KUALITAS SAMPAH DARI KATERING MBG: Tragedi Cacing di SMK TKM Pertambangan Jadi Peringatan Akhir, Badan Gizi Nasional Harus Segera Intervensi!

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Jumat, 21 November 2025 - 16:52 WIB

50144 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com, – Jumat, 21 November 2025 Program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali tercoreng di Kabupaten Kebumen, yang secara langsung merusak citra program Presiden Republik Indonesia. Pada Kamis, 20 November 2025, sekitar pukul 11:12 WIB, Tumbras dari LPK Kebumen dan rekan media Edy (Kompas86) sedang bersantai, menerima kiriman video dari siswi SMK TKM Pertambangan yang menunjukkan bukti nyata: cacing hidup di dalam jatah makanan MBG yang belakangan di ketahui disediakan oleh Yayasan TAS

Menurut penuturan siswi yang melapor, saat ia sedang makan, ia “sontak refleks, kaget, serta syok” melihat cacing di hidangannya, sehingga secara refleks wadah nasi tersebut terlempar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tumbras dan Edy segera bergegas ke lokasi SMK TKM Pertambangan untuk konfirmasi. Sesampainya di lokasi sekolah makanan dan siswa sudah tidak ada, Dan kemudian mereka berhasil menemui salah satu Guru berinisial I yang mengungkapkan fakta mengejutkan: Kejadian ini adalah kejadian yang kedua kalinya yang melibatkan penyedia layanan yang sama dalam program MBG. Pengakuan ini menguatkan dugaan adanya kelalaian fatal yang bersifat berulang. Upaya konfirmasi langsung ke dapur MBG di Wonoyoso, Bumirejo, juga berujung pada penolakan mentah-mentah oleh kru, bahkan sempat terjadi ketegangan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak manapun termasuk penyelenggara katering MBG, manajemen SMK TKM Pertambangan, maupun Pemerintah Kabupaten Kebumen. Sikap bungkam massal ini memperparah kemarahan publik. Berdasarkan temuan di lapangan, Edy dan Tumbras menegaskan, kualitas pelayanan katering MBG tersebut adalah yang paling buruk yang pernah mereka jumpai di Kebumen. Insiden cacing yang berulang kali terjadi ini adalah cerminan pengawasan kualitas program MBG yang bobrok dan kegagalan total dalam penerapan Higiene Sanitasi Pangan (HSP).

Peristiwa dari makanan basi, berbelatung dan keracunan massal terakhir terdapat cacing menambah rentetan panjang peristiwa buruk pelaksanaan program MBG di Kebumen. Tumbras secara tegas mempertanyakan peran Pemerintah Kabupaten Kebumen, Dinas Kesehatan, dan BPOM: “Mengapa sistematis ‘tutup mata’ terhadap penyedia yang terbukti berulang kali melanggar standar dan mengancam kesehatan anak didik?” Mereka menilai, kegagalan implementasi di daerah ini adalah biang keladi yang menghancurkan integritas program strategis Presiden di mata publik.

Tumbras dan Edy mendesak agar pejabat yang lalai dan terlibat dalam kontrak dengan penyedia tidak profesional segera diaudit dan diberi sanksi tegas. Mereka juga menuntut tindakan tegas dari Badan Gizi Nasional Pusat dan BPOM untuk mengawasi Kebumen secara prioritas. “Mengingat peristiwa tentang mbg di kabupaten kebumen telah banyak sekali terjadi yang berulang dan bervariasi sungguh prilaku yang menjijikkan. jangan cederai program presiden ini dengan cara-cara kotor,” tegas mereka.

Redaksi membuka ruang seluas-luasnya untuk Hak Jawab dari pihak-pihak terkait, sebagai pemenuhan asas keberimbangan pemberitaan.

Publisher -Redaksi Prima
Reporter CN -Waluyo

Berita Terkait

Nasi Kebuli Autentik Ala ‘Umah Fitri : Rasa Mewah, Harga Ramah di Kantong Manjakan Lidah
MERASA DEWA KEADILAN : LSM Diingatkan Jalankan Kontrol Sosial Tanpa Menjadi ‘Hakim’ di Media Sosial
SKANDAL DANA PKBM KEBUMEN: Anggaran Membengkak Rp58 Miliar: Antara “Dana Gaib”, Alamat Fiktif, dan Lemahnya Pengawasan Disdikpora
​Ketua Umum Prima,Hermanius Burunaung ‘Kecam’ Penulis Berita Pesanan,Jurnalisme Tanpa Verifikasi Adalah Pelacuran Profesi!
Menguji Akuntabilitas Hibah PKBM Kebumen: Alamat Fiktif dan Celah Maladministrasi Belasan Miliar
Borok IPAL Dapur Gizi Sruweng: Limbah Meluber, Drainase Tersumbat Puing dan Sampah
Skandal Kredit Sindikasi Bank Kebumen: ‘Warisan’ Macet di Luar Daerah atau Lemahnya Pengawasan?
Selesaikan Kasus Kehilangan Paket, Pihak Ekspedisi Ganti Rugi Penuh kepada Pelanggan di Kebumen

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:56 WIB

Air Mata Pengiring Kepergian Camat Kedondong, Sosok Pemimpin yang Dekat di Hati Warga

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:53 WIB

Gasak Motor di Halaman Masjid Saat Salat Subuh, Pelaku Curat Diringkus Tekab 308 Polsek Gedong Tataan Bersama Warga

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:18 WIB

Rutan Ambon Akhiri Program Magang HUB Batch II Dengan Apresiasi

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:19 WIB

Lepas Control Peredaran Rokok Ilegal di Pekanbaru, Ketua DPC GRIB Berikan Sorotan Tajam Kinerja Kepala Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 - 07:29 WIB

Apresiasi Tinggi Kinerja Sat Reskrim Polres Tanggamus, Lpakn RI Projamin Dan Forum Wartawan Limau Bersatu: Kinerja Gemilang Dalam Pemberantasan Kejahatan

Selasa, 26 Mei 2026 - 07:28 WIB

Aset Disita Paksa, PT Citra Aryaguna dan Elisabeth Louise Coreta Tak Berkutik Pasca-Putusan Inkrah MA

Senin, 25 Mei 2026 - 21:11 WIB

Bakti Sosial IPeKB Provinsi Banten Tahun 2026 Salurkan Bantuan GENTING bagi Keluarga Berisiko Stunting di Kecamatan Balaraja

Senin, 25 Mei 2026 - 21:08 WIB

Satu Tahun Zakiyah–Najib, 3.118 Siswa dan 253 Guru Terima Beasiswa

Berita Terbaru