.

Berita Terkait

HMNI Jawa Tengah Dikukuhkan, Perkuat Organisasi dan Perjuangkan Kesejahteraan Nelayan
Yonif 9 Marinir Brigif 4 Mar/BS Gelar Bedah Rumah Ibu Suryati di Desa Paya
Kehadiran Habib Rizieq di Malang Mendapat Penolakan Rakyat, PNIB : Jangan Bikin Gaduh Jatim dan Indonesia, Kami Akan Tolak dan Lawan Sampai Kiamat
Semarak HUT ke-81 RI di Sukodono, Kades Muyasaroh Ajak Warga Kompak, Tertib Administrasi dan Taat Pajak
Gus Rosikh : Siapapun Yang Terpilih Rois Aam Dan Ketum PBNU, Harus Didukung dan Dihormati
Desa Dono Berubah Jadi Lautan Budaya, Ribuan Warga Meriahkan Karnaval HUT ke-81 RI
Eksekusi Pemutusan Inkrah, Kejari Karo Kembalikan 1 Unit Sepeda Motor RX-King Kembalikan Ke Pemilik Sah
Tak Dilengkapi Dokumen, Truk Besar Angkut 25 Ton Gabah Diputarbalikkan di Bakauheni

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 05:05 WIB

Pengamanan Rutin Ibadah Minggu, Babinsa Koramil 06/Kerajaan Hadir di Tengah Jemaat GKPPD

Senin, 31 Agustus 2026 - 04:58 WIB

Datang Sebelum Ibadah Dimulai, Babinsa 04/Tigalingga Bangun Komunikasi dengan Jemaat GBKP

Senin, 31 Agustus 2026 - 04:52 WIB

Deteksi Dini, Babinsa 03/Parongil Pantau Ibadah Minggu di Gereja HKBP

Senin, 31 Agustus 2026 - 00:07 WIB

MODUS MAKELAR KASUS DI JOMBANG: NGAKU ANAK WAKAPOLDA JATIM DAN PENGACARA, DUDUGA PERAS KELUARGA BURUH TANI RP40 JUTA

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:26 WIB

Tidak Terbukti Curi Timbunan : Bupati Gowa Berkunjung Di Kediaman ILYAS SITABA

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:45 WIB

DUGAAN PEREDARAN OBAT DAFTAR G DI PALOPО DAN LUWU RAYA, POLRES PALOPO DAN POLDA SULSEL DIMINTA LAKUKAN PEMERIKSAAN TERHADAP SHT

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:16 WIB

RICUH…!!! Aturan “Jeda Politik” Terancam Dikebiri: Muktamar ke-35 NU Memanas, Sidang Pleno Kena Skors

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Ratusan Calon Jemaah Umrah di Jombang Ricuh Dini Hari: Koper Diturunkan Paksa, Visa Belum Ada, Pihak Travel Diperiksa Polisi

Berita Terbaru