Diduga Alergi Kritik dan Lupa Sejarah: Bendera Merah Putih Robek Dibiarkan Berkibar, Kepala Desa Pulorejo Jombang Bungkam Saat Dikonfirmasi

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:58 WIB

5061 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com – 17 Juli 2026 Sebuah pemandangan memprihatinkan yang mencederai nilai-nilai nasionalisme terjadi di Desa Pulorejo, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Lambang negara berupa Bendera Merah Putih yang berkibar di salah satu sudut wilayah desa tersebut ditemukan dalam kondisi rusak, robek, dan kusam tanpa ada upaya perbaikan atau penggantian dari pihak pemerintah desa setempat.

Hal ini memicu kritik keras dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) DPW Pedang Keadilan Perjuangan (PKP) Provinsi Jawa Timur, yang menilai adanya kelalaian serius terhadap penghormatan simbol negara dan jasa para pahlawan perjuangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengibaran Bendera Merah Putih dalam kondisi rusak dan robek yang dibiarkan begitu saja, serta bungkamnya Kepala Desa Pulorejo saat dimintai klarifikasi terkait hal tersebut. Tindakan membiarkan bendera negara rusak berkibar diduga melanggar Pasal 24 huruf c UU No. 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.

Pihak yang dikritik adalah Kepala Desa Pulorejo, Deni Separingga, S.H. Pihak yang melayangkan kritik dan konfirmasi adalah Ketua DPW PKP (Pedang Keadilan Perjuangan) Provinsi Jawa Timur.

Di Desa Pulorejo, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur.

Kondisi bendera robek tersebut terdokumentasi dengan jelas pada tanggal 13 Juli 2026 sekitar pukul 13.01 WIB. Upaya konfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp dan telepon dilakukan setelahnya namun tidak mendapatkan respons.

Karena bendera adalah simbol kedaulatan dan kehormatan bangsa yang diperjuangkan dengan darah dan air mata oleh para pejuang. Membiarkannya robek berkibar mencerminkan kemunduran nilai nasionalisme dan krisis kepedulian dari aparatur desa. Selain itu, sikap kepala desa yang mengabaikan upaya konfirmasi LSM menunjukkan sikap anti-kritik dan seakan “alergi” terhadap fungsi pengawasan masyarakat.

Ketua DPW PKP Jawa Timur mencoba menghubungi Kepala Desa, Berinisial D S, S.H., via pesan WhatsApp untuk meminta klarifikasi baik-baik mengenai bendera lusuh tersebut. Namun, pesan tidak dibalas dan beberapa kali panggilan telepon suara pun diabaikan (tidak dijawab), meskipun status yang bersangkutan sedang online.

“Sangat disayangkan, seorang kepala desa dengan gelar Sarjana Hukum (S.H.) seakan buta hukum dan tuli terhadap aspirasi masyarakat. Bendera robek dibiarkan berkibar itu pelanggaran undang-undang, bukan sekadar masalah estetika. Ketika dikonfirmasi, beliau justru bungkam dan menghindari komunikasi. Sikap alergi terhadap kontrol sosial seperti LSM ini adalah cermin dari matinya nilai-nilai nasionalisme dan tanggung jawab moral di tingkat birokrasi desa.”

Ketua DPW PKP Provinsi Jawa Timur

1. Mendesak Pemerintah Kabupaten Jombang dan Camat Tembelang untuk segera menegur keras Kepala Desa Pulorejo atas kelalaian memelihara simbol negara.

2. Menuntut Kepala Desa Pulorejo untuk segera meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat dan mengganti bendera yang rusak tersebut dengan yang layak.

3. Mengingatkan instansi terkait bahwa lambang negara dilindungi oleh undang-undang, dan segala bentuk pembiaran terhadap pelecehan simbol negara dapat diproses secara hukum demi menjaga marwah perjuangan para pahlawan bangsa.

Tim Redaksi

Berita Terkait

Di Balik Loreng Kala Cakti: Kemanusiaan dan Kehangatan Danyonif 126/KC Sambut Tim Media di Batubara
Dugaan Penyimpangan Anggaran BBM Rp9,7 Miliar di Purwakarta: Kortastipidkor Polri Didesak Turun Tangan
Truk Bantuan Koperasi Desa Merah Putih Diduga Disalahgunakan Mengangkut Tebu, Pimred Nasionaldetik.com Soroti Fungsi Pengawasan Kodim
Ratusan Warga Argotirto Malang Padati Pertunjukan Campursari HUT ke-81 RI
Laporan dan Imbauan Pers: Erupsi Gunung Anak Krakatau
IWOI Kabupaten Serang Pertanyakan Keseriusan Penerapan K3: Jangan Sampai Proyek Pendidikan Mengabaikan Keselamatan Pekerja
TNI di Puhpelem Berikan Pelatihan Ketarunaan kepada Siswa SMKN 1 Puhpelem
Babinsa Kratonan Gandeng Bhabinkamtibmas & Linmas Patroli Bersama Sasar Pertokoan

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 02:01 WIB

Di Balik Loreng Kala Cakti: Kemanusiaan dan Kehangatan Danyonif 126/KC Sambut Tim Media di Batubara

Minggu, 6 September 2026 - 01:16 WIB

Dugaan Penyimpangan Anggaran BBM Rp9,7 Miliar di Purwakarta: Kortastipidkor Polri Didesak Turun Tangan

Minggu, 6 September 2026 - 01:02 WIB

Truk Bantuan Koperasi Desa Merah Putih Diduga Disalahgunakan Mengangkut Tebu, Pimred Nasionaldetik.com Soroti Fungsi Pengawasan Kodim

Sabtu, 5 September 2026 - 22:41 WIB

Laporan dan Imbauan Pers: Erupsi Gunung Anak Krakatau

Sabtu, 5 September 2026 - 21:55 WIB

IWOI Kabupaten Serang Pertanyakan Keseriusan Penerapan K3: Jangan Sampai Proyek Pendidikan Mengabaikan Keselamatan Pekerja

Sabtu, 5 September 2026 - 21:17 WIB

TNI di Puhpelem Berikan Pelatihan Ketarunaan kepada Siswa SMKN 1 Puhpelem

Sabtu, 5 September 2026 - 21:07 WIB

Babinsa Kratonan Gandeng Bhabinkamtibmas & Linmas Patroli Bersama Sasar Pertokoan

Sabtu, 5 September 2026 - 20:59 WIB

Wapres Gibran Tinjau Huntap di Sibolga, Laskar Gibran Sumut Tegaskan Komitmen Kawal Program Kepemudaan

Berita Terbaru