TULUNGAGUNG ,Nasionaldetik.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Tulungagung dalam mempercepat penurunan angka stunting terus diperkuat. Salah satunya melalui kegiatan Pembekalan dan Evaluasi Pelaksanaan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Pemulihan Berbahan Pangan Lokal yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung di Puskesmas Gondang, Kecamatan Gondang, Kamis.
Kegiatan tersebut menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi sekaligus meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, pengelola program gizi, dan kader posyandu dalam melaksanakan program PMT berbahan pangan lokal agar semakin efektif, tepat sasaran, dan berdampak nyata terhadap perbaikan status gizi balita.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Dr. Desi Lusiana Wardhani, S.KM., M.Kes., menegaskan bahwa PMT berbahan pangan lokal bukan sekadar program pemberian makanan tambahan, melainkan investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.
“Melalui pembekalan ini kami ingin memastikan seluruh pelaksana program memiliki pemahaman yang sama sehingga PMT benar-benar memberikan manfaat bagi balita yang membutuhkan. Evaluasi juga menjadi bagian penting untuk melihat keberhasilan sekaligus memperbaiki berbagai kekurangan yang masih ditemukan di lapangan,” ujar Desi.
Menurutnya, pemanfaatan pangan lokal memiliki banyak keunggulan karena mudah diperoleh masyarakat, memiliki kandungan gizi yang baik, lebih terjangkau, sekaligus mampu mendorong kemandirian pangan keluarga. Seluruh menu PMT disusun berdasarkan pedoman gizi dengan memperhatikan kualitas bahan, keamanan pangan, serta proses pengolahan yang higienis.
Dalam pelaksanaannya, balita penerima PMT ditetapkan berdasarkan hasil pemantauan pertumbuhan di posyandu dan puskesmas. Tidak hanya menerima makanan tambahan, keluarga juga mendapatkan pendampingan intensif serta edukasi mengenai pola makan bergizi seimbang agar perubahan perilaku dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Gondang, Siti Munawaroh, S.ST., M.M., menegaskan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada keterlibatan seluruh pihak, terutama keluarga sebagai pendamping utama balita.
“Peran masyarakat khususnya orang tua sangat menentukan keberhasilan PMT. Karena itu kami terus memberikan edukasi dan pendampingan agar makanan tambahan yang diberikan benar-benar dikonsumsi sesuai anjuran dan diimbangi dengan pola asuh serta pola makan yang sehat,” jelasnya.
Dalam sesi evaluasi, berbagai indikator menjadi perhatian, mulai dari peningkatan berat badan dan status gizi balita, kepatuhan keluarga dalam menjalankan program, kualitas pendampingan kader posyandu, hingga efektivitas koordinasi lintas sektor. Berbagai tantangan di lapangan, seperti rendahnya kepatuhan konsumsi PMT dan masih terbatasnya pemahaman sebagian orang tua tentang pentingnya gizi seimbang, menjadi bahan evaluasi untuk penyempurnaan program ke depan.
Dinas Kesehatan menilai sinergi antara puskesmas, kader posyandu, pemerintah desa, serta masyarakat merupakan kunci keberhasilan dalam menekan angka stunting. Kader berperan sebagai ujung tombak pendampingan keluarga, sementara puskesmas melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap perkembangan balita penerima manfaat secara berkala.
Melalui pembekalan dan evaluasi ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung berharap kualitas pelaksanaan PMT berbahan pangan lokal semakin meningkat sehingga mampu memberikan dampak nyata terhadap percepatan penurunan stunting.
“Kami mengajak seluruh tenaga kesehatan, kader, pemerintah desa, dan masyarakat untuk terus bergotong royong mendampingi tumbuh kembang anak-anak kita. PMT bukan sekadar pemberian makanan tambahan, tetapi menjadi langkah awal membangun kebiasaan keluarga dalam menyediakan makanan bergizi setiap hari. Dengan kolaborasi yang kuat, kami optimistis dapat mewujudkan generasi Tulungagung yang sehat, cerdas, bebas stunting, dan memiliki kualitas gizi yang semakin baik,” pungkas Dr. Desi.
Kegiatan di Puskesmas Gondang ini sekaligus menjadi bukti bahwa upaya menurunkan stunting tidak hanya dilakukan melalui intervensi kesehatan, tetapi juga melalui pemberdayaan masyarakat dan pemanfaatan potensi pangan lokal sebagai fondasi terciptanya generasi emas Kabupaten Tulungagung.
Reporter : Ev
Editot ; Admin


























