Tikus Muncul Kontrak Rp 158 Miliar: “Kenapa Kontraktor Lama Dipilih Lagi?” Kebumen-Purworejo

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Senin, 1 Desember 2025 - 19:44 WIB

50184 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com,— Jalan Kebumen – Purworejo  Karangnongko (Bts. DIY) senilai Rp 158,143 Miliar sepanjang 17,16 KM. Proyek ini dipertaruhkan sebagai solusi permanen, tetapi justru disambut skeptis karena potensi pengulangan kegagalan kualitas yang sama.

PT. Gita Cipta Sagayasa (KSO) PT. Seecons. Pemilik Proyek: Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II (di bawah BBPJN Warga Kebumen (pedagang, pengguna jalan).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ruas Jalan Nasional Kebumen-Purworejo, Jawa Tengah, dengan titik macet yang diprediksi di kawasan padat seperti Gombong, Wero, dan Sruweng.

17 November 2025. Target Selesai: 540 hari kalender (berarti sekitar Mei 2027). Konteks Kritik: Setelah rusaknya pekerjaan sebelumnya di ruas Guyangan Ngidul sampai Petanahan.

Kekhawatiran utama warga: Trauma mendalam terhadap kualitas pekerjaan penyedia jasa yang sama di masa lalu. Mereka khawatir Rp 158 Miliar akan menjadi “monumen pemborosan anggaran” yang kembali ambles atau rusak dini, gagal menahan beban truk dan cuaca ekstrem.

Proyek ini akan dilaksanakan selama 540 hari, diikuti masa pemeliharaan 365 hari. Pelaksanaan ini berpotensi memicu kemacetan parah yang menuntut manajemen lalu lintas yang serius dan pengawasan ekstra ketat dari Konsultan Supervisi (PT. Gita Cipta Sagayasa) untuk menjamin mutu material dan spesifikasi.

Mengapa Kontraktor dengan Track Record Buruk Dipilih Lagi?
Dana sebesar Rp 158 Miliar untuk 17,16 KM jalan nasional—setara dengan Rp 9,2 Miliar per kilometer—semestinya menjamin mutu jalan tahan banting yang berumur panjang. Namun, proyek ini telah dinodai oleh track record buruk pelaksananya.

PT. Karya Adi Kencana, sebagai penyedia jasa yang sama, dikritik langsung oleh warga Kebumen karena dianggap bertanggung jawab atas kerusakan parah di ruas Guyangan Ngidul hingga Petanahan. Pertanyaannya, mengapa Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II (BBPJN Jateng-DIY) kembali memenangkan kontraktor yang kinerjanya dikeluhkan masyarakat?

Apakah proses tender paket Rp 158 Miliar ini sudah mempertimbangkan past performance (kinerja masa lalu) kontraktor secara komprehensif, khususnya keluhan masyarakat yang menunjuk langsung pada kualitas pekerjaan sebelumnya?

Konsultan Supervisi, PT. Gita Cipta Sagayasa (KSO) PT. Seecons, kini memegang taruhan terbesar. Mereka tidak hanya bertugas mengawasi teknis, tetapi juga mengembalikan kepercayaan publik yang sudah terkikis. Label “Supervisi” tidak boleh menjadi formalitas; itu adalah garansi kualitas.

Dengan biaya per kilometer yang fantastis, BBPJN harus secara transparan mengumumkan spesifikasi teknis dan metode pengujian material yang akan menjamin jalan ini tidak akan “ambles, pecah, atau bergelombang” sebelum masa pemeliharaan 365 hari berakhir.

Proyek ini bukan sekadar pembangunan jalan, tetapi ujian kredibilitas lembaga negara dalam mengelola uang rakyat. Masyarakat Kebumen-Purworejo kini menunggu, apakah dana Rp 158 Miliar akan melahirkan infrastruktur yang kokoh, atau hanya mengulang sejarah pahit pemborosan anggaran.

Apakah Anda ingin saya mencari respons resmi dari BBPJN terkait kritik ini, atau informasi mengenai evaluasi tender proyek tersebut?

Tim Redaksi Prima

Berita Terkait

Nasi Kebuli Autentik Ala ‘Umah Fitri : Rasa Mewah, Harga Ramah di Kantong Manjakan Lidah
MERASA DEWA KEADILAN : LSM Diingatkan Jalankan Kontrol Sosial Tanpa Menjadi ‘Hakim’ di Media Sosial
SKANDAL DANA PKBM KEBUMEN: Anggaran Membengkak Rp58 Miliar: Antara “Dana Gaib”, Alamat Fiktif, dan Lemahnya Pengawasan Disdikpora
​Ketua Umum Prima,Hermanius Burunaung ‘Kecam’ Penulis Berita Pesanan,Jurnalisme Tanpa Verifikasi Adalah Pelacuran Profesi!
Menguji Akuntabilitas Hibah PKBM Kebumen: Alamat Fiktif dan Celah Maladministrasi Belasan Miliar
Borok IPAL Dapur Gizi Sruweng: Limbah Meluber, Drainase Tersumbat Puing dan Sampah
Skandal Kredit Sindikasi Bank Kebumen: ‘Warisan’ Macet di Luar Daerah atau Lemahnya Pengawasan?
Selesaikan Kasus Kehilangan Paket, Pihak Ekspedisi Ganti Rugi Penuh kepada Pelanggan di Kebumen

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:56 WIB

Air Mata Pengiring Kepergian Camat Kedondong, Sosok Pemimpin yang Dekat di Hati Warga

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:53 WIB

Gasak Motor di Halaman Masjid Saat Salat Subuh, Pelaku Curat Diringkus Tekab 308 Polsek Gedong Tataan Bersama Warga

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:18 WIB

Rutan Ambon Akhiri Program Magang HUB Batch II Dengan Apresiasi

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:19 WIB

Lepas Control Peredaran Rokok Ilegal di Pekanbaru, Ketua DPC GRIB Berikan Sorotan Tajam Kinerja Kepala Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 - 07:29 WIB

Apresiasi Tinggi Kinerja Sat Reskrim Polres Tanggamus, Lpakn RI Projamin Dan Forum Wartawan Limau Bersatu: Kinerja Gemilang Dalam Pemberantasan Kejahatan

Selasa, 26 Mei 2026 - 07:28 WIB

Aset Disita Paksa, PT Citra Aryaguna dan Elisabeth Louise Coreta Tak Berkutik Pasca-Putusan Inkrah MA

Senin, 25 Mei 2026 - 21:11 WIB

Bakti Sosial IPeKB Provinsi Banten Tahun 2026 Salurkan Bantuan GENTING bagi Keluarga Berisiko Stunting di Kecamatan Balaraja

Senin, 25 Mei 2026 - 21:08 WIB

Satu Tahun Zakiyah–Najib, 3.118 Siswa dan 253 Guru Terima Beasiswa

Berita Terbaru