I
Subulussalam, nasionaldetik.com – Calon Kepala Kampong Lae Ikan Nomor Urut 1, Herianto Solin, menawarkan pendekatan kepemimpinan yang menempatkan musyawarah, keterbukaan, dan pemberdayaan masyarakat sebagai landasan dalam menjalankan pemerintahan kampung.
Di tengah dinamika pembangunan desa yang semakin kompleks, Herianto menilai keberhasilan seorang kepala kampung tidak semata diukur dari pembangunan infrastruktur, melainkan dari kemampuannya menyatukan masyarakat, mendengar aspirasi, dan menghadirkan solusi melalui kesepakatan bersama.
“Setiap persoalan di kampung harus diselesaikan dengan mengedepankan musyawarah dan mufakat. Kampung ini milik kita bersama, sehingga kemajuannya hanya bisa dicapai jika seluruh masyarakat bersatu dan saling mendukung,” kata Herianto.
Menurutnya, pemerintahan kampung harus menjadi ruang yang terbuka bagi seluruh warga. Karena itu, ia berkomitmen membangun tata kelola pemerintahan yang transparan, jujur, profesional, serta berpihak pada kepentingan masyarakat.
Herianto juga menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari strategi pembangunan jangka panjang. Baginya, potensi ekonomi, sumber daya manusia, dan semangat gotong royong warga merupakan modal utama untuk meningkatkan kesejahteraan kampung.
“Kepercayaan masyarakat adalah amanah yang harus dijaga. Saya ingin hadir sebagai pelayan masyarakat, mendengar setiap aspirasi, dan bekerja bersama warga demi mewujudkan Kampong Lae Ikan yang lebih maju, religius, mandiri, aman, dan sejahtera,” ujarnya.
Visi yang diusung Herianto adalah mewujudkan Kampong Lae Ikan yang maju, religius, mandiri, aman, sejahtera, dan transparan. Visi tersebut dijabarkan ke dalam sejumlah misi, di antaranya meningkatkan kehidupan masyarakat yang religius, memperkuat kemandirian ekonomi warga, menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat pemberdayaan warga, serta mewujudkan pemerintahan kampung yang terbuka, jujur, profesional, dan akuntabel.
Bagi Herianto, membangun kampung bukan sekadar menjalankan program pemerintahan, melainkan membangun kepercayaan masyarakat. Karena itu, ia mengajak seluruh warga menjaga persatuan, memperkuat budaya musyawarah, dan bergotong royong dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
“Jika masyarakat bersatu, tidak ada persoalan yang terlalu besar untuk diselesaikan. Lae Ikan memiliki potensi yang besar, dan saya yakin dengan kebersamaan kita bisa membawa kampung ini menjadi lebih baik,” tuturnya.
Dengan mengusung pendekatan yang menitikberatkan pada dialog, kebersamaan, dan pelayanan kepada masyarakat, Herianto berharap pembangunan Kampong Lae Ikan ke depan dapat berjalan lebih partisipatif serta memberi manfaat yang dirasakan langsung oleh seluruh warga.
(*)


























