Nadionaldetik.com,– 12 Mei 2026 Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN) Cabang Aceh resmi memulai babak baru kepengurusan untuk masa bakti 2026-2029. Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat tersebut digelar pada Sabtu malam, 9 Mei 2026, bertempat di Hotel Portola Grand Arabia, Banda Aceh.
Rangkaian acara ini
diawali dengan Musyawarah Cabang (Muscab) yang produktif sejak siang hari, mencakup sidang pleno serta penetapan arah kebijakan organisasi ke depan.
Momentum puncak malam pelantikan ditandai dengan diperkenalkannya nakhoda baru PERDATIN Aceh. Dr. dr. Zafrullah Khany Jasa, Sp.An-TI Subsp. NA (K) secara resmi dilantik sebagai Ketua, didampingi oleh dr. Muhammad Syakir, Sp.An-TI dan dr.
Auliansyah, Sp.An-TI yang mengemban amanah sebagai Wakil Ketua dan Sekretaris.
Penandatanganan berita acara pelantikan dilakukan secara kolektif oleh pengurus terpilih bersama Ketua IDI Wilayah Aceh dan perwakilan Pengurus Pusat PERDATIN sebagai bentuk legalitas organisasi.
Kehadiran para tokoh kunci memberikan legitimasi kuat bagi kepengurusan periode ini.
Ketua IDI Wilayah Aceh, Dr. dr. Munthadar, Sp.B., Subsp.Ped (K), hadir secara langsung
memandu pembacaan naskah pelantikan.
Dukungan penuh juga diberikan oleh Ketua IDI Banda Aceh, dr. Hendra Kurniawan, M.Sc., Sp.P(K), yang hadir guna memperkuat sinergitas
organisasi dokter di tingkat lokal. Sementara itu, dr. Arief Cahyadi, Sp.An-TI hadir mewakili Ketua Umum PP PERDATIN Irjen Pol. Dr. dr. Asep Hendradiana, Sp.An-TI, Subsp. T.I (K)
M.Kes untuk memandu sumpah jabatan sekaligus memberikan arahan strategis bagi para pengurus yang baru dilantik.
Dalam sambutan perdananya, dr. Zafrullah memaparkan visi besar untuk menjadikan PERDATIN Aceh sebagai organisasi yang “Meutuah”, yaitu organisasi yang memberikan
keselamatan, kasih sayang, kebaikan, pendidikan, dan pengabdian bagi sesama manusia.
Untuk mewujudkannya, misi organisasi difokuskan pada peningkatan pelayanan
anestesiologi nasional, penguatan kompetensi ilmiah anggota melalui pendidikan berkelanjutan, serta pembangunan wadah profesi yang solid demi keselamatan pasien dan
silaturahmi antaranggota.
Sejalan dengan visi-misi tersebut, PERDATIN Aceh telah menyusun rancangan kerja prioritas yang mencakup penyelenggaraan program Subspesialis Anestesi di Aceh, penguatan
sistem rujukan pelayanan dan respons bencana, advokasi kesetaraan tarif serta perlindungan hukum anggota, hingga menjaga keseimbangan psikologis dokter melalui kegiatan rutin
kebersamaan.
Sebagai langkah nyata dari visi pengabdian tersebut, dr. Zafrullah mengumumkan agenda strategis berupa kunjungan kerja ke Kota Subulussalam dalam waktu dekat. Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi layanan anestesi di daerah serta memastikan standarisasi keselamatan pasien dapat menjangkau seluruh pelosok Aceh tanpa terkecuali.
Acara ditutup dengan penuh semangat melalui lagu “Mars Perdatin” dan “Bagimu Negeri” sebagai simbol dimulainya era baru pengabdian bagi dunia kedokteran di Bumi Serambi
Mekkah.
Tim Redaksi






































