Akademisi Kritik Kebijakan Pembatasan JKA: “Aceh Berisiko Mundur di Tengah Kemajuan Daerah Lain”

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 22:06 WIB

5075 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nasional detik.com,BANDA ACEH – Kebijakan pembatasan Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) menuai kritik tajam dari kalangan akademisi. Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah mundur yang kontradiktif dengan semangat awal perlindungan sosial bagi masyarakat Aceh, di saat provinsi lain justru tengah gencar melakukan modernisasi dan inovasi layanan kesehatan.

Iskandar Ahmaruddin, Akademisi Universitas Abulyatama sekaligus Sekjend Ikatan Mahasiswa Kota Banda Aceh (IMKB), menyatakan bahwa pembatasan akses layanan kesehatan ini mencederai hak dasar rakyat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.

“Di saat provinsi lain berlomba-lomba berinovasi mempermudah akses pelayanan kesehatan dan modernisasi rumah sakit, Aceh justru menunjukkan arah sebaliknya. Jika JKA terus dibatasi, maka yang sesungguhnya dibatasi adalah harapan rakyat untuk hidup sehat,” ujar Iskandar dalam keterangan tertulisnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pernyataannya, Iskandar menyoroti beberapa dampak krusial dari kebijakan tersebut :

Aceh berisiko tertinggal jauh dari daerah lain yang mulai menerapkan digitalisasi dan perluasan layanan kesehatan.

Pembatasan dilakukan saat masyarakat masih menghadapi persoalan kemiskinan, ketimpangan sosial, serta beban sosial akibat penyalahgunaan narkotika.

JKA yang dulunya merupakan pelopor jaminan kesehatan di Indonesia kini dianggap kehilangan esensi keberpihakannya kepada rakyat kecil.

Iskandar menegaskan bahwa persoalan ini bukan sekadar masalah regulasi teknis, melainkan masalah arah keberpihakan politik dan keberanian pemimpin dalam mengambil keputusan di masa krisis.

Ia menambahkan bahwa akses kesehatan seharusnya diperkuat sebagai instrumen perlindungan bagi warga yang masih trauma akan konflik masa lalu dan ancaman bencana alam yang kerap melanda wilayah Aceh.

“Ini soal arah keberpihakan. Kebijakan ini hadir di tengah masyarakat yang masih bergulat dengan berbagai beban sosial nyata. Akses layanan kesehatan seharusnya diperkuat, bukan dipersempit,” tutup Mahasiswa Doktoral FK Universitas Syiah Kuala tersebut.

 

Red.

Berita Terkait

Era Baru PERDATIN Aceh: Mengedepankan Pendidikan, Kebaikan, dan Pengabdian
JKA di Ujung Tanduk, Om Sur Desak Gubernur Aceh Ambil Langkah Tegas Selamatkan Kepercayaan Publik
IWOI Aceh Desak Evaluasi Dana Pokir, Minta APH Perketat Pengawasan
TEROR TERHADAP WARTAWAN FRN ACEH MAKIN BRUTAL! Agus Suriadi Minta Kapolda Perintahkan Kapolres Subulussalam Ringkus Semua Pelaku, Dari OTK Hingga Dalang Intimidasi di Kantor Desa
Ironi Bantuan Pusat: Kapal KM Nelayan 2016 Terbengkalai di Lampulo, DPRK Simeulue Soroti Pengelolaan
Mualem Tegaskan Penyesuaian JKA Tak Ubah Nilai Perjuangan, Enam Poin Kebijakan Jadi Landasan Perlindungan Rakyat Aceh
SEKDA Aceh Jebak Muallem dengan Kebijakan JKA
Yahdi Hasan Apresiasi Polres Aceh Tenggara Gagalkan Peredaran Narkoba, Tegaskan Komitmen Lindungi Generasi Muda

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 18:17 WIB

WAKUR ANGGARAN UNTUK KESEJAHTERAAN: PEMDES JIPANG SUKSES SALURKAN BANTUAN PANGAN MELIMPAH UNTUK KEBUTUHAN WARGA

Senin, 8 Juni 2026 - 17:54 WIB

Kodim 0203/Langkat Rampungkan Pembangunan Jembatan Aramco Penghubung Desa Bukit Melintang–Desa Setungkit

Senin, 8 Juni 2026 - 17:36 WIB

*Hadiri Peletakan Batu Pertama Masjid Dirgantara, Kodim 0209/Labuhanbatu Dukung Penguatan Syiar dan Kebersamaan Umat*

Senin, 8 Juni 2026 - 17:33 WIB

*Babinsa Koramil 02/Tanjung Leidong Hadiri Perayaan dan Dukung Pembangunan Gereja HKBP Sei Karet*

Senin, 8 Juni 2026 - 16:57 WIB

Soliditas NU Bengkulu, Gus Salam; Teladan Khidmah Demi Kemashlahatan Umat

Senin, 8 Juni 2026 - 16:41 WIB

Kondisi Memprihatinkan SDN Cilampang, DPD IWO Indonesia Kota Serang Minta Perhatian Serius Pemerintah

Senin, 8 Juni 2026 - 16:02 WIB

Serahkan Lebih dari 1.000 Sertipikat Tanah Wakaf dalam ICOP 2026, Menteri Nusron Minta Penerima Jadi Pionir Percepatan

Senin, 8 Juni 2026 - 15:50 WIB

BKKBN Banten Kick Off Pelayanan KB Serentak Harganas 2026

Berita Terbaru