PAKPAK BHARAT, Nasionaldetik.com
– Harapan masyarakat Desa Mbinalun akhirnya terwujud. Jembatan Perintis Lae Sennang yang membentang di atas aliran Sungai Lae Kombih, Dusun Lae Rumbia, Kecamatan STTU Jehe, Kabupaten Pakpak Bharat, kini kembali kokoh setelah rehabilitasi rampung 100 persen melalui Program Karya Bakti TNI. Kehadiran TNI bersama masyarakat bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga menghadirkan kembali denyut perekonomian warga yang selama ini bergantung pada akses menuju lahan pertanian dan perkebunan.
Rehabilitasi jembatan sepanjang 65 meter dengan lebar 1,5 meter tersebut dilaksanakan secara gotong royong oleh empat personel Babinsa Koramil 06/Kerajaan Kodim 0206/Dairi bersama lima warga. Berbagai pekerjaan telah diselesaikan, mulai dari pemasangan pagar pengaman di sisi kiri dan kanan menggunakan besi Hermes, penambahan tiang penyangga agar konstruksi lebih kokoh, pengecatan pagar dan tiang pylon dengan warna merah putih, pelumasan kabel sling menggunakan minyak gemuk untuk mencegah korosi, hingga pengecatan lantai jembatan berwarna hijau. Seluruh proses berjalan aman dengan dukungan cuaca yang cerah hingga akhirnya jembatan dinyatakan selesai dan siap digunakan masyarakat.
Kepala Desa Mbinalun, Berin Angkat, mengatakan Jembatan Lae Sennang merupakan urat nadi kehidupan ekonomi masyarakat. Sedikitnya 30 kepala keluarga setiap hari melintasi jembatan tersebut untuk menuju kebun sekaligus mengangkut hasil pertanian seperti jagung, gambir, kopi, dan durian. Menurutnya, rampungnya rehabilitasi akan memberikan dampak besar terhadap kelancaran aktivitas masyarakat serta meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani. Hal senada disampaikan warga, Br. Sinaga, yang mengaku kini merasa lebih tenang saat melintasi jembatan. “Dulu jembatan ini goyang sekali, Pak. Sekarang setelah TNI datang merehab, sudah tidak goyang lagi. Saya sudah berani membawa anak berjalan melintasi jembatan ini,” tuturnya.
Dandim 0206/Dairi Letkol Czi Nanang Sujarwanto, S.E., M.I.P., melalui Danramil 06/Kerajaan Kapten Inf. A. Siregar, menjelaskan bahwa rehabilitasi Jembatan Perintis Lae Sennang merupakan bagian dari Program Karya Bakti TNI yang dilaksanakan sesuai instruksi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Program tersebut bertujuan mempercepat pemulihan infrastruktur yang menjadi penopang aktivitas masyarakat di wilayah pedesaan, sehingga mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, dan roda perekonomian desa dapat terus bergerak tanpa hambatan.
Rampungnya rehabilitasi Jembatan Perintis Lae Sennang menjadi bukti nyata bahwa pembangunan tidak hanya menyentuh kawasan perkotaan, tetapi juga menjangkau daerah terpencil yang membutuhkan perhatian. Sinergi antara TNI dan masyarakat melalui semangat gotong royong telah melahirkan infrastruktur yang lebih aman, kuat, dan bermanfaat bagi generasi mendatang. Jembatan yang dahulu menjadi sumber kekhawatiran kini berubah menjadi simbol harapan baru, sekaligus menegaskan bahwa negara benar-benar hadir untuk rakyat hingga ke pelosok negeri. (Nur Kennan Tarigan)
Sumber: Prajurit Pena

























