ADA PERMAINAN KOTOR APA…!!! Pembatalan Tender RSUD Kota Malang Tuai Polemik, CV. Viva Tunggal Nilai Keputusan PPK Sarat Kejanggalan dan Desak Aparat Lakukan Audit Menyeluruh

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:29 WIB

5066 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nasionaldetik.com, – 15 Juli 2026 Pembatalan penetapan CV. Viva Tunggal sebagai pemenang tender proyek konstruksi di RSUD Kota Malang memicu polemik serius. Keputusan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang membatalkan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) setelah sebelumnya diterbitkan pada 24 Juni 2026 dinilai menimbulkan tanda tanya besar mengenai konsistensi dan transparansi proses pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Dalam surat pemberitahuan yang diterima perusahaan, PPK mendasarkan pembatalan pada Dugaan pelanggaran Pakta Integritas BAB III IKP 4.1 terkait Surat Dukungan Vendor tertanggal 26 Mei 2026. Namun, alasan tersebut langsung dipersoalkan CV. Viva Tunggal karena dokumen dimaksud dinilai bukan merupakan persyaratan yang menentukan kelulusan pada tahap evaluasi penawaran.

Kuasa hukum CV. Viva Tunggal, Achmad Amirudin, menegaskan bahwa Surat Dukungan Vendor merupakan dokumen yang dipenuhi pada tahapan kontrak, bukan dokumen administrasi yang menjadi dasar menggugurkan peserta setelah ditetapkan sebagai pemenang. Menurutnya, vendor juga telah memberikan klarifikasi tertulis yang menyatakan surat tersebut benar dan sah, Rabu (15/07/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perusahaan menilai rangkaian proses yang terjadi dalam kurun waktu hanya beberapa hari patut mendapat perhatian serius. Setelah SPPBJ diterbitkan pada 24 Juni 2026 dan Berita Acara Persiapan Kontrak dibuat pada 25 Juni 2026, muncul Surat Justifikasi Teknis dari Konsultan Pengawas pada 26 Juni 2026. Selanjutnya dilakukan klarifikasi pada 29 Juni 2026 sebelum akhirnya diterbitkan Berita Acara Tindak Lanjut tanggal 30 Juni 2026 yang membatalkan SPPBJ. Menurut pihak perusahaan, perubahan keputusan dalam waktu singkat tersebut perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

CV. Viva Tunggal juga mempertanyakan keterlibatan Konsultan Pengawas dalam proses tersebut. Menurut Achmad Amirudin, mekanisme komunikasi semestinya berlangsung melalui PPK sebagai pengguna jasa. Ia menilai apabila terdapat persoalan terkait dukungan vendor, penyelesaiannya dapat ditempuh melalui mekanisme yang diatur dalam kontrak, bukan langsung berujung pada pembatalan penetapan pemenang tender.

Selain mempersoalkan aspek prosedural, perusahaan turut meminta agar seluruh tahapan pengadaan diaudit secara independen. Menurutnya, audit diperlukan untuk memastikan tidak ada penyimpangan kewenangan, benturan kepentingan, maupun pelanggaran terhadap prinsip transparansi, akuntabilitas, persaingan sehat, dan perlakuan yang adil sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Polemik tersebut kembali mengingatkan publik pada pentingnya integritas dalam setiap proses pengadaan pemerintah. Kepercayaan masyarakat terhadap sistem pengadaan hanya dapat terjaga apabila setiap keputusan didasarkan pada ketentuan hukum yang jelas, dapat dipertanggungjawabkan, serta terbuka untuk diawasi publik.

CV. Viva Tunggal mengaku telah mengajukan sanggahan resmi sesuai mekanisme yang berlaku dan berharap seluruh proses diperiksa secara objektif. Perusahaan juga meminta aparat pengawas internal pemerintah maupun aparat penegak hukum menindaklanjuti apabila dalam pemeriksaan nantinya ditemukan indikasi pelanggaran hukum.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak RSUD Kota Malang, PPK, maupun pihak terkait lainnya belum memberikan tanggapan resmi atas keberatan yang disampaikan CV. Viva Tunggal.

Tim Redaksi

Berita Terkait

Menanti Keadilan Wong Cilik: 1 Tahun Kasus Penipuan Oknum Kades di Polres Muara Enim Mang Mangkrak, Ada Apa?
Kejanggalan GTT Siluman di SMPN 22 Merangin: Dapodik Diajukan Februari, Baru Muncul di Absensi April, Guru Sebut Tak Pernah Mengajar
Sambangi Kantor Desa Pardomuan, Babinsa 03/Parongil Sosialisasikan Penerimaan TNI AD Gratis kepada
Dandim 0206/Dairi Tegas! Rekrutmen Prajurit Harus Bersih, Pengawasan KDKMP dan Jembatan Diperkuat
JAM PIMPINAN KOMANDAN DISTRIK MILITER 0210/TU LETKOL ARM KIKY HARDIAN, S.Sos.: SEMUA YANG KITA MILIKI SAAT INI ADALAH TITIPAN ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA
*Satgas Pamtas Yonarmed 19/Bogani Gagalkan Penyelundupan 5,269 Kg Sabu di Perbatasan Malaysia*
TNI-Polri Patroli Malam di Jatiroto, Warga Diajak Menjaga Keamana Dan Ketertiban
Musim Kemarau Rawan Kebakaran, Babinsa Pilangsari Ingatkan Warga Jangan Sembarangan Bakar Sampah

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Menanti Keadilan Wong Cilik: 1 Tahun Kasus Penipuan Oknum Kades di Polres Muara Enim Mang Mangkrak, Ada Apa?

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Kejanggalan GTT Siluman di SMPN 22 Merangin: Dapodik Diajukan Februari, Baru Muncul di Absensi April, Guru Sebut Tak Pernah Mengajar

Senin, 12 Oktober 2026 - 23:48 WIB

Sambangi Kantor Desa Pardomuan, Babinsa 03/Parongil Sosialisasikan Penerimaan TNI AD Gratis kepada

Senin, 12 Oktober 2026 - 23:38 WIB

Dandim 0206/Dairi Tegas! Rekrutmen Prajurit Harus Bersih, Pengawasan KDKMP dan Jembatan Diperkuat

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:33 WIB

*Satgas Pamtas Yonarmed 19/Bogani Gagalkan Penyelundupan 5,269 Kg Sabu di Perbatasan Malaysia*

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:58 WIB

TNI-Polri Patroli Malam di Jatiroto, Warga Diajak Menjaga Keamana Dan Ketertiban

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Musim Kemarau Rawan Kebakaran, Babinsa Pilangsari Ingatkan Warga Jangan Sembarangan Bakar Sampah

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:43 WIB

Patroli Malam di Nogosari, Babinsa Ajak Warga Perkuat Ronda dan Waspada Bahaya Kebakaran

Berita Terbaru