Desa Dono Berubah Jadi Lautan Budaya, Ribuan Warga Meriahkan Karnaval HUT ke-81 RI

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 22:12 WIB

5025 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TULUNGAGUNG, Nasionaldetik.com – Bukan sekadar arak-arakan. Karnaval peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Dono, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung, Sabtu (29/8/2026), menjelma menjadi panggung besar budaya dan kreativitas masyarakat.

Sejak siang, ruas jalan desa dipenuhi warga yang antusias menyaksikan berbagai penampilan peserta karnaval. Nuansa merah putih berpadu dengan busana adat kesenian tradisional, hingga atraksi yang menggambarkan semangat perjuangan dan kecintaan terhadap tanah air.

Karnaval tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) Desa Dono dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Beragam kreativitas masyarakat ditampilkan. Barisan peserta dengan busana adat berjalan beriringan dengan tarian tradisional, Marching Band Merah Putih, drama kolosal dan kesenian jathilan.

Suara musik, sorak warga dan penampilan para peserta membuat suasana sepanjang jalur karnaval semakin meriah. Setiap kelompok berusaha menyuguhkan penampilan terbaik dengan kostum serta dekorasi yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Perangkat Desa Turut Berkarnaval

Salah satu pemandangan yang mencuri perhatian adalah keterlibatan Plt. Kepala Desa Dono bersama seluruh jajaran perangkat desa Mengenakan busana tradisional , jajaran pemerintah desa tidak hanya berdiri sebagai penyelenggara. Mereka turun langsung dan berjalan bersama masyarakat dalam kemeriahan karnaval.

Pesan yang disampaikan pun cukup kuat. Pemerintah desa ingin menunjukkan bahwa pelestarian budaya bukan hanya menjadi tanggung jawab pelaku seni, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

Kehadiran jajaran perangkat desa dalam balutan busana adat juga menjadi simbol kedekatan antara pemerintah desa dan masyarakat.

Di tengah derasnya perkembangan zaman, budaya lokal tetap mendapat ruang untuk tampil dan dikenalkan kepada generasi muda.

TNI, Polri dan Camat Sendang Hadir

Kemeriahan karnaval turut disaksikan unsur TNI dan Polri, Camat Sendang serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Kehadiran mereka menambah semarak sekaligus memperlihatkan kuatnya kebersamaan antara pemerintah, aparat dan masyarakat dalam memperingati momentum kemerdekaan.

Tidak ada sekat. Semua larut dalam satu suasana perayaan.

Dari anak-anak yang berlari mengikuti iring-iringan, para orang tua yang berdiri di pinggir jalan, hingga peserta yang tampil dengan penuh percaya diri, semuanya menjadi bagian dari cerita kemerdekaan di Desa Dono.

Bukan Sekadar Seremonial

Karnaval HUT ke-81 RI di Desa Dono memperlihatkan bahwa perayaan kemerdekaan dapat menjadi ruang untuk menghidupkan kembali nilai-nilai kebersamaan dan budaya lokal.

Drama kolosal membawa pesan sejarah. Jathilan menghidupkan kesenian tradisional. Busana adat menjadi simbol identitas. Sementara nuansa merah putih menjadi pengikat seluruh rangkaian kegiatan.

Di sinilah kemerdekaan menemukan maknanya di tengah masyarakat: bebas berkarya, bebas berekspresi, namun tetap menjaga persatuan dan menghargai akar budaya.

Bagi Desa Dono, kemeriahan tersebut bukan hanya tentang siapa yang tampil paling menarik. Lebih jauh, karnaval menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus menanamkan kecintaan terhadap budaya dan tanah air kepada generasi penerus.

Semangat itu terlihat jelas dari antusiasme masyarakat yang memadati jalur karnaval.

Desa Dono membuktikan bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya hidup di pusat kota atau panggung-panggung besar. Dari pelosok desa pun, Merah Putih dapat berkibar melalui kreativitas, budaya dan gotong royong masyarakat.

Kemerdekaan dirayakan, budaya diwariskan, persatuan dikuatkan. Dari Desa Dono, semangat Indonesia terus bergema.

Reporter : Ev

Editor : Admin

Berita Terkait

Gus Rosikh : Siapapun Yang Terpilih Rois Aam Dan Ketum PBNU, Harus Didukung dan Dihormati
Eksekusi Pemutusan Inkrah, Kejari Karo Kembalikan 1 Unit Sepeda Motor RX-King Kembalikan Ke Pemilik Sah
Tak Dilengkapi Dokumen, Truk Besar Angkut 25 Ton Gabah Diputarbalikkan di Bakauheni
Atasi Krisis Air, Polres Kendal Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih dan Bantuan Beras di Ringinarum
Perjalanan Gugatan Mas Botok dari Pantura ke Ibu Kota Oleh Pepih Nugraha
Babinsa dan Polisi Turun Langsung Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Sono
Ironis! Peliput Berita Ditahan, Pengedar Tramadol di Teluknaga Diduga Tak Tersentuh
Kapolres Kendal Pimpin Apel di MAN Kendal, Peringatkan Pelajar Jauhi Aksi “Kreak” dan Senjata Tajam

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:57 WIB

Babinsa Joyotakan Pelopori Kerja Bakti Bersama Warga Masyarakat

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:49 WIB

GARA-GARA ISU RAZIA, RP5 JUTA PER RAKIT DOMPENG TANJUNG LAMIN DIDUGA SUDAH DITARIK OKNUM PENGURUS

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:45 WIB

MENUNTUT KEADILAN!!! Karnaval HUT RI ke-81 Berujung Kerugian! Saluran Listrik Putus, 6 Rumah Gelap Gulita — Warga RT 14 RW 07 Diabaikan Panitia

Minggu, 30 Agustus 2026 - 01:03 WIB

BARU SATU REKANAN AKUI PAKAI SISTEM KONVEKSI nasionaldetik.com Masih Buru Rekanan Lain Pengadaan Seragam SMPN 4 Merangin

Minggu, 30 Agustus 2026 - 00:55 WIB

*Tinjau Jembatan Gantung Garuda di OKU, Kasad: TNI Harus Jadi Solusi Kesulitan Rakyat!*

Minggu, 30 Agustus 2026 - 00:34 WIB

SISWA SESKOAD DIKREG LXVIII GARUDA BERSAMA KOMPONEN MASYARAKAT LAKSANAKAN PENANGGULANGAN DAN PENYULUHAN KARHUTLA DI WILAYAH KODAM XIX/TT

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:06 WIB

Sang Jenderal Petarung’ Resmikan 8 Jembatan di Pulau Buru, Akses Warga Kini Makin Terbuka

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 22:56 WIB

Danrem 031/WB Apresiasi 28 Tahun Pengabdian RS Awal Bros dalam Melayani Masyarakat

Berita Terbaru