Lembaga Pesantren dan Dakwah PB PMII Dorong Penguatan Pesantren Ramah Anak

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Senin, 1 Juni 2026 - 09:28 WIB

5048 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jambi – Direktur Pesantren dan Dakwah PB PMII, Muhammad Amin, menegaskan pentingnya penguatan kapasitas pesantren ramah anak sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan Islam yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang bagi para santri.

 

Menurutnya, fasilitator dalam istilah Arab dikenal dengan المُيَسِّر (Al-Muyassir), yang berarti “orang yang memberikan kemudahan”. Konsep tersebut dinilai relevan dalam membangun pola pendidikan pesantren yang humanis dan berorientasi pada perlindungan anak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Kita membutuhkan lingkungan pesantren yang mampu menghadirkan rasa aman, nyaman, dan penuh keteladanan bagi santri. Pesantren ramah anak tidak hanya berbicara tentang fasilitas fisik, tetapi juga menyangkut budaya, pola asuh, dan perilaku seluruh elemen di lingkungan pesantren,” ujar Muhammad Amin dalam keterangannya.

 

Ia menjelaskan, peningkatan kapasitas pesantren ramah anak perlu dilakukan secara berkelanjutan agar pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama dan pengembangan intelektual, tetapi juga menjadi ruang tumbuh yang sehat bagi perkembangan mental dan emosional santri.

 

Menurutnya, pengasuh, tenaga pendidik, hingga seluruh unsur yang berada di lingkungan pesantren harus memiliki kemampuan dan keteladanan yang baik dalam mendampingi para santri selama proses pendidikan berlangsung.

 

“Pesantren yang ramah anak lahir dari lingkungan yang hangat, aman, dan penuh perhatian. Karena itu, seluruh tenaga kependidikan harus mampu menjadi teladan dalam membangun budaya pendidikan yang menghargai nilai-nilai kemanusiaan,” katanya.

 

Sementara itu, Kementerian Agama terus memperkuat implementasi program Pesantren Ramah Anak melalui berbagai langkah strategis, mulai dari penguatan regulasi, peningkatan kompetensi pengasuh pesantren, hingga penyusunan panduan nasional pesantren ramah anak.

 

Program tersebut dihadirkan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan seluruh santri memperoleh perlindungan maksimal selama menjalani proses pendidikan di lingkungan pesantren.

 

“Semoga ikhtiar ini dapat memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan ruang pendidikan yang melindungi, mendidik, dan menumbuhkan generasi bangsa dengan baik,” tutur Muhammad Amin.

 

Ia berharap penguatan kapasitas pesantren ramah anak mampu menjadikan pesantren sebagai “rumah kedua” yang benar-benar menghadirkan rasa aman dan kasih sayang bagi seluruh santri di Indonesia.

 

Menurutnya, suasana penuh perhatian dan keteladanan harus menjadi pondasi utama dalam proses pendidikan pesantren agar mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara spiritual, emosional, dan sosial.

 

“Pesantren harus menjadi rumah kedua yang penuh kasih sayang, tempat tumbuhnya generasi yang cerdas secara spiritual, intelektual, dan emosional,” tegasnya.

 

Melalui program Pesantren Ramah Anak, Kementerian Agama kembali menegaskan pentingnya menanamkan nilai kemanusiaan dan adab sejalan dengan penguasaan ilmu agama, kitab kuning, serta pengetahuan umum demi menciptakan generasi santri yang sehat, unggul, dan bermartabat di masa depan.

 

Karena itu, seluruh pihak diharapkan dapat bersama-sama mendorong penguatan program pesantren ramah anak sebagai bagian dari investasi pendidikan dan masa depan generasi bangsa.

Berita Terkait

Misteri Dana BOS Merangin: Pelantikan Kepsek Baru atau Relaksasi P3K Jadi Sebab?
Lapas kelas IIB Muara Bulian, Peringati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026
Kasat Resnarkoba Polres Gowa Klarifikasi Dugaan “Setoran” Bandar Narkoba ke Oknum Anggota: “Buktikan, Jangan Asal Tuduh”
Iwan Haryawan Sampaikan Permohonan Maaf Terbuka Kepada Aliansi Ormas Bekasi
Soroti Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis Di Limau, Lpakn RI Projamin Tegaskan Perlu Adanya Perubahan mekanisme Pembagian Secara Menyeluruh
Koramil 421-03/Pnh Dukung Lomba Desa Helau, Babinsa dan Warga Gotong Royong Bersihkan Lingkungan
Buka MAKESTA di Ponpes Madinah Muara Tembesi, Ketua PCNU Batanghari Tekankan Pentingnya Kaderisasi**
BUMDes Bakau Mandiri Kembali Salurkan Bantuan CSR 10 Sak Semen untuk Perbaikan Jalan di Dusun Muara Bakau Atas

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 09:41 WIB

Diduga Lakukan Pemerkosaan di Hotel, Pemuda Asal Bumiayu Dilaporkan ke Polisi

Senin, 1 Juni 2026 - 09:15 WIB

Diduga Tabrak Permendikbud No 75/2016, Oknum Guru dan Komite SMPN 3 Londut Patok Biaya Perpisahan Hingga Ratusan Ribu

Senin, 1 Juni 2026 - 07:15 WIB

PETI Rusak Lingkungan dan Situs Budaya, Masyarakat Peranap Minta APH Bertindak Tegas Tanpa Pembiaran

Minggu, 31 Mei 2026 - 22:30 WIB

Refleksi Hari Lahir Pancasila: Dasar Negara dan Jejak Sejarahnya

Minggu, 31 Mei 2026 - 22:20 WIB

KIAI IMJAZ BINA INSAN MULIA: KETIKA PESANTREN BERANI BERTRANSFORMASI, PTN DAN BEASISWA GLOBAL BUKAN LAGI MIMPI

Minggu, 31 Mei 2026 - 22:15 WIB

“Data Kacau, SK 65 Guru PPPK Merangin Mandek: TMT dan Gaji Terancam?”

Minggu, 31 Mei 2026 - 22:08 WIB

PEKAB EMPAT LAWANG SARAT GAYA ‘PREMAN’ ANGGARAN: Tim Rambo dan Media Rajawali News Siap Giring Dugaan Korupsi Pemecahan Paket Proyek Rp27,5 Miliar ke Kejagung dan Presiden!

Minggu, 31 Mei 2026 - 22:03 WIB

Kodim 0205/TK Rampungkan Pembangunan Jembatan Aramco Penghubung Desa Lau Garut–Mardingding

Berita Terbaru