Diduga Jadi Korban Penganiayaan dan Tabrak Lari, Karyawati PT Midea Lapor ke Polisi

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Selasa, 16 Juni 2026 - 10:08 WIB

50105 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com,– 16 Juni 2026 Seorang karyawati swasta bernama Siti Rokaya (21), yang bekerja di PT Midea, diduga menjadi korban penganiayaan setelah mengalami insiden tabrak lari di Jalan Jababeka II, tepatnya di depan Pegadaian, Desa Pasir Gombong, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Minggu (14/6/2026) sekitar pukul 16.08 WIB.

Kepada wartawan, Siti Rokaya menuturkan peristiwa tersebut terjadi saat dirinya pulang kerja dan mengendarai sepeda motor dengan kecepatan pelan di jalur sebelah kiri jalan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya sedang mengendarai motor pelan-pelan di sebelah kiri jalan, tepatnya di kawasan Pasir Gombong, seberang pom bensin. Tiba-tiba motor saya ditabrak dan pelakunya langsung melarikan diri,” ujar Siti.

Menurut korban, pelaku sempat dikejar oleh rekannya. Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil lantaran terduga pelaku berhasil meloloskan diri di kawasan Pasar Roxy Jababeka.

Korban menyebut kendaraan yang diduga digunakan pelaku adalah sepeda motor Honda Beat Street berwarna cokelat dengan nomor polisi B 6597 YAV.

Akibat kejadian itu, sepeda motor milik korban mengalami kerusakan cukup parah pada bagian spakbor depan. Selain kerugian materi, korban juga mengalami sejumlah luka dan keluhan fisik.

“Bagian kepala sebelah kiri dan kanan terasa sakit, bahu kanan memar, tangan kanan tidak bisa digerakkan, dan pinggul mengalami memar,” ungkapnya.

Pada Senin (15/6/2026), korban melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Laporan telah diterima dan korban menjalani pemeriksaan serta pembuatan Visum et Repertum (VER) sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Saat ini kasus tersebut ditangani oleh Polsek Cikarang Utara, Polres Metro Bekasi. Polisi masih melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas dan keberadaan terduga pelaku yang melarikan diri setelah kejadian.

Haris Pranatha, C. PFW., C. MDF., C. JKJ., C. FTAX

Tim Redaksi

Berita Terkait

DPD IWO Indonesia Kabupaten Bekasi Serahkan Bukti Pengajuan Bantuan Rutisae ke BAZNAS untuk Warga Sukakerta
Sering Jadi Langganan Banjir Warga Desa Tanjungsari Meminta Kepada Bupati Bekasi, Agar PT Jababeka Mempunyai Embung
Diiringi Ribuan Pendukung Berseragam Hitam, Ca’um Resmi Daftar Calon Kepala Desa Karangbahagia
Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Nyumarno Ditahan Kejari Cikarang, Kasus Dugaan Pengeroyokan Segera Disidangkan
Keributan di Kalimalang Pasir Limus Cikarang Utara Berujung Pengeroyokan, 1 Orang Alami Luka
Afifudin alias Bang Opik Resmi Pimpin DPD IWO Indonesia Kabupaten Bekasi Gantikan Ade Gentong
Diduga Sekap dan Aniaya Kekasih hingga Luka Parah, Keluarga Korban Lapor ke Polres Metro Bekasi
Ini dia Pelaku Penusukan Anak Punk di Cikarang Barat Ditangkap Kurang dari 24 Jam

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 23:39 WIB

Nekat Bakar Sampah Pas Kemarau Ekstrem, Lahan Rumpun Bambu di Lojikobong Ludes Terbakar!

Sabtu, 19 September 2026 - 22:36 WIB

Respon Cepat Polresta Malang Kota Klarifikasi dan Cek CCTV, Terkait Video Viral Pria Diduga Masuk Kolong Mobil di Parkiran

Sabtu, 19 September 2026 - 21:03 WIB

Progres 8 Persen, Pembangunan Jembatan Garuda Terus Dikebut di Kecupak 2

Sabtu, 19 September 2026 - 20:52 WIB

Wujud Kepedulian di Bidang Kesehatan, Babinsa Koramil 04/Tigalingga Hadiri Sosialisasi BIAS

Sabtu, 19 September 2026 - 20:46 WIB

Skandal Mafia Tanah Rp5 Miliar di Jombang: Lahan Waris Diserobot Pengembang, Pemred Nasionaldetik.com Desak APH Tangkap Oknum Terlibat

Sabtu, 19 September 2026 - 20:43 WIB

Babinsa Koramil 03/Parongil Hadiri Musdes Lae Panginuman, Dorong Pembangunan Sesuai Kebutuhan Warga

Sabtu, 19 September 2026 - 20:24 WIB

Sambut HUT TNI ke-81, Kodim 0206/Dairi Gelar Sosialisasikan Bantuan Hidup Dasar Kepada Pelajar

Sabtu, 19 September 2026 - 20:04 WIB

Bajingan Harus Hentikan Kepatuhan Palsu: Ketahanan pangan tidak boleh mengorbankan hak dasar warga.

Berita Terbaru